Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA DENGAN MEDIA GEOMETRI SEDERHANA BERORIENTASI PADA PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK Supriyono -; Widha Sunarno; Soeparmi -
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i3.9726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan bahan ajar fisika media geometri sederhana yangdikembangkan untuk siswa SMP kelas 8 pada materi pokok cahaya. (2) efektivitas bahan ajar fisika denganmedia geometri sederhana yang dikembangkan untuk siswa SMP kelas 8 pada materi pokok cahaya.Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan di SMPN 1 Ngraho. Subyekpenelitian ini adalah siswa kelas 8 pada materi pokok cahaya. Bahan ajar fisika dengan media geometrisederhana dikembangkan berdasarkan data bahwa banyak siswa mengalami kesulitan aljabar dalammempelajari fisika khususnya pada materi pokok cahaya. Uji kelayakan bahan yang dikembangkan dilakukandengan: (1) validasi bahan ajar fisika dengan media geometri sederhana oleh ahli, guru dan teman sejawat;(2) uji terbatas dalam pembelajaran; (3) uji lebih besar terhadap 31 siswa pada 1 kelas; (4) analisis hasilvalidasi ahli, guru dan siswa; (5) analisis pelaksanaan pembelajaran. Uji efektivitas bahan ajar dilakukandengan membandingkan hasil tes kognitif kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan bahan ajarfisika dengan media geometri sederhana dan kelas kontrol yang pembelajarannya menggunakan bukukonvensional. Analisis hasil uji kelayakan bahan ajar fisika dengan media geometri sederhana oleh ahliadalah 4,51, oleh guru 4,51 dan oleh teman sejawat 4,55. Ketiga hasil analisis tersebut masuk dalam kategorisangat baik. Hasil uji efektivitas menunjukkan p-value > 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaankeefektifan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen adalah78,77 sedangkan rata-rata kelas kontrol adalah 72,53 sehingga bahan ajar fisika dengan media geometrisederhana efektif digunakan dalam pembelajaran fisika kelas 8 materi pokok cahaya.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS KONFLIK KOGNITIF TEMA PEREDARAN DARAH DI SMP NEGERI 6 WONOGIRI Suryani -; Widha Sunarno; Soeparmi -
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i3.9664

Abstract

Sesuai KTSP pembelajaran IPA di SMP seharusnya disajikan terpadu, namun banyak kendala sehingga IPAdibelajarkan tidak terpadu, terpisah antara fisika dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahuipenyiapan modul yang dikembangkan; (2) mengetahui kualitas modul yang dikembangkan; (3) mengetahuiefektivitas modul yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan untukpembuatan modul IPA terpadu berbasis konflik kognitif tema peredaran darah. Penelitian dan pengembanganini melalui tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Draf modul yangdikembangkan divalidasi oleh ahli modul dan teman sejawat kemudian direvisi, diujicobakan terbatas,kemudian diujicobakan pada 1 kelas sesungguhnya dan direvisi menjadi modul produk akhir. Moduldisebarkan ke guru IPA untuk mendapatkan respon. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasimodul, soal hasil belajar, dan angket respon terhadap modul. Kualitas modul ditentukan dengan memvalidasidraf awal modul. Data yang diperoleh berupa skor, kemudian diubah menjadi data kualitatif skala empat.Hasil pre tes dan pos tes dianalisis dengan uji t dengan program SPSS 19. Kesimpulan hasil penelitian danpengembangan ini adalah: (1) modul yang dikembangkan setelah direvisi termasuk kategori "sangat baik"untuk kelayakan isi, bahasa, penyajian, kegrafikan, pendekatan, dan keterpaduan; (2) modul yangdikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan rerata nilai sebelum dansesudah menggunakan modul.