Edy Anan
STIEBBANK Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Desentralisasi Fiskal dan Tingkat Korupsi Di Indonesia Edy Anan
EBBANK Vol 3, No 2 (2012): EBBANK Vol.3 No.2 Desember 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.26 KB)

Abstract

Prud’homme (1995) menyatakan bahwa otonomi daerah merupakan perluasan jaringan korupsi dari pusat menuju daerah. Begitu juga World Bank (2004) bahwa otonomi pengelolaan APBD oleh aparat daerah memberikan peluang terjadinya tindakan korupsi didaerah yang dapat mengancam terwujudnya good local governance. Selanjutnya Baga (2005) menyatakan bahwa desentralisasi fiskal seolah-olah dipandang akan menciptakan raja-raja kecil di daerah dan memindahkan korupsi ke daerah. Lebih lanjut Jaya (2010) menyatakan bahwa berlakunya undang-undang desentralisasi dan otonomi daerah telah mendorong dilaksanakannya akuntabilitas horizontal, namun juga menjadi peluang terjadinya saluran (channels) baru bagi praktik penyalahgunaan kekuasaan seperti korupsi, kolusi, nepotisme, politik uang (money politic), lobi-lobi (lobbying), suap (bribery) atau gratifikasi. Hal senada pernyataan Fatwa (2011) (dalam Suara Karya online, 2011) bahwa Dana transfer keuangan dari pusat ke daerah, baik dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK), rawan dikorupsi.Menurut Mustopadidjaja (2001) (dalam Khomsiyah, 2012) menyatakan bahwa Indonesia masih dipandang sebagai negara dengan resiko tinggi, dengan tingkat korupsi yang tinggi. Hal ini sejalan dengan hasil berbagai survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga internasional, yang selalu menempatkan Indonesia dalam urutan tertinggi dari negara yang paling korup di dunia. Dengan demikian pertanyaan utamanya adalah bagaimana korupsi di Indonesia? Bagaimana korupsi di daerah dengan adanya otonomi daerah dan desentralisasi fiskal? apakah desentralisasi fiskal mempunyai hubungan dengan tingkat korupsi di Indonesia?. Tulisan ini bermaksud untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas.
Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Bank Di Indonesia (Studi Kasus pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia Periode 2008-2012) Vivin Indarwati; Edy Anan
EBBANK Vol 5, No 2 (2014): EBBANK Vol.5 No.2 Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.061 KB)

Abstract

This study aimed to examine the effect of Operating Expenses to Operating Income (ROA), Loan to Deposit Ratio (LDR), and Equity to Assets Ratio (EAR) on Return on Assets (ROA). The sampling technique used is proposive sampling criteria Regional Development Bank (BPD) in Indonesia, which presents the financial statements the period 2008-2012. The analysis technique used is multiple regression with least squares equation and hypothesis testing using t test to test the partial regression coefficient and F test to examine the mean effect together with the level of significance of 5%. It also performed classical assumption that include tests of normality, multicollinearity, heteroscedasticity test and autocorrelation test.Based on the classical assumption has been made that the variable is not found to deviate from the classical assumption. This shows the available data has been qualified using multiple linear regression model. The results of this study indicate that the variable ROA significant negative effect on ROA. LDR variable positive and significant impact on ROA. EAR variable positive and significant impact on ROA. Predictive ability of these three variables on ROA in the study by 75.9%, while the remaining 24.1% is influenced by other factors not included in the research model
Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Jakarta Edy Anan
EBBANK Vol 3, No 2 (2012): EBBANK Vol.3 No.2 Desember 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.424 KB)

Abstract

Laporan keuangan menjadi salah satu sumber informasi penting bagi investor untuk mengetahui kondisi perusahaan. Investor dapat menggunakan laporan keuangan yang telah tersedia untuk mengevaluasi kinerja perusahaan yang telah tercatat di pasar modal sebelum mengambil keputusan saham perusahaan mana yang akan dibeli dengan anggapan bahwa investasi tersebut akan memberikan tingkat kembalian lebih besar daripada investasi di perusahaan lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan masing–masing perusahaan dan bersumber dari Indonesian Capital Market Directory. Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta 2005,2006 dan tahun 2007. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria tersebut ada 40 perusahaan. Untuk membuktikan hipotesis diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda, uji F, dan uji t dan untuk membuktikan tidak ada penyimpangan pada hasil regresi diuji dengan uji asumsi klasik (multikolinearitas, autokorelasi, dan heterokedastisitas).Pengujian menggunakan program bantuan  SPSS For  Windows, yang  menunjukkan bahwa semua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Besarnya pengaruh variabel independen terhadap harga saham adalah sebesar 68,2% yang berarti bahwa harga saham lebih banyak dipengaruhi oleh ke empat variabel independen yang ada dalam penelitian sedangkan sisanya sebesar 32,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Apabila dilihat secara individu dari ketiga variabel independen ada satu variabel yaitu EPS yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Sedangkan variabel ROE, DER dan DPR tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.