Novita Wahyuningsih
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE CHARACTERISTICS OF SELF SIN IN CERAMIC FINE ARTS Admiral Akhir Abdillah; Novita Wahyuningsih
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.709 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v21i1.681

Abstract

Sin is an activity that violates God’s law provision. Unfortunately, sin cannot be separated from human. The categorization of sin characteristics by Catholic church in the glory era of Christianity called “Seven Deadly Sins” gives information to recognize sin characteristics that are often experience by oneself. Seven Deadly Sins and other library sources trying to explain about sin from several religious views in Indonesia bring out new comprehension about sin. Based on the new comprehension about sin, the ceramics were created. The main material used was clay from Bentangan, Klaten, Jawa Tengah that had been processed so it had better endurance level of temperature. The process of creation used the techniques of hand-building, pinch, and solid mold. Decoration used intaglio, camelo, and kerrawang ornaments while ceramic colorization used the technique of under-glaze firing. The ceramic artworks of “the characteristics of self sin” series have the hope that these artworks contain creative and educative values, and they also function as the warning that there are sin characteristics threatening us in our daily life
KATURANGGANING KUTUT Abda Lucky Sanjaya; Agus Purwantoro; Novita Wahyuningsih
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1985.523 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.149

Abstract

Karya Seni Lukis berjudul Katurangganing Kutut terinspirasi dari pengalaman memelihara burung perkutut dan legenda Falsafah Jawa tentang Katuranggan burung Perkutut. Permasalahannya dibahas melalui pendekatan; Apa yang menjadi dasar ” Katuranggan burung Perkutut “ diangkat menjadi sumber ide dan konsep penciptaankarya seni ? Bagaimana merumuskan konsep karya seni berdasarkan gagasan “ Katuranggan burung Perkutut ” dalam implementasinya, Karakteristik dan figure burung Perkutut sesuai dengan Katuranggannya, diolah kembali secara kreatif dan memunculkan nuansa yang sesuai dengan imajinasi penulis, dengan menggunakan media kayu yang dipahat, karena dalam menggunakan media ini penulis merasa nyaman dan lebih berekplorasi pada proses berkarya. Karya ini dipahat menyerupai ukiran dengan finishing menggunakan polytur untuk penyajian akhirnya menciptakan suasana kejawen dengan membuat sangkar burung sebagai tempat karya dengan bahan kayu.