Boy Soedarmadji
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK CINEMA THERAPY DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU PROSOIAL SISWA KELAS VIII SMP IHYAUSSALAFIYAH SURABAYA Muhammad Hilmy Khoiri; Boy Soedarmadji
HELPER Vol 35 No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/helper.vol35.no2.a2815

Abstract

Prososial adalah salah satu sikap positif yang dapat menunjang kehidupan sosial serta akademik siswa di sekolah. Cinema Therapy sebagai salah satu teknik dalam bimbingan kelompok diasumsikan dapat meningkatkan prososial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan desain penelitian One Group Pretes Postes Desaign, populasi 29 siswa kelas VIII SMP Ihyaussalafiyah Surabaya. Penelitian ini melibatkan 7 siswa kelas VIII sebagai sampel penelitian yang diambil secara purposive sampling. Tes validitas pengukuran skala butir siswa kontrol diri termasuk 0,393-0,780. Hasil uji reliabilitas Alfa Cronbach sebesar 0,937. Berdasarkan hasil penelitian, perhitungan diperoleh oleh Asymp. Sig = 0,017 Perbandingan Asymp. Sig = 0,017 <α = 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan teknik cinema therapydalam bimbingan kelompok terhadap perilaku prososial siswa kelas VIII SMP Ihyaussalafiyah Surabaya.
Konseling kelompok restructuring cognitive efektif untuk meningkatkan kematangan emosi siswa terisolir kelas VII SMPN 9 Surabaya Dwi Wahyuningtyas; Boy Soedarmadji
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.42398

Abstract

Kematangan emosi siswa adalah bentuk kesiapan diri siswa agar mampu menempatkan dirinya dan beradaptasi pada lingkungan baru. Hal ini tidak nampak pada siswa-siswa terisolir. Penelitian ini bertujuan untuk mengentaskan siswa-siswa terisolir agar mampu mencapai kematangan emosional sehingga dapat menjadi individu yang aktif. Populasi penelitian ini adalah 40 siswa dan didapatkan 5 sampel siswa dengan metode purposive sampling. Hasil mean setelah diberikan perlakuan naik dari 42.8 menjadi 64.2. Berdasarkan hasil analisis uji wilcoxon menunjukkan bahwa bahwa Z (-2.032) dengan Asymp. Sig (2-tailed)  bernilai 0,042 dimana 0,042 < 0,05. Maka restructuring cognitive dalam konseling kelompok efektif untuk meningkatkan kematangan emosi siswa SMPN 9 Surabaya