Hadi Saroso
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN BIO-BRIKET DARI SABUT KELAPA DAN SERBUK KAYU JATI DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT TEPUNG TAPIOKA Hilda Nur Haliza; Hadi Saroso
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.308

Abstract

Meningkatnya perkembangan industri pengolahan kelapa di Indonesia sehingga banyak menghasilkan limbah biomassa yaitu sabut kelapa, dimana limbah tersebut banyak yang tidak diolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil kualitas di dalam biobriket dari campuran sabut kelapa dan serbuk kayu jati dan untuk mengetahui variasi campuran limbah sabut kelapa dengan serbuk kayu jati terhadap persen kadar air dan nilai kalor serta laju pembakaran didalam briket. Dengan variabel perbandingan jumlah bahan dengan menggunakan perekat 10:10, 10:20 dan 10:30. Dan tanpa menggunakan perekat dengan perbandingan 10:10, 10:20 dan 10:30. Pengujian dilakukan dengan mencari nilai kalor, kadar air dan hasil dari pembakaran. Sehingga hasil yang akan diperoleh adalah kualitas dari bio briket. Komposisi briket yang terbaik dalam bahan baku yang menggunakan perekat pada perbandingan (60:40), memiliki kadar air 5,9%, Nilai kalor 5974 kal/gram, dan laju pembakaran sebesar 1,858 kal/detik. Komposisi briket berbahan baku tidak menggunakan perekat pada perbandingan (50:50), dengan hasil yang diperoleh kadar air 6,2 %, Nilai kalor 7607 kal/gram dan laju pembakaran sebesar 1,591 kal/detik. Semua komposisi briket dalam penelitian ini telah memenuhi standar ketentuan SNI No. 01- 6235-2000 tentang briket arang kayu dan SNI No. 19-4791-1998 tentang briket sabut kelapa.
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN Ca(OH)2 TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK PADA PENGUAPAN NIRA TEBU Anisa Tri Sudarmaji; Hadi Saroso
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.291

Abstract

Tebu sangat potensial dikembangkan di Indonesia karena kebutuhan gula pasir yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Dalam proses pembuatan gula pasir proses pemurnian dan penguapan merupakan hal penting yang harus diperhatikan agar mendapatkan produk maksimal. Selain itu kualitas gula pasir yang dihasilkan dipengaruhi oleh bahan baku utama yaitu nira tebu. Karena sifat dari nira tebu yang mudah rusak karena memiliki pH asam maka untuk menanggulangi hal tersebut perlu ditambahkan bahan yang bersifat basa yaitu kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan susu kapur terhadap pembentukan kerak selama proses, menentukan konsentrasi penambahan larutan susu kapur yang baik agar didapatkan kerak dengan jumlah minimal serta untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pemanasan terhadap massa kerak yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan konsentrasi susu kapur sebesar 4,6%; 14,8%; dan 20,6% serta analisa ANOVA menggunakan Microsoft excel dengan memvariabelkan suhu pemanasan (100 dan 120 oC) dan waktu pemanasan (3 dan 6 jam). Dari penelitian diperoleh hasil terbaik dengan penambahan konsentrasi susu kapur sebesar 4,6% dengan nilai pH akhir sebesar 8,98 serta suhu penguapan sebesar 100 oC dengan lama waktu penguapan 3 jam dengan massa kerak 0,036 gram