Imron Fauzi
Institut Agama Islam Negeri Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kekerasan Antara Guru dan Siswa Imron Fauzi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru dan siswa bagaikan dua sisi mata uang yang keduanya tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. Interaksi antara keduanya kadang berjalan harmonis, namun tidak jarang bersifat kontradiktif. Pihak guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswa dengan dalih untuk menegakkan kedisiplinan bagi siswa yang berpayung pada Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008 dan Permendikbud No. 10 Tahun 2017. Pihak siswa pun juga melakukan perlawanan bahkan kekerasan terhadap guru dengan andalan payung UU No. 23 Tahun 2002 jo UU No. 35 Tahun 2014. Artikel ini mengungkap bagaimana bentuk kekerasan yang dilakukan baik oleh guru maupun siswa. Serta mencoba mencari ‘benang merah’ untuk menengahi kontroversi tersebut. Kajian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi descriptive dan explorative, dengan mengungkap fenomena-fenomena berdasarkan data yang beredar di media cetak dan elektronik. Hasil kajian ini mengungkap bahwa meskipun secara normatif perlindungan guru dan perlindungan anak sudah memiliki payung hukum yang jelas, tetapi belum dapat diimplementasikan secara optimal. Bentuk kekerasan yang terjadi di sekolah pada umumnya yaitu kekerasan fisik dan kekerasan psikis. Kekerasan terhadap siswa maupun terhadap guru kerap dipicu oleh adanya sikap egosentris masing-masing pihak. Oleh karena itu, seharusnya guru dan orangtua harus bersinergi dalam membina anak didik serta mengedepankan cara damai dan kekeluargaan untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi. Jika tidak, kasus kekerasan akan terus menumbuhkan kebencian, dendam, ketidakpercayaan, dan kecurigaan orangtua dan masyarakat terhadap pihak sekolah.
Implementasi Program Mu'adalah Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Kabupaten Jember: Implementation of the Mu'adalah Program at Baitul Arqom Islamic Boarding School, Balung, Jember Regency Imron Fauzi
Fenomena Vol 17 No 1 (2018): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v17i1.283

Abstract

Although the Indonesian government has recognized the equality of Islamic boarding schools through Minister of Religious Affairs Regulation No. 18 of 2014, the standardization of Mu’adalah pesantren education still faces various implementation challenges. This study aims to analyze the implementation, problems, and impacts of the Mu’adalah program at Baitul Arqom Balung Islamic Boarding School in Jember Regency. Using a descriptive qualitative approach with snowball sampling, data were collected through interviews, observation, and documentation. The findings indicate that program implementation has followed national education standards except for assessment, financing, and management standards. Key problems include administrative issues, evaluation, financing, certification, and teacher qualifications. Positive impacts include increased public trust and access to government assistance, although technical constraints remain significant. This study recommends improving administrative technical guidelines and teacher welfare. Meskipun pemerintah telah mengakui kesetaraan pesantren melalui Peraturan Menteri Agama No. 18 Tahun 2014, standarisasi pendidikan pesantren Mu’adalah masih menghadapi berbagai kendala implementasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi, problematika, dan dampak program Mu’adalah di Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Kabupaten Jember. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah mengikuti standar nasional pendidikan kecuali pada standar evaluasi, pembiayaan, dan manajemen. Problematika utama meliputi administrasi, evaluasi, pembiayaan, sertifikasi, serta kualifikasi guru. Dampak positifnya adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat dan terbukanya akses bantuan pemerintah, meskipun kendala teknis masih signifikan. Penelitian ini merekomendasikan penyempurnaan petunjuk teknis administratif dan peningkatan kesejahteraan guru.