Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU UNTUK MENGENTASKAN MASALAH SISWA DENGAN TEKNIK ASSOSIASI BEBAS DAN PLAY THERAPY DALAM KONSELING KELOMPOK DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BERBEK KAB. NGANJUK. Zainal Aqib
WAHANA Vol 62 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.653 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v62i1.1357

Abstract

Sebagaimana seorang dokter yang akan melakukan pembedahan (operasi) maka dokter akan melakukan serangkaian diagnosa, treatment sebelum melakukan pembedahan. Peneliti/konselorpun untuk membantu memecahkan masalah siswa juga melakukan diagnosa dengan menggunakan teknik ”assosiasi bebas”, melakukan treatment dengan ”play Therapy” baru melakukan pemecahan masalah melalui ”konseling kelompok”.Konseling kelompok adalah ”Layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh kesempatan untuk pemecahan dan pengentasan per-masalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok. Sedangkan Assosiasi bebas adalah metode yang digunakan untuk mengungkap masalah-masalah yang ditekan oleh diri se-seorang. Assosiasi bebas dalam penelitian ini dilakukan secara tertulis. Selanjutnya yang di maksud dengan play therapy adalah terapi bermain untuk membantu anak yang memiliki masalah emosional, kecemasan karena stress, tekanan atau depresi.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang terdiri dari 2 siklus dengan subyek penelitian siswa kelas XI TKJ SMK Muhammadiyah 1 Berbek dan waktu penelitian Januari - Maret 2013. Dimana teknik analisis datanya menggunakan pendekatan kualitatif(Milles dan Huberman) yang meliputi Koleksi data,reduksi data,pemaparan data,triangulasi, dan penarikan kesimpulan.Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Teknik assosiasi bebas membantu memudahkan siswa mengungkap masalah,masalah yang berhasil dihimpun oleh konselor melalui teknik assosiasi bebas yaitu, takut tidak naik kelas, dimarahi orang tua, takut pada guru, tidak mengerjakan tugas,tidak bisa konsentrasi dan dikompas teman. 2. Melalui kegiatan play therapy siswa menjadi senang,akrab, tidak canggung. Play therapy dilakukan sebelum, selama dan sesudah konseling kelompok. Jenis play therapy yang digunakan antara lain membuat menara, estafet bola,korek api,kacang atom, kucing mengejar tikus, kata berkait, tebak kata, strip three dll. 3. Pelaksanaak konseling kelompok pada siklus I masih ada siswa yg kurang komunikatif, dan ada siswa yang sudah menjalankan keputusan konseling tetapi masalah tidak selesai, ada yang belum menjalankan keputusan konseling dan ada yang menjalankan keputusan konseling dimana masalah terselesaikan tetapi timbul masalah baru, sehingga dalam konseling kelompok siklus II konselor melakukan mediasi dengan pihak penyebab masalah dan menggunakan teknik “Kursi Kosong” sehingga dalam konseling kelompok siklus II semua siswa sudah komunikatif dan masalah terselesaikan.Akhirnya dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik assosiasi bebas dan play therapy dalam konseling kelompok dapat membantu mengentaskan masalah siswa kelas XI TKJ SMK Muhammadiyah 1 Berbek.