Abstrak Artikel ini mengkaji ideologi di balik perempuan Generasi Z di Indonesia yang mengenakan jilbab dan bagaimana mereka menginternalisasi serta mengeksternalisasikannya dalam masyarakat yang sering memandangnya sebagai bentuk kesopanan yang tidak biasa. Banyak penelitian telah dilakukan tentang jilbab, namun isu ini tetap menarik. Meskipun jilbab merupakan fenomena global, signifikansi ideologisnya sangat dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan psikologis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Generasi Z di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengenakan jilbab. Data dianalisis menggunakan pedoman semi-terstruktur dan direkam, dan hasilnya disajikan apa adanya, tanpa diedit. Sumber data sekunder meliputi tulisan akademis, seperti buku dan jurnal. Dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger, analisis ini mengeksplorasi bagaimana pemahaman perempuan-perempuan ini tentang jilbab membentuk konsep diri mereka dan bagaimana mereka mempromosikan penerimaan masyarakat melalui proses eksternalisasi dan internalisasi. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan jilbab tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kenyamanan, pengendalian diri, dan faktor sosiologis seperti perlindungan, dan tidak terkait dengan radikalisme Untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan moderat, kebijakan universitas harus mendorong dialog antar kelompok dan penerimaan yang lebih besar terhadap beragam praktik kesopanan. Kata kunci: Tabir, Ideologi; Eksternalisasi; Internalisasi; dan Proses Sosial Abstrak Artikel ini mengkaji ideologi di balik perempuan Generasi Z di Indonesia yang memakai cadar dan bagaimana mereka menginternalisasi dan mengeksternalisasikannya dalam masyarakat yang sering memandangnya sebagai bentuk kesopanan yang tidak biasa. Banyak penelitian telah dilakukan tentang cadar, namun masalah ini tetap menarik. Meskipun cadar adalah fenomena global, signifikansi ideologisnya sangat dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan psikologis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Generasi Z di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengenakan cadar. Data dijelaskan menggunakan pedoman semi-terstruktur dan dicatat, dan hasilnya disajikan apa adanya, tanpa pengeditan. Data sekunder bersumber dari tulisan akademis, seperti buku dan jurnal. Dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger, analisis ini mengeksplorasi bagaimana pemahaman perempuan ini tentang kadar membentuk konsep diri mereka, dan bagaimana mereka mempromosikan penerimaan masyarakat melalui proses eksternalisasi dan internalisasi. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan cadar tidak dipandang melulu sebagai kewajiban, tetapi dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kenyamanan, pengendalian diri, serta faktor sosiologis seperti perlindungan, dan tidak terkait dengan radikalisme. Untuk menumbuhkan masyarakat yang lebih inklusif dan moderat, kebijakan universitas harus mendorong dialog antarkelompok dan penerimaan yang lebih besar terhadap praktik penutupan aurat yang beragam. Kata Kunci: Cadar; Ideologi; Eksternalisasi; Internalisasi; dan Proses Sosial