Novita Wahyuningsih
Universitas Sebelas Maret

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKNA FILOSOFI DAN FUNGSI TATA RIAS PERNIKAHAN JAWA DI DAERAH SURAKARTA Febi Nasikha Fitri; Novita Wahyuningsih
Haluan Sastra Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.209 KB)

Abstract

Pernikahan adalah salah satu prosesi yang sakral. Setiap orang pasti menganggap pernikahan adalah momen spesial yang tidak terlupakan. Setiap daerah memiliki gaya pernikahan sesuai dengan adatnya. Permasalahan pada saat ini yaitu pernikahan adat Jawa mulai digantikan dengan kebudayaan yang bersifat modern. Nilai-nilai yang terkandung dalam pernikahan adat Surakarta semakin meluntur. Selain itu makna dan fungsi dalam tata rias dan pakaian tersebut semakin bergeser. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat masyarakat dapat dengan mudah menerima kebudayaan dari luar. Pada saat ini orang-orang lebih menyukai gaya pernikahan modern yang lebih up to date. Sedangkan pernikahan dengan gaya Adat Jawa dianggap kuno dan ketinggalan jaman. Ada masyarakat yang mudah menerima kebudayan baru dan mencampur adukan dengan tradisi pernikahan lama. Ada pula yang masih mengunakan pernikahan adat Surakarta namun menghilangkan beberapa prosesi yang syarat akan makna. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna dan filosofi yang terkandung dalam tata rias dan busana adat Surakarta. Dari berbagai hal permasalahan itulah dapat kita ketahui bagaimana sebuah kebudayaan berjalan di tengah arus modernisasi dan bagaimana kebudayaan tersebut terus bejalan dan berkembang dengan kebudayaan-kebudayaan baru yang menenggelamkan kebudayaan lama.     
THE CHARACTERISTICS OF SELF SIN IN CERAMIC FINE ARTS Admiral Akhir Abdillah; Novita Wahyuningsih
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.709 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v21i1.681

Abstract

Sin is an activity that violates God’s law provision. Unfortunately, sin cannot be separated from human. The categorization of sin characteristics by Catholic church in the glory era of Christianity called “Seven Deadly Sins” gives information to recognize sin characteristics that are often experience by oneself. Seven Deadly Sins and other library sources trying to explain about sin from several religious views in Indonesia bring out new comprehension about sin. Based on the new comprehension about sin, the ceramics were created. The main material used was clay from Bentangan, Klaten, Jawa Tengah that had been processed so it had better endurance level of temperature. The process of creation used the techniques of hand-building, pinch, and solid mold. Decoration used intaglio, camelo, and kerrawang ornaments while ceramic colorization used the technique of under-glaze firing. The ceramic artworks of “the characteristics of self sin” series have the hope that these artworks contain creative and educative values, and they also function as the warning that there are sin characteristics threatening us in our daily life
KATURANGGANING KUTUT Abda Lucky Sanjaya; Agus Purwantoro; Novita Wahyuningsih
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1985.523 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.149

Abstract

Karya Seni Lukis berjudul Katurangganing Kutut terinspirasi dari pengalaman memelihara burung perkutut dan legenda Falsafah Jawa tentang Katuranggan burung Perkutut. Permasalahannya dibahas melalui pendekatan; Apa yang menjadi dasar ” Katuranggan burung Perkutut “ diangkat menjadi sumber ide dan konsep penciptaankarya seni ? Bagaimana merumuskan konsep karya seni berdasarkan gagasan “ Katuranggan burung Perkutut ” dalam implementasinya, Karakteristik dan figure burung Perkutut sesuai dengan Katuranggannya, diolah kembali secara kreatif dan memunculkan nuansa yang sesuai dengan imajinasi penulis, dengan menggunakan media kayu yang dipahat, karena dalam menggunakan media ini penulis merasa nyaman dan lebih berekplorasi pada proses berkarya. Karya ini dipahat menyerupai ukiran dengan finishing menggunakan polytur untuk penyajian akhirnya menciptakan suasana kejawen dengan membuat sangkar burung sebagai tempat karya dengan bahan kayu.