Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Indonesia Modern: Telaah Pemikiran Awal Nurcholish Madjid Mohamad Rohman
Tsaqofah Vol 6 No 02 (2008): December 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i02.3503

Abstract

Membangun Indonesia Modern, kalimat ini tidak terlepas dari sosok intelektual Nurcholish Madjid, dalam tulisannya terutama seputar hubungan Islam dan program modernisasi Indonesia yang juga mencerminkan evolusi pemikirannya seputar permasakihan itu. Dan modernisasi menurutnya ialah rasionalisasi dan bukan westernisasi dan pemikirannya yang lain yaitu Keharusan Pembaharuan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat. Dalam tulisan penulis berusaha memaparkan kedua pemikiran Nurcholish Madjid terutama, membangun Indonesia Modern. Kata Kunci : Nurcholishd Madjid, Modernisasi,Rasionalisasi, westernisasi.
Ideology and Social Process of Veil Use Among Generation Z: A Social Construction Approach Mohamad Rohman; Fahrurrazi, A.M.; Raharja, Hatta
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1631

Abstract

Abstrak Artikel ini mengkaji ideologi di balik perempuan Generasi Z di Indonesia yang mengenakan jilbab dan bagaimana mereka menginternalisasi serta mengeksternalisasikannya dalam masyarakat yang sering memandangnya sebagai bentuk kesopanan yang tidak biasa. Banyak penelitian telah dilakukan tentang jilbab, namun isu ini tetap menarik. Meskipun jilbab merupakan fenomena global, signifikansi ideologisnya sangat dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan psikologis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Generasi Z di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengenakan jilbab. Data dianalisis menggunakan pedoman semi-terstruktur dan direkam, dan hasilnya disajikan apa adanya, tanpa diedit. Sumber data sekunder meliputi tulisan akademis, seperti buku dan jurnal. Dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger, analisis ini mengeksplorasi bagaimana pemahaman perempuan-perempuan ini tentang jilbab membentuk konsep diri mereka dan bagaimana mereka mempromosikan penerimaan masyarakat melalui proses eksternalisasi dan internalisasi. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan jilbab tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kenyamanan, pengendalian diri, dan faktor sosiologis seperti perlindungan, dan tidak terkait dengan radikalisme Untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan moderat, kebijakan universitas harus mendorong dialog antar kelompok dan penerimaan yang lebih besar terhadap beragam praktik kesopanan. Kata kunci: Tabir, Ideologi; Eksternalisasi; Internalisasi; dan Proses Sosial  Abstrak Artikel ini mengkaji ideologi di balik perempuan Generasi Z di Indonesia yang memakai cadar dan bagaimana mereka menginternalisasi dan mengeksternalisasikannya dalam masyarakat yang sering memandangnya sebagai bentuk kesopanan yang tidak biasa. Banyak penelitian telah dilakukan tentang cadar, namun masalah ini tetap menarik. Meskipun cadar adalah fenomena global, signifikansi ideologisnya sangat dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan psikologis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Generasi Z di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengenakan cadar. Data dijelaskan menggunakan pedoman semi-terstruktur dan dicatat, dan hasilnya disajikan apa adanya, tanpa pengeditan. Data sekunder bersumber dari tulisan akademis, seperti buku dan jurnal. Dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger, analisis ini mengeksplorasi bagaimana pemahaman perempuan ini tentang kadar membentuk konsep diri mereka, dan bagaimana mereka mempromosikan penerimaan masyarakat melalui proses eksternalisasi dan internalisasi. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan cadar tidak dipandang melulu sebagai kewajiban, tetapi dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kenyamanan, pengendalian diri, serta faktor sosiologis seperti perlindungan, dan tidak terkait dengan radikalisme. Untuk menumbuhkan masyarakat yang lebih inklusif dan moderat, kebijakan universitas harus mendorong dialog antarkelompok dan penerimaan yang lebih besar terhadap praktik penutupan aurat yang beragam. Kata Kunci: Cadar; Ideologi; Eksternalisasi; Internalisasi; dan Proses Sosial
Subordinasi dan Emansipasi Perempuan dalam Novel Al-Hujurat Karya Sherine Sami (Kajian Feminisme Marxis) Muhammad Mahdi; Mohamad Rohman
Jurnal Sathar Vol 4 No 1 (2026): Sathar: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/js.v4i1.657

Abstract

This study aims to analyze women's subordination and emancipation in the novel Al-Hujurat by Sherine Sami using the Marxist feminism approach. The method used is qualitative descriptive with the novel as the data source. Data collection techniques were carried out through reading and note-taking, while data analysis used Marxist feminism concepts. The results show that the female character experiences subordination in the forms of patriarchal system, exploitation, social reproduction, economic dependency, gender-based division of labor, alienation, and internalization of patriarchal ideology. However, the female character also undergoes an emancipation process through critical consciousness (class consciousness) that emerges gradually, from questioning injustice, recognizing patterns of repeated violence, to making decisions to save herself and determine her own destiny. Thus, the novel Al-Hujurat not only depicts women's subordination within the patriarchal system but also demonstrates that critical consciousness can become the foundation for emancipation toward liberation from oppressive structures.