Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEKTE KEAGAMAAN DI LINGKUNGAN PENGIKUT KRISTIANI Ahmad Jais
Tsaqofah Vol 18 No 02 (2020): December 2020
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v18i02.3652

Abstract

Religion is considered as an answer to the weakening belief in modernization because modernization is considered to have a negative and destructive impact on human existence as evidenced by the increase in spiritualism among religious followers. The revival of religious spiritualism is not in conventional religions but there is a tendency to enter into spiritual schools, cults and religious sects. Likewise for Christian adherents in Bandung City, West Java. There are several reasons why the author should appoint a religious sect in the Christian Community of Bandung City because Bandung is the center of the movement of Jehovah's Witnesses for seven (7) cities in West Java, so they often mention his movement with the Jehovah's Witnesses or known as JW 07.
MATAN KEYAKINAN DAN CITA-CITA HIDUP MUHAMMADIYAH DALAM PERSPEKTIF TAJDID FIL-ISLAM Ahmad Jais
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v8i1.72

Abstract

Unsur-unsur yang harus ada pada setiap ideologi adalah adanya pandangan komprehensif tentang manusia dan dunia, alam semesta di mana manusia hidup, adanya rencana penataan kehidupan sosial dan politik berdasarkan paham tersebut, adanya kesadaran dan pencanangan bahwa realisasi rencana dengan tertib di atas membawa perjuangan dan pergumulan yang menuntut perombakan dan perubahan, adanya usaha mengarahkan masyarakat untuk menerima secara yakin perangkat paham serta kerja yang diturunkan dari perangkat paham tersebut, adanya usaha menjangkau lapisan masyarakat seluas mungkin, meskipun sangat diandalkan sekelompok kecil manusia yang merupakn otak pembina.
AKSEPTABILITAS MASYARAKAT KALIMANTAN BARAT TERHADAP PRODI STUDI AGAMA AGAMA IAIN PONTIANAK Ahmad Jais; Abdullah Syifa
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian Vol 7 No 2 (2022): Scientia
Publisher : LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/sci.v7i02.2743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat akseptabilitas masyarakat kalimantan barat terhadap Prodi Studi Agama Agama IAIN Pontianak. pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah Qouta Sampling dengan jumlah kouta 1500. Peneliti akan menilai kelayakan isi item kuesioner dengan menggunakan expert judgment sebagai ahli. Penelitian ini juga akan melakukan focus group discussion (FGD) dengan menghadirkan beberapa tokoh lintas agama dan masyarakat. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dengan memperhatikan mean, modus, median, serta simpangan bakunya. Adapun kriterianya adalah sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Hasil dari penelitian ini adalah akseptabilitas aspek persepsi pada Prodi Studi Agama Agama di Kalimantan Barat yang meliputi 10 wilayah kabupaten dan juga kota memiliki kategori tinggi dengan tanggapan dengan nilai frekuensi terbanyak 616 responden (40,85%). Kategori rendah sebanyak 534 (35,41%) responden. Kategori sangat rendah dan sangat tinggi memiliki tanggapan 217 (14,39%) dan 141 responden (9,35%). Adapun akseptabilitas di wilayah Kalimantan Barat terkait keberadaan Prodi Studi Agama Agama memiliki kategori rendah dengan nilai frekuensi terbanyak 717 responden (47,55%). Kategori tinggi dan sangat tinggi memiliki tanggapan secara berurutan yakni 431 (28,58%) dan 189 responden (12,53%). Kesimpulannya adalah Prodi Studi Agama Agama IAIN Pontianak memiliki persepsi yang tinggi dalam hal perlu adanya Program Studi yang memang berfokus dalam mengarahkan moderasi beragama pada satuan Pendidikan tinggat Institut/Universitas. Namun secara keseluruhan siswa SMA/MA yang menjadi sampel penelitian akseptabilitas Prodi Studi Agama Agama di Kalimantan Barat memiliki penerimaan yang rendah.