AbstrakTari Arjuna Sasrabahu-Somantri termasuk rumpun Tari Wayang berpasangan dengan karakter Satria Lungguh (Arjuna Sasrabahu) dan Satria Ladak (Somantri). Tari tersebut berlatar belakang cerita wayang yang mengisahkan perang tanding kedua satria tersebut. Pertandingan dimenangkan oleh Arjuna Sasrabahu, dan Somantri menjadi marah. Kemudian ia menunjukkan jati diri sebagai titisan Wisnu, serta ber-triwikrama, menjadikan dirinya seorang raksasa besar berkepala seribu. Untuk menjadikan tarian ini berbeda dari semula, dan juga tidak terperosok ke dalam garapan dramatari, maka diperlukan langkah yang tepat untuk mengembangkannya. Adapun interpretasi dalam pengembangan tarian ini hanya menyangkut ’bentuk penyajiannya’ yang meliputi gerak, iringan, rias busana, property, setting, dan lighting.Kata Kunci: Tari Perang Arjuna Sasrabahu, Somantri, Wayang AbstractArjuna Sasrabahu-Somantri Dance is included in the type of couple Puppet Dance with the character of Satria Lungguh (Arjuna Sasrabahu) and Satria Ladak (Somantri). The dance is based on puppet story telling about duel of the two knights. The battle was won by Arjuna Sasrabahu, and Somantri became angry. Then he showed himself as the incarnation of Vishnu, and became triwikrama, made himself a thousand-headed big giant. To make this dance is different from the original, and also not to fall into dance drama, it takes appropriate steps to develop it. The interpretation of the development of this dance involves only 'form of presentation' which includes movement, accompaniment, costume, properties, settings, and lighting.Keywords: Tari Perang Arjuna Sasrabahu, Somantri, Wayang