Masalah yang dihadapi pemerintah dalam menangani covid 19 adalah ketidakpatuhan masyarakat melakukan protokol Kesehatan. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya religiusitas seseorang. Untuk memotivasi seseorang dalam menerapkan protokol kesehatan maka diperlukan dukungan dari keluarganya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat religiusitas dan dukungan keluarga sebagai faktor dalam meningkatkan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 pada masyarakat desa Brabowan. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel Independen yaitu tingkat religiusitas dan dukungan keluarga dan variabel dependen yaitu penerapan protocol kesehatan pencegahan covid-19. Sampel yang digunakan 49 responden dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian uji spearman-rho menunjukkan dengan nilai P- value 0.000 lebih kecil dari level of significant α 0,05 ( 0,000 < 0,05 ) berarrti ada hubungan tingkat religiusitas dengan penerapan protokol kesehatan covid-19. Selanjutnya hasil dukungan keluarga yaitu nilai 0.001 lebih kecil dari level of significant α 0,05 ( 0,001 < 0,05 ) berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan penerapan Protokol Kesehatan covid-19. Munculnya covid-19 mendorong tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Oleh karenanya pada masyarakat dibutuhkan kesadaran dan pemahaman yang baik akan pentingnya perilaku dalam melaksanakan protokol pencegahan di masyarakat. Kepatuhan dalam menjalankan protokol akan memutus rantai penularan kasus covid-19.