This Author published in this journals
All Journal Al-Fath
Darul Mahmadah
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemikiran Hamka Tentang Taubat dalam Alquran Darul Mahmadah
Al-Fath Vol 11 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v11i2.901

Abstract

Setiap manusia pasti memiliki dosa dan dosa itu seringkali membuat orang gelisah dan cemas. Oleh karena itu, lakukan taubat dengan meninggalkan sesuatu yang dilarang, menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah Swt, yang merupakan landasan penting bagi seorang hamba. Dengan demikian, seorang hamba akan memperoleh ketenangan jiwa dengan cara itu. Pertaubatan dapat diartikan sebagai langkah pertama seorang hamba dalam melintasi jalan Allah. Ia adalah dasar segala maqam (kedudukan di hadapan Allah Swt). Maka Allah menghendaki untuk segera bertaubat memohon ampun dan kasih sayang-Nya. Dalam Alqurān taubat ada kaitannya dengan Istighfar. Taubat adalah kembali kepada Allah Swt, dengan mengerjakan apa-apa yang dicintai-Nya dan meninggalkan apa yang dibenci-Nya atau kembali dari sesuatu yang dibenci kepada sesuatu yang dicintai. Sesungguhnya manusia yang melakukan taubat menunjukkan bahwa ia menyadari akan segala kesalahannya. Oleh karena itu, Allah Swt mewajibkan tiap orang yang mengaku muslim atau muslimah untuk bertaubat. Allah Swt sangat mencintai orang yang bertaubat. Dengan senantiasa beretaubat dan beristighfar kepada Allah, artinya selalu melengkapkan diri, tidak mau lepas dari penjagaan tuhan, bahkan meminta untuk tetap dalam perlindungan-Nya, dan Tuhan menjadi Wali (pelindung) bagi sekian makhluk. 2). Menurut Hamka taubat adalah membersihkan hati, kemudian kembali setelah menempuh jalan yang sangat sesat dan tidak tentu ujungnya. Menurutnya, salah satu upaya membersihkan jiwa dari kotoran berupa dosa adalah dengan taubat.