Euis Naya Sari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH STATUS PERKAWINAN DAN KONDISI EKONOMI RUMAH TANGGA TERHADAP KEMISKINAN ANAK DI PROVINSI BANTEN TAHUN 2017 Euis Naya Sari
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 4 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.81 KB) | DOI: 10.31105/jpks.v17i4.1576

Abstract

Perkembangan seorang anak dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah status perkawinan kepala rumah tangga dan kondisi ekonomi rumah tangga. Informasi tersebut sangat penting untuk diketahui oleh pemerintah daerah agar pemerintah daerah dapat melakukan kebijakan untuk mengatasi hal tersebut.  Berkaitan dengan hal itu maka penelitian ini dilakukan, yang bertujuan mengetahui hubungan tersebut di Provinsi Banten. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan telaah pustaka yang ditunjang dengan analisis deskriptif kuantitatif  dan regresi logistik terhadap data-data sekunder. Dalam analisis regresi logistik yang digunakan, Variabel prediktor yang diteliti adalah status perkawinan Kepala Rumah Tangga (KRT), status bekerja KRT, dan jumlah anak dalam rumah tangga. Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh ketepatan model sebesar 94,30 persen. Seluruh variabel prediktor berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan anak. Odds ratio dari status perkawinan KRT adalah sebesar 1,068. Odds ratio status bekerja KRT adalah sebesar 0,891. Terakhir, odds ratio dari jumlah anak dalam rumah tangga adalah sebesar 1.939. Hal ini menunjukkan bahwa status perkawinan KRT, status bekerja KRT, dan jumlah anak dalam rumah tangga signifikan memengaruhi tingkat kemiskinan rumah tangga anak. Apabila KRT berstatus cerai, maka rumah tangga anak lebih cenderung untuk tergolong miskin dibandingkan apabila KRT berstatus kawin. Kemudian, KRT berstatus tidak bekerja akan meningkatkan kecerungan rumah tangga anak untuk tergolong miskin. Terakhir, semakin banyak jumlah anak dalam rumah tangga maka akan meningkatkan kecenderungan anak untuk tergolong miskin.