This Author published in this journals
All Journal Al-Fath
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tārīkh al-‘Arab Wa Ushūl Jinsihim Ahmad Hidayat Nasir
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3272

Abstract

Jazirah Arab sebagai tempat muncul dan berkembangnya agama penutup, Islam yang dibawa oleh Rasul penutup, Muhammad s.a.w., menarik untuk dikaji sejarah penduduknya sekaligus asal-usul mereka. Sebenarnya yang paling tepat bukanlah Jazirah Arab (Pulau Arab) melainkan Syibeh Jazirah Arabiya (Semenanjung Arab), karena wilayahnya yang terletak diantara Lembah Syam di utara, Teluk Arab dan Laut Oman ditimur, Samudera Hindia di selatan, dan Laut Merah di barat. Dus, wilayah jazirah Arab hanya dikelilingi perairan di tiga arah saja yaitu barat, timur dan selatan. Orang-orang Arab dalam sejarahnya sebagian besar berdomoisilidi semenanjung Arab. Diantara mereka menurut sejarawan kuno dari Yunani, Latin, Ibrani dan Suryani, ada yang menetap di Iraq mulai dari tepi barat sungai Furat sampai ujung Syam, Palestina, Sinai sampai tepian timursungai Nil. Sehinga menurut para sejarawan kuno tersebut bahwa mereka disebut orang Arab, dan wilayah tempat tingal mereka disebut Bilad al-Arab (Kawasan Arab). Para sejarawan Arab membagi bangsa Arab menjadi dua bagian besar: Pertama: Arab Ba‘idah, yaitu bangsa Arab yang absurd untuk diketahui berita tentang mereka kecuali yang termaktub dalam kitab-kitab samawi dan syair-syair jahiliyah seperti cerita tentang kaum ‘Aad dan Tsamud. Diantara suku yang paling popular dari bangsa Arab golongan ini adalah ‘Aad, Tsamud, Jurhum generasi pertama, Thasm dan Judes. Kedua: Arab Bagiyah yang terbagi menjadi dua keturunan:Pertama, Arab ‘Aribah, yaitu keturunan Qahthan yang berdomisili di Yaman. Ketiga, Arab Musta’ribah atau disebut juga Arab Muta’arribah, yaitu mayoritas orang Arab baik Arab Pedalaman (Badawi) maupun Arab Luar (Hadhari) yang berdomisili di tengah Jazirah Arab dan wilayah Hijaz sampai lembah Syam ketika terjadi konvergensi budaya dengan Arab Yaman. Arab Bagqiyah inilah orang-orang Arab yang ada sampai sekarang.