This Author published in this journals
All Journal Al-Fath
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Kafir dalam Alquran Noer Cholis Najib
Al-Fath Vol 12 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v12i1.3170

Abstract

Kafir merupakan kata yang tidak asing lagi bagi umat Islam, namun kebanyakan dari umat Islam sendiri banyak yang tidak mengetahui makna kafir dan salah dalam mengartikan kafir dari kata kafir itu sendiri. Bahkan tidak mengetahuinya sama sekali, dan istilah kafir begitu akrab dipakai dengan ragam makna untuk kepentingannya. Perpecahan dan pertikaian yang berlarut-larut di kalangan umat Islam yang kemudian menjadi isu teologis yang serius, sehingga menyebabkan penyalahgunaan kata dan makna kafir dalam menghukumi seorang muslim menjadi semakin membesar sampai sekarang. Kufur adalah sifat dari orang kafir menurut Alquran yang berarti menutupi, mengingkari, dan mendustakan bahwa kafir adalah lawan dari pada iman yang tidak membenarkan di hatinya serta perbuatannya yang mengingkari dan menutupi serta mendustakan segala apa yang telah Allah berikan kepada mereka berupa ajaran dan agama Allah baik itu pada para rasul-Nya, ayat-ayat-Nya, kitab-kitab-Nya, malaikat-malaikat-Nya, dan hari akhir. Dalam Alquran istilah kafir dalam bentuk kata jadiannya sebanyak 525 kali dan enam kata jadian, meskipun tidak seluruhnya merujuk pada arti kafir secara istilah melainkan secara bahasa. 2). Menurut Sayyid Qutb kafir adalah orang-orang kecil dan kerdil yang mengingkari, menutupi dan mendustakan Allah, rasul-rasul-Nya, ajaran-Nya, serta apa yang telah Allah berikan kepada mereka. Kata kafir ini mengandung makna yang luas tidak hanya berbentuk pengingkaran terhadap Tuhan dan Rasul-Nya. Tetapi segala sesuatu yang hanya mementingkan kecintaannya terhadap duniawinya saja tanpa memikirkan kehidupannya setelah di dunia.