Hary Sulistyo
Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TIMUR YANG MISTIS DAN BARAT YANG LOGIS: REPRESENTASI PASCAKOLONIAL DALAM CERPEN "SUSUK KEKEBALAN" (2010) KARYA HAN GAGAS Ahmad Mustolih; Hary Sulistyo
Haluan Sastra Budaya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.242 KB) | DOI: 10.20961/hsb.v2i2.21404

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai cerpen Susuk Kekebalan karya Han Gagas dengan teori Orientalisme Edward W. Said. Cerpen tersebut bercerita mengenai kondisi representasi konflik politik 1965. Dalam konfilk itu, relasi superioritas dan inferioritas tersebut merupakan representasi antara dikotomi oposisi biner antara Barat dan Timur. Selain itu, dalam kacamata Barat, Timur sering kali dianalogikan sebagai pihak yang lemah, mistis, antah berantah, dan tidak logis, sedangkan Barat adalah oposisi biner yang sebaliknya. Penelitian ini melihat aspek  superioritas dan inferioritas, yang mistis dan logis, dan melihat korelasinya dengan kondisi historis khususnya dengan aspek kesejarahan di era kolonial. Timur direpresentasikan dalam diri Warok Wulunggeni dan Warok Wirodigdo, yang mistis dan mudah di adu domba. Representasi Barat dalam diri Bapak bersenapan yang cerdas, superior, dan representasi dari kekuasaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa meskipun Timur dalam kacamata Barat berada dalam posisi lemah dalam hierarki kekuasaan, di sisi lain nilai-nilai Timur seperti setia kawan, jiwa ksatria, dan kemistisan dengan memasang susuk, membuat Timur memiliki nilai dekonstruktif terhadap sudut pandang Barat