Tengku Arre Syarifah dan Dindin Rasidin
Jurusan Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung Jln. Buahbatu No. 212 Bandung 40265

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RUDIRAGHNI KONSEP PENCIPTAAN TARI KONTEMPORER Tengku Arre Syarifah dan Dindin Rasidin
Jurnal Seni Makalangan Vol 5, No 1 (2018): "Jari Jemari Membuai Emosi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.986 KB) | DOI: 10.26742/mklng.v5i1.835

Abstract

ABSTRAK Karya ini terinspirasi dari kisah Dewi Drupadi yang merupakan istri kelima Pandawa (Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa) tokoh dalam cerita Mahabharata. Ketika suaminya kalah bermain dadu dengan pihak Kurawa, Drupadi dipertaruhkan. Dursasana mencoba menelanjangi dirinya, tetapi Dewa Krisna memberikan pertolongan. Pada akhirnya Drupadi bersumpah tidak akan mengikat rambutnya sebelum keramas dengan darah Dursasana.Perjuangan dan persoalan batin Drupadi akan diangkat melalui sebuah karya sendratari yang berjudul “Rudiraghni”. Divisualkan dengan bentuk sendratari kontemporer yang dikemas dinamis dan penuh dengan sensasi visual yang tercipta dari koreografi, tata pentas, tata cahaya, tata kostum, tata rias dan video mapping. Ditarikan oleh tiga penari dengan sumber inspirasi gerak dari tari wayang dan tari topeng Cirebon. Membuat inovasi dengan gaya tersendiri memakai unsur teatrikal dan tambahan seni teknologi sebagai perwujudan karya yang semakin ekspresif dan kreatif.Kata Kunci: Rudiraghni, Drupadi, Takdir, Kontemporer.  ABSTRACT This work is inspired by Dewi Drupadi, the wife of the five Pandavas (Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa) figures in Mahabharata story. When her husband lost in playing dice with the Kuravas, Drupadi was at stake. Dursasana tried to strip her, but God Krishna helped her. In the end Drupadi swore not to tie her hair before shampooing with Dursasana’s blood.Drupadi's struggle and inner problems is constructed through a work of dance drama entitled "Rudiraghni". It is visualized in the form of a contemporary ballet that is dynamically packed and full of visual sensations created from choreography, stage performance, lighting, costume, makeup and video mapping. It is performed by 3 dancers with the inspiration sources of movement are from puppet dance and Cirebon mask dance. It has innovation with its own style using theatrical elements and added with technological art as an embodiment of more expressive and creative work.Keywords: Rudiraghni, Drupadi, Destiny, Contemporary.