Moh Arif Setiawan
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OBE Curriculum Design Integrated with SKKNI as a Pillar for Implementing Merdeka Belajar in the Mechanical Engineering Vocational Education Program Ariwibowo, Bayu; Bahtiar, Fahmy Zuhda; Budiyanto, Budiyanto; Setiawan, Moh Arif
International Journal of Active Learning Vol. 9 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Graduates of the Vocational Education in Mechanical Engineering (PVTM) program at Ivet University have predominantly pursued careers in relevant fields of expertise. A total of 87% of alumni work as educators. According to the graduate profile, PVTM alumni are also projected to become industry instructors and entrepreneurs. However, a key issue arises regarding the implementation of the Indonesian National Qualification Framework (KKNI) curriculum in PVTM, which remains focused on less adaptable skills, leading to concerns about graduates' competencies in the industry. By integrating the concept of Outcome-Based Education (OBE) with the Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI) in the technical schema, graduate competencies are expected to be strengthened and better recognized in the industry. This study aims to design an OBE-integrated curriculum aligned with SKKNI to support the implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) initiative in the Vocational Education in Mechanical Engineering program at Ivet University. The research employed the Borg and Gall research and development methodology, culminating in a hypothetical model represented by a draft curriculum ready for trial implementation. The findings resulted in an OBE-integrated curriculum draft aligned with SKKNI, targeting the Level IV Welding Inspector occupational schema, comprising: (1) Eighteen study topics forming eight core courses within the program; (2) A curriculum integrated with three key concepts: OBE, SKKNI, and Welding Inspector; (3) Study topics applicable to Merdeka Belajar activities such as independent studies, student exchange programs, and projects; (A survey of 10 expert respondents, where 83% strongly agreed, 12% agreed, and 5% were neutral regarding the draft curriculum's feasibility. Thus, it can be concluded that the developed curriculum draft is suitable for trial implementation.
Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Dra. Kemas Vivi Andayani. M.Si.; Setiawan, Moh Arif
Jurnal Arastirma Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ARASTIRMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jaras.v6i1.58438

Abstract

Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif untuk menguji hubungan antarvariabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan yang berjumlah 60 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk mengetahui pengaruh parsial, uji F untuk mengetahui pengaruh simultan, serta koefisien determinasi untuk melihat besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 5,483 yang lebih besar dari t tabel 1,672 serta nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 4,894 yang lebih besar dari t tabel 1,672 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Secara simultan, disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F hitung sebesar 21,231 yang lebih besar dari F tabel 3,159 dan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan sekitar 42,7% variasi kinerja pegawai. Implikasi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dilakukan melalui penguatan disiplin kerja dan peningkatan motivasi kerja. Pihak manajemen instansi perlu menerapkan kebijakan yang mendorong kepatuhan terhadap aturan kerja, meningkatkan kesadaran tanggung jawab pegawai, serta memberikan dorongan motivasi baik secara intrinsik maupun ekstrinsik melalui penghargaan, pembinaan, dan lingkungan kerja yang kondusif. Dengan demikian, upaya peningkatan disiplin dan motivasi kerja diharapkan mampu meningkatkan kualitas, produktivitas, dan efektivitas kinerja pegawai dalam mencapai tujuan organisasi.