Ahmad Sugiri
uin sultan maulana hsanuddin banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Islam di Persimpangan Jalan Ahmad Sugiri
Tsaqofah Vol 15 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i2.3380

Abstract

Sejak masa-masa paling awal Islamisasi Nusantara, tradisi pendidikan dan pengajaran Islam telah muncul dan berperan penting dalam mentransmisikan ajaran Islam kepada masyarakat. Pada mulanya orientasinya hanya terbatas pada pengajaran membaca AlQur’an, pelajaran tatacara shalat dan kewajiban-kewajiban pokok agama. Dalam tradisi masyarakat Jawa, sistem pendidikan seperti ini dikenal dengan Nggon Ngaji. Setelah ‘tamat’ dari lembaga tersebut, sebagian anak-anak muslim kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu pesantren, suatu lembaga pendidikan tradisional Islam di Indonesia.Saampai saat ini para ahli masih memperdebatkan istilah dan asal-usul lembaga pendidikan tradisional Islam tersebut. Namun, terlepas dari semua itu, pesantren telah berperan penting dalam proses penyebaran dan pendalaman ilmu-ilmu keislaman kepada masyarakat. Sampai dengan awal abad ke-19 Indonesia memang belum mengenal sistem pendidikan modern atau pendidikan model Belanda. Indonesia hanya mengenal satu jenis pendidikan yang disebut dengan “Lembaga pengajaran asli,” yaitu sekolah-sekolah agama dengan berbagai bentuknya (mesjid, Langgar, Surau, Pesantren).