Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Global Health Science (GHS)

PENGARUH MASA KERJA TERHADAP KEJADIAN VERTIGO PADA PENYELAM TRADISIONAL Johanis Hursepuny; Luthfy Latuconsina
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.674 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.149

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 13.677 pulau dan 2/3 diantaranya adalah wilayah laut, dimana sebagian besar penduduk pesisir mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan.Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat antara lain; penangkapan ikan, lobster, teripang, abalone dan mutiara. Kegiatan tersebut dilakukan dengan melakukan penyelaman sampai dengan beberapa puluh meter di bawah laut, karena lobster, teripang, abalone dan mutiara banyak terdapat di dasar laut. Penyelaman ini banyak dilakukan oleh masyarakat pesisir karena ikan jenis tertentu, lobster, teripang dan mutiara mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini juga yang dilakukan oleh masyarakat desa Liang Kecamatan Salahutu,namun proses penyelaman yang mereka lakukan masih bersifat tradisional dengan menggunakan peralatan seadanya secara terus menerus dan dalam waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan timbulnya banyak keluhan seperti gangguan pendengaran, pusing dan sakit kepala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masa kerja menyelam dengan kejadian vertigo pada penyelam tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan data lama menyelam sebagai input . Hasil uji chi squre menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan masa kerja dengan kejadian vertigo yang ditunjukkan dengan nilai p =0,000 Kata Kunci: Penyelam, Vertigo, Masa kerja
HUBUNGAN PENGUNAAN ALAT PENYELAM TRADISIONAL DENGAN KEJADIAN BAROTRAUMA Irhamdi Achmad; Julaila Soulisa; Luthfy Latuconsina
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.989 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.8

Abstract

Penyelam tradisional hanya mengandalkan cara tahan napas untuk menyelam, yang dikenal juga sebagai breath-hold diving. Hal yang sangat memprihatinkan adalah penyelam tradisional tidak menyadari berbagai akibat yang terjadi. Faktor ketidaktahuan akan metode menyelam yang benar dan aman, serta anggapan bahwa hal itu sudah menjadi hal biasa sejak jaman nenek moyang, bisa menjadi sumber musibah bagi penyelam tradisional. Ketika terjadi gangguan akut (mendadak seketika) saat aktivitas menyelam, ada anggapan ini adalah perbuatan “setan laut”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara penggunaan alat penyelam tradisional dengan kejadian barotrauma di Dusun Waimuli Waikiku Desa Negeri Lima Thn 2013. Populasi penelitian cross sectional ini adalah masyarakat Dusun Waimuli Waikiku Desa Negeri Lima yang memiliki pekerjaan menyelam, dengan besar populasi 45 orang dan semua menjadi subyek penelitian. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalau dianalisis menggunakan Fisher exat test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan alat menyelam (kompresor dan kacamata) dengan kejadian barotrauma. Kata kunci: barotrauma, penggunaan alat menyelam, penyelam tradisional