Ridwan. A. Suyatno, D.W. Harjanti dan Suranto Much Suyuti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Konsumsi Protein Kasar Dengan Kandungan Protein, Laktosa Dan Produksi Susu Sapi Perah Di Kabupaten Temanggung Ridwan. A. Suyatno, D.W. Harjanti dan Suranto Much Suyuti
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.2, September 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i2.236

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi protein pakan dengan kandungan protein susu, kadar laktosa susu dan produksi susu di Kabupaten Temanggung, Penelitian dilakukan pada bulan Februari - Maret 2015 di Kabupaten Temanggung. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 33 ekor sapi diare laktasi dengan kriteria bulan laktasi dan paritas 2 banding 4, sampel diperoleh dari metode purposive random sampling. Pakan digunakan dalam hijauan dan konsentrat. Peralatan yang digunakan terdiri dari laktoscan, timbangan gantung dan skala analitik untuk menghitung umpan yang akan dianalisis. Pita ukur untuk mengukur lingkar dada sapi perah. Penelitian dilakukan selama 14 hari di setiap peternakan. Parameter yang diamati adalah konsumsi PK, kadar protein, laktosa dan produksi susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering BK dan pakan PK adalah 23,05 kg / ekor / hari dan 3,30 kg / ekor / hari rata-rata protein, dan laktosa 2,66%, dan 4,2% dan produksi susu 9,72 kg / hari. Konsumsi PK dengan protein susu memiliki hubungan kuadrat yang sangat nyata (P 0,01) dengan korelasi yang kuat (r = 0,709) dan koefisien determinasi (R2 = 0,503). Konsumsi PK dengan susu laktosa memiliki hubungan kuadrat yang sangat nyata (P 0,01) dengan koefisien korelasi yang kuat (r = 0,684) dan koefisien determinasi (R2 = 0,468). PK Konsumsi dengan Susu Produksi memiliki Relatif Relatif Kuadratik (P 0,01) dengan koefisien korelasi yang cukup kuat (r = 0,580) dan koefisien determinasi (R2 = 0,366). Semakin tinggi PK diberikan semakin tinggi kandungan protein susu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan bentuk pola hubungan kuadratik, konsumsi PK memiliki hubungan yang nyata dan kuat dengan kandungan protein dan susu laktosa. Serta pola hubungan kuadratik, konsumsi PK memiliki hubungan yang cukup untuk produksi susu. Kata kunci:  Konsumsi protein kasar, Kandungan Protein susu, Kadungan laktosa susu, Produksi susu