Nana Suryapermana
IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Muhammad Abduh: Potret Pembaharu dengan Ide Pemurnian dan Modernisme Nana Suryapermana
Tsaqofah Vol 7 No 1 (2009): June 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i1.3479

Abstract

Modern atau modernisme adalah sebuah istilah yang sangat akrab dan populer, balk dalam bahasa percakapan sehari-hari maupun dalam bahasa akademis. Akan tetapi istilah ini pengertiannya masih kabur, dan belum ada kata sepakat apa itu sebenarnya modernisme. Istilah modernisme dipadamkan dengan "pembaharuan" dalam bahasa Indonesianya. Kata padanan ini sebetulnya tidak terlalu tepat apabila merujuk kepada arti kata modern dalam bahasa aslinya, karena modern yang terambil dan akar kata "modo" dalam bahasa latin bermakna "masa kini" atau "mutakhir".
Peranan Pendidikan Keluarga Islam dalam Mengantisipasi Perkembangan Informasi Nana Suryapermana
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3492

Abstract

Informasi adalah proses penyampaian dari sebuah kejadian kepada seseorang atau kepada orang banyak tentang sesuatu untuk diketahui atau yang ingin di ketahui. Sejak jaman primitive hingga sekarang, semua kelom-pok manusia bergantung kepada perm komunikasi tatap muka atauberhadap-hadapan. Namun manusia memerlukan sistem penyampaian informasi untuk mengatasi keterbatasan lingkup, waktu dan ruang. Informasi pada masa lampau dilakukan dengan alat-alat yang sangat sederhana, yaitu dari cars penyampaian "mulut ke mulut", menggunakan asap atau suara-suara benda-benda dengan kode-kode tertentu, bahkan sampai menggunakan menara-menara yang diharapkan dapat mempercepat dan memperluas hubungan komunikasi. Kemajuan cara-cara komunikasi manusia terus berkembang, hingga ditemukannya cara-cara menulis, informasi dapat disampaikan secara lebih lugs lagi.
BENARKAH TUHAN SESATKAN RIZKI MANUSIA Nana Suryapermana
QATHRUNÂ Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuhan menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepadaNya. Manusia dituntut untuk wajib patuh dan mengabdi, dan menyembahnya dengan tulus ikhlas tanpa kecuali baik perempuan , mapun laki laki, baik yang sehat maupun yang sakit , bahkan mungkin yang sedang menghadap syakaratul mautpun jika bisa atas kehendak Tuhan diwajibkan terus mengabdi dan menyebah Tuhan dengan mengagugkan nama Tuhan, entah ibadah sholatnya dengan hati, dengan kedipan mata, dengan gerakan tangan saja atau hanya dengan menyebut nama Tuhan. Sebagai bukti, bahwa yang sedang syakaratul maut itu suka diajarkan ke telinganya Kalimat Lailahaillallah Muhammadarasullallah, ini pertanda bahwa manusia hingga mau di jemput ajalpun wajib mengingat dan menyembah kepada Allah. Oleh karena itu wajar saja jika Allah menurunkan ayat yang artinya: “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ( Al-Quran : 56) “ Mungkin tidak berlebihan jika saya sampaikan pendapat seorang pakar pendidikan Islam tentang mengapa Allah menciptakan manusia. Akbar (1992 : 227 ) mengatakan bahwa “ Allah menciptakan manusia , karena Allah itu Esa, sebagai Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa dan Dia menginginkan kesenangan dan keutuhan dari apa yang Dia cipta. Pernyataan ini sah – sah saja adanya, karena berdasarkan pemikiran dan keilmuannya. Bahkan siapapun memiliki hak untuk menyatakan dalam hal yang berbeda. Begitu juga menurut saya, bahwa Allah menciptakan manusia kedunia yang diawali dengan menciptakan Adam bukan saja harus beribadah semata seperti yang tercatat dalam ayat tersebut diatas, tetapi Allah menciptakan manusia itu hanya karena Allah ingin diakui oleh umatnnya bahwa Dia ada. Dia ingin semua makhluk yang ada di dunia ini mengakui eksistensiNya. Dia ingin manusia bahkan semua makhluknya mengagungkan namaNya. Ingin semua makhluk hidup yang ada dimuka bumi bahkan yang ada di alam ghaibpun turut menyembah dan memuji, lalu mensyukuri dan mengakui bahwa Dia ( Allah) itu ada dan berkuasa. Jika Dia tidak menciptakan mahluknya, siapa yang akan mengatakan bahwa Dia itu ada, Siapa yang akan menyembahNya.Jadi benar apa yang dikatakan Akbar ( 1992 : 56) , “ Allah ingin kesenangan dengan menciptakan manusia “. Artinya dengan menciptakan manusia dan segala isinya , maka Dia akan dipuji dan dipuja oleh makhluknya,oleh karena itu bagi yang memuji, mengagungkan dan menyembahNya dengan baik, maka dijanjikan berbagai macam kesenangan di Syurga dari mulai minuman, makanan, pakaian hingga bidadari yang selalu dalam keadaan Perawan sekalipun selalu dipakai/digauli dan tidak pernah merasakan Menstruasi ataupun Mencret (Zainuddin, MZ). Semua itu hadiah terbesar dan terdahsyat dari Allah. Allah merasa senang, karena makhluknya senantiasa memuji dan menyembahNya dengan keimanan dan ketaqwaan.