Josep Kristian Lubis
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Penderita TB Paru Terhadap Pengobatan Dengan Strategi Directly Observed Treatment Shortcouse (DOTS) di Rumah Sakit Horas Insani Josep Kristian Lubis
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 4 (2019): November 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9420

Abstract

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that is still a major health problem and needs to be treated intensively in developing countries, including Indonesia. To overcome this, since 1995 Indonesia adopted the DOTS strategy recommended by WHO and this strategy is considered quite effective. This descriptive research was conducted at Horas Insani Hospital, Pematangsiantar. This study aims to identify the perception of pulmonary tuberculosis patients on treatment with the DOTS strategy at Horas Insani Hospital. The research respondents were 40 pulmonary tuberculosis patients who were being treated at Horas Insani Hospital, which were selected using a total population sampling technique. Data was collected using a questionnaire with a Likert scale. The results showed that patients with pulmonary tuberculosis had a positive perception of treatment with the DOTS strategy.Keywords: perception of patients with pulmonary tuberculosis; DOTS strategy ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih merupakan masalah kesehatan utama dan perlu untuk ditangani secara intensif di negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, sejak tahun 1995 Indonesia mengadopsi strategi DOTS yang direkomendasikan oleh WHO dan strategi ini dipandang cukup efektif. Penelitian deskriptif ini dilakukan di Rumah Sakit Horas Insani, Pematangsiantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi penderita tuberkulosis paru terhadap pengobatan dengan strategi DOTS di Rumah Sakit Horas Insani. Responden penelitian adalah 40 pasien tuberkulosis paru yang sedang dalam pengobatan di Rumah Sakit Horas Insani, yang dipilih dengan teknik total population sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan kuesioner dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita tuberkulosis paru mempunyai persepsi positif terhadap pengobatan dengan strategi DOTS.Kata kunci: persepsi penderita tuberkulosis paru; strategi DOTS
PENDAMPINGAN DAN PENYULUHAN PADA KADER KELURAHAN SUKAMAJU MELALUI EDUKASI PENANGANAN AWAL SESAK NAFAS DENGAN TEHNIK PURSED LIP BREATHING DAN PRONING POSITION Josep Kristian Lubis
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 4 No. 1 (2022): Juli: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i1.656

Abstract

Sesak napas adalah gejala yang umum terlihat sebagai perasaan nyeri karena kesulitan bernapas, napas menjadi pendek (sesak napas) dan pasien merasa tercekik pada saat bernapas. Sesak nafas dapat terjadi pada pasien dengan gangguan sistem pernafasan seperti penyakit penyakit paru obstruksi ronik (PPOK), TB Paru, Asma Bronhial , ISPA, pneumonia dan Covid 19 dan penyakit pernafasan lainnya. Salah satu cara untuk mengurangi sesak nafas dengan melakukan Pursed Lip Breathing dan proning position. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan pada pasien yang mengalami gangguan sistem pernafasa dengan tanda dan gejala sesak nafas / dyspnea. Adapun solusi pada kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan kepada mengenai penangan sesak nafas dengan Pursed Lip Breathing dan proning position. Pengukuran frekuensi nafas dan saturasi oksigen dan membentuk tim pemantau di setiap RT yang bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan warga yang memiliki riwayat penyakit dengan gejala sesak melaui kartu monitor dan bekerjasama dengan pihak puskesmas setempat.