Eko Hary Pudjiwati
Faculty of Agriculture, Borneo Tarakan University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSPEK RIZOBAKTERI PENGHASIL IAA DAN PENYEDIA NITRAT SEBAGAI PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) Eko Hary Pudjiwati; Rinrin Rindiani
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v5i1.2262

Abstract

ABSTRACTPGPR is a beneficial soil bacteria that live freely in the rhizosphere area, which has the ability to increase plant growth and is environmentally friendly. PGPR has the ability to support plant growth by producing and changing the concentration of several phytohormones, as nitrogen fixers, solubilizing phosphates and as antagonistic agents. One of the hormones produced by PGPR is indole acetic acid (IAA). Nitrogen fixation by PGPR will produce nitrate, which is a form of nitrogen that is widely absorbed by plants. In the previous study, 14 isolates of nitrogen-fixing rhizobacteria and 2 isolates of phosphate solvent were obtained. This study focused on testing the ability of rhizobacteria isolates to produce nitrate and IAA. This study uses a quantitative descriptive method. In the analysis of nitrate and pH there were 15 treatments, namely control and 14 isolates of nitrogen-fixing rhizobacteria. IAA analysis was performed on 2 isolates of phosphate-solubilizing bacteria and 2 isolates of nitrogen-fixing bacteria. The isolates tested in this study were phosphate solubilizing rhizobacteria with isolate codes B5(6) and B1(17) nitrogen-fixing rhizobacteria with isolate codes B1(17), B1(19), B3(10), B4(15), B3(12), B3(16), B3(19), B3(9), B4(12), B4(5), B5(13), B5(15), B5(19) and B5(9). The results showed that the amount of nitrate produced from 14 nitrogen-fixing rhizobacteria ranged from 35.07 to 45.42 ppm which was high and the highest concentration of nitrate was produced by isolate B5(19). In addition to producing nitrate, 2 isolates of nitrogen-fixing rhizobacteria and 2 isolates of phosphate-solubilizing rhizobacteria also produced IAA with concentrations between 31.99 – 62.23 ppm. These four rhizobacteria isolates have the potential as PGPR.Keywords : nitrogen fixing bacteria, phosphate solubilizing bacteria, rhizobacteria, IAA, PGPR ABSTRAKPGPR adalah bakteri tanah menguntungkan yang hidup bebas di daerah rhizosfer, yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan bersifat ramah lingkungan. PGPR memiliki kemampuan mendukung pertumbuhan tanaman dengan memproduksi dan mengubah konsentrasi beberapa fitohormon, sebagai penambat nitrogen, melarutkan fosfat dan sebagai agen antagonis. Salah satu hormon yang dihasilkan oleh PGPR adalah indole acetic acid (IAA). Penambatan nitrogen oleh PGPR akan menghasilkan nitrat yaitu salah satu bentuk nitrogen yang banyak diserap oleh tanaman. Pada penelitian sebelumnya diperoleh 14 isolatrizobakteri penambat nitrogen dan 2 isolat pelarut fosfat. Penelitian ini fokus pada pengujian kemampuan isolat rizobakteri dalam menghasilkan nitrat dan IAA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pada Analisis nitrat dan pH ada 15 perlakuan yaitu kontrol dan 14 isolat rhizobakteri penambat nitrogen.  Analisis IAA dilakukan pada 2 isolat bakteri pelarut fosfat dan 2 isolat bakteri penambat nitrogen. Isolat yang diuji dalam penelitian ini adalah rizobakteri pelarut fosfat dengan kode isolat B5(6) dan B1(17), rizobakteri penambat nitrogen dengan kode isolat  B1(17), B1(19), B3(10), B4(15), B3(12), B3(16), B3(19), B3(9), B4(12), B4(5), B5(13), B5(15), B5(19) dan B5(9). Hasil penelitian menunjukkan jumlah nitrat yang dihasilkan dari 14 rizobakteri penambat nitrogen berkisar antara 35,07 – 45,42 ppm yang tergolong tinggi dan konsentrasi nitrat tertinggi dihasilkan oleh isolat B5(19).  Selain menghasilkan nitrat, 2 isolat rizobakteri penambat nitrogen dan 2 isolat rizobakteri pelarut fosfat juga menghasilkan IAA dengan konsentrasi antara 31,99 – 62,23 ppm. Keempat isolate rizobakteri ini berpotensi sebagai PGPR.Kata kunci : bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut fosfat, rizobakteri, IAA, PGPR
PEWARISAN GEN KETAHANAN JAGUNG TERHADAP PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora maydis) Eko Hary Pudjiwati
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v3i2.1625

Abstract

ABSTRACTResistance to downy mildew is influenced by the source of the inherited resistance genes or parents used in the breeding program. In assembling maize varieties resistant to downy mildew, it is important to know the number and action of genes related to downy mildew resistance. This study aims to determine the number and action of genes from three hybrid varieties, namely varieties P21, P3 and NK 33 which will be used as parents. Populations of F1 and F2 from three commercial varieties of corn hybrids were used as genetic material in this study. The results showed that resistance to P. maydis was controlled by two pairs of genes with double dominant epistasis gene action for P21 variety and recessive dominant epistasis gene action for P3 and NK33 varieties. The heritability prediction value of resistance character for the three varieties was low. The genetic progress of resistance characters in P21 and NK33 varieties was low, while P3 varieties had high genetic progress values. The P3 variety can be used as a source of resistance genes for the assembly of maize varieties that are resistant to downy mildew, and selection should be carried out in the next generation.Keywords: Corn, Downy Mildew, Inheritance, Heritability, ABSTRAKKetahanan terhadap penyakit bulai dipengaruhi oleh sumber gen yang mewariskan ketahanan atau tetua yang digunakan dalam program pemuliaan. Dalam perakitan varietas jagung tahan penyakit bulai informasi jumlah dan aksi gen terkait  ketahanan penyakit bulai penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan aksi gen dari tiga varietas hibrida yaitu varietas P21, P3 dan NK 33 yang akan digunakan sebagai tetua. Populasi F1 dan F2 dari tiga varietas hibrida jagung komersial digunakan sebagai materi genetik dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan ketahanan terhadap P. maydis dikendalikan oleh dua pasang gen  dengan aksi gen epistasis dominan ganda untuk varietas P21 dan aksi gen epistasis dominan resesif untuk varietas P3 dan NK33. Nilai duga heritabilitas karakter ketahanan untuk ketiga varietas tergolong rendah.  Kemajuan genetik karakter ketahanan pada varietas P21 dan NK33 adalah rendah sedangkan varietas P3 mempunyai nilai kemajuan genetik tinggi. Varietas P3 dapat digunakan sebagai sumber gen ketahanan untuk perakitan varietas jagung yang tahan penyakit bulai, dan seleksi sebaiknya dilakukan pada generasi lanjut.Kata kunci: downy mildew, heritabilitas, jagung, pewarisan