Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL CHALLENGE BASED LEARNING DENGAN METODE EKSPERIMEN DAN PROYEK DITINJAU DARI KEINGINTAHUAN DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Sodikin -; Suparmi -; Sarwanto -
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i3.9722

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model challenge based learning (CBL) denganmetode eksperimen dan proyek, keingintahuan belajar, sikap ilmiah, dan interaksinya terhadap prestasibelajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimendengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Surakartasemester II Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas X2 dan X3 yang diperolehmenggunakan teknik cluster random sampling. Kelas X2 diberi model CBL dengan metode eksperimen dankelas X3 diberi model CBL dengan metode proyek. Uji hipotesis menggunakan Anava. Berdasarkan hasilanalisis disimpulkan: 1) ada pengaruh model CBL dengan metode eksperimen dan proyek terhadap prestasibelajar kognitif sedangkan afektif dan psikomotorik tidak ada pengaruh; 2) ada pengaruh keingintahuanbelajar terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif sedangkan prestasi belajar psikomotorik tidak ada; 3) adapengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif siswa, sedangkan pada afektif dan psikomotoriktidak ada; 4) tidak ada interaksi antara pengaruh model CBL dengan metode eksperimen dan metode proyekdengan keingintahuan belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa; 5) tidak adainteraksi antara pengaruh model CBL dengan metode eksperimen dan metode proyek dengan sikap ilmiahterhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa; 6) tidak ada interaksi antara pengaruhkeingintahuan belajar dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa;7) tidak ada interaksi antara pengaruh model CBL dengan metode eksperimen dan metode proyek,keingintahuan belajar, dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL STAD DENGAN PEER ASSESMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARANANANALITISDAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA Efendi Harsono; Suparmi -; Cari -
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i3.9712

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan kemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar siswapada materi dinamika gerak rotasi.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakanpada bulan April 2013 - Januari 2014 di SMA 1 Bae Kudus kelas XI IPA-3, tahun pelajaran 2013/2014 yangterdiri 35 siswa. Prosedur penelitian meliputi 3 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan tindakan,tahap observasi dan tahap refleksi. Penelitian dilaksanakan dengan dua siklus. siklus I siswa belajar denganmodel STAD dan peer assessment aktivitas. Siklus II, siswa belajar dengan model STAD dilengkapi peerassessment aktivitas dan kemampuan penalaran analitis. Data prestasi belajar kognitif dan kemampuanberfikir analitis diambil dengan tes kognitif, observasi atau pengamatan.Kesimpulan penelitian: 1) ModelSTAD dengan peer assessment dapat terlaksana dengan baik melalui dua siklus, 2) Model STAD denganpeer assessment dapat meningkatkan kemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar siswa pada materidinamika gerak rotasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan peer assessment berpengaruhterhadap kemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar. Siswa yang mempunyai peer assessment tinggikemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar tinggi. Sedangkan siswa dengan peer assessment rendahkemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar lebih rendah. Hal ini terjadi karena dalam peerassessment, siswa menilai pekerjaan teman-temannya yaitu siswa dituntut untuk menggunakankemampuannya memeriksa pekerjaan temannya. Siswa juga dituntut untuk bersikap jujur, tanggung jawab,dan aktif. Rincian hasil belajar sebagai berikut: a) terjadi peningkatan persentase jumlah siswa yangmencapai ketuntasan belajar kognitif dari sebelum tindakan (34,29%), siklus I (57,14%), dan siklus II(85,71%), b) terjadi peningkatan capaian rata kemampuan penalaran analitis dari kategori sangat baik siklus I(74,29%), siklus II (88,57%) sebesar (7,43%) dan terjadi penurunan capaian rata-rata dengan kategori baikdari siklus I (25,71%), siklus II (11,43%) sebesar 4,28%, yang disebabkan jumlah populasi kategori sangatbaik bertambah, c) terjadi peningkatan capaian rata-rata prestasi belajar, sebelum tindakan (62,34), setelahsiklus I (77,49), dan pada siklus II (82,57).