Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gerakan Sosial Keagamaan Thariqah ‘Alawiyyin Ahmad Saepudin
Tsaqofah Vol 18 No 1 (2020): June 2020
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v18i1.3181

Abstract

Religious social movement that the author means a discussion of religious problems does not lie in the controversy found in religious teachings. Nor does it lie in the interpretation of the verses that give guidance on the worship of ubudiyah and syariah muamalah. The emphasis is more on how to influence the process of taking public policy to comply with the sharia. When viewed in terms of the characteristics of social relations, such religious movements can develop social relations that are exclusively closed, in the sense of involving only themselves, or commit monopolistic actions on the various resources they have. But it can also develop social relationships that are inclusive open, in the sense of wanting to engage in movements outside the group, as long as in the spirit of upholding Islamic law. The religious movement through the development of tariqah 'Alawi is now more popular with the movement of the practice of tariqah Al-Haddadiyyah.
Resolusi Konflik Antar Umat Beragama Ahmad Saepudin; Deni Miharja
Jurnal Perspektif Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v6i2.181

Abstract

Resolusi konflik menjadi suatu bagian alat untuk mempersatukan antar-umat beragama dengan jalan cara mendamaikan melalui berbagai pendekatan baik secara akademisi atau melalui solusi praktisi. Dalam hal ini, menjadi sangat penting bagi para akademisi terutama bagi mahasiswa harus memiliki sikap solusi dalam memecahkan persoalan baik intern agama maupun antar-umat beragama. Terlebih persoalan tersebut dimunculkan atas adanya isu dari agama, tetapi pada dasarnya tidak ada agama yang mengajarkan untuk saling memusuhi satu sama lain, melainkan untuk saling menjaga perdamaian dan saling tolong-menolong serta saling menghargai tali persaudaraan antar umat beragama. Meskipun lebih dikedepankan sistem kerjasama masalah sosial kemanusiaan, paling tidak keutuhan manusia hidup di dunia terutama dalam beragama merasa nyaman dalam ajaran agama masing-masing. Maka dari itu, penulis memberikan bentuk salah satu bagian dari solusi melalui jalan dialog dan jalan resolusi lainnya
Sosialisasi Dan Pengenalan Literasi Ekonomi Syariah Di Kalangan Remaja SMK Pelita Nusa Subang Ahmad Damiri; Ahmad Saepudin; Asep Dede Kurnia; Harkit Rahmawati; Pajri Ainul Yakin
ADINDAMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): ADINDAMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STIE Syariah Indonesia Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/vwxzkw18

Abstract

Rendahnya tingkat literasi ekonomi syariah di kalangan remaja menjadi tantangan dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Hasil observasi awal di SMK Pelita Nusa Subang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mengenal berbagai aktivitas ekonomi digital, seperti marketplace, dompet digital, dan mobile banking, namun pemahaman mereka mengenai prinsip-prinsip ekonomi syariah masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran siswa mengenai konsep serta implementasi ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi tahap pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 51,32 pada pre-test menjadi 95,00 pada post-test. Hasil analisis N-Gain sebesar 0,897 menunjukkan bahwa program berada pada kategori efektivitas tinggi atau sangat berhasil. Selain meningkatkan aspek kognitif, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan kesadaran peserta terhadap pentingnya menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, termasuk dalam penggunaan layanan keuangan digital dan pengembangan usaha. Dampak kegiatan ini terlihat dari meningkatnya literasi ekonomi syariah, tumbuhnya sikap kritis terhadap transaksi yang tidak sesuai syariah, serta meningkatnya minat siswa terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman ekonomi yang lebih baik, beretika, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Program Pelatihan Digital Marketing untuk Remaja Masjid: Menciptakan Enterpreneur Muda Islami di Desa Karyamekar Pasirwangi Garut : Pengabdian Eti Jumiati; Puspita Chairun Nisa; Wati Rahayu; Ahmad Saepudin; Iman Sulaeman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5253

Abstract

The Digital Marketing Training Program for Mosque Youth in Karyamekar Village, Pasirwangi, Garut, was implemented as a form of community service aimed at improving digital literacy, entrepreneurial skills, and developing the character of ethical young Islamic entrepreneurs. This activity used a participatory approach through preparation, training, and ongoing mentoring. Participants, consisting of mosque youth aged 15–24, were trained in digital content creation, Islamic personal branding, and the use of business social media such as Instagram and WhatsApp Business. The results of the activity showed a significant increase in participants' knowledge and skills, marked by an average increase of 30% in post-test scores and the creation of independently managed digital business accounts. When compared with ten relevant studies in the past five years, this program excels in integrating Islamic values ​​and implementing a continuous mentoring system, which emphasizes the importance of religious ethics and the sustainability of digital training. Thus, this program not only contributes to improving participants' technical competence but also demonstrates that mosques can play a strategic role as centers for technology-based economic, social, and spiritual empowerment in rural areas.