Anik Suryaningrum
STIEBBANK Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Abnormal Return Dengan Strategi Analisis Fundamental Anik Suryaningrum
EBBANK Vol 2, No 1 (2011): EBBANK Vol.2 No.1 Juni 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.689 KB)

Abstract

Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa harga saham ternyata gagal untuk merefleksikan dengan segera publikasi informasi yang tersedia, khususnya informasi mengenai earnings. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data yang terdapat dalam laporan keuangan (data fundamental), sebagai upaya untuk mencari alternatif lain yang diharapkan dapat digunakan untuk menentukan harga saham dengan lebih baik.Dengan pengambilan sampel diambil secara purposive random sampling terhadap perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2005 dan 200 dan sahamnya aktif diperdagangkan selama periode tersebut. Diperoleh sebanyak 34 perusahaan yang memenuhi kriteria yang ditetapkan.Penelitian ini menggunakan 6 sinyal fundamental yaitu: persediaan (PERSD), piutang dagang (PD), pengeluaran modal (PM), margin kotor(MK), biaya penjualan dan administrasi (P&A) dan pajak efektif (PE). Sinyal fundamental dihitung dengan menggunakan model perubahan rata-rata 2 tahun sebelumnya. Sedangkan abnormal return dihitung dengan menggunakan model disesuaikan rata-rata dan model disesuaikan pasar. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana untuk mengetahui besarnya hubungan antara masing-masing sinyal fundamental (univariate regression), maupun seluruh sinyal fundamental (multivariate regression) terhadap CAR (cumulative abnormal return).Hasil empiris menunjukkan bahwa sinyal margin kotor (MK) mampu memprediksi abnormal return secara signifikan, yaitu dengan signifikansi nilai t sebesar 0,0726 (dengan model disesuaikan rata-rata) dan sebesar 0.0165 (dengan model disesuaikan pasar). Sedangkan kelima sinyal fundamental yang lain ternyata tidak mampu memprediksi abnormal return secara signifikan karena analisis statistik menunjukkan signifikansi nilai t yang lebih besar dari 0.1, masing-masing yaitu: PERSD = 0,4933 dan 0,2938, PD = 0,2171 dan 0,3119, PM = 0,2682 dan 0,3076, dan PE = 0,2208 dan 0,2333 (masing-masing untuk model disesuaikan rata-rata dan model disesuaikan pasar).
Meletakkan Harapan Besar Pada BMT Sebagai Solusi Pengembangan Perekonomian Umat Anik Suryaningrum
EBBANK Vol 4, No 1 (2013): EBBANK Vol.4 No.1 Juni 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.741 KB)

Abstract

Dengan semakin meningkatnya pemahaman dan pengamalan beragama, khususnya umat Islam, maka mereka juga makin berhati-hati dan selektif dalam menjalankan segala aktifitas, termasuk dalam berbisnis. Kegiatan perekonomian yang berbasis syari’ah menjadi alternatif usaha yang makin mendapat tempat di hati umat Islam.             BMT sebagai lembaga keuangan keuangan bukan bank yang berdasarkan prinsip-prinsip syaria’ah dan bergerak dalam skala mikro, melakukan kegiatan usaha dengan berdasarkan prinsip bagi hasil untuk menggantikan sistem bunga pada lembaga keuangan konvensional.            Melihat perkembangan BMT sejak awal berdirinya hingga sekarang yang sudah makin “menjamur” di mana-mana, dengan tetap harus mewaspadai praktik kecurangan yang mungkin ada, kita pantas mempunyai harapan besar akan kejayaannya di masa mendatang sebagai alat perjuangan untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat Indonesia. Walaupun setitik, adalah kenyataan bahwa BMT telah berada di garda terdepan dalam berdakwah secara nyata, riil, bil-haal “mengubah nasib umat” dalam kaca mata ekonomi kerakyatan sekaligus dalam kaca mata  berjihad, membangun peradaban umat yang berkembang dan benderang