Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL ALAT RANCANG BANGUN UNTUK MENENTUKAN GARIS ALIRAN REMBESAN AIR (SEEPAGE LINE FORMATION) DI TIMBUNAN TUBUH BENDUNGAN TIPE URUGAN HOMOGEN Kusnan Kusnan
WAKTU Vol 15 No 2 (2017): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v15i2.730

Abstract

Perilaku garis depresi (tekanan) aliran rembesan air (GAR) pada tanah timbunan tubuh bendung/tanggul homogen model fisik direncanakan lolos ayakan ASTM No: 45, kepadatan: 95,09% Angka Permeabilitas (k)= 9,1.10-4 1/dt, 90,25% k = 9,6.10-4 1/dt, 84,47%, k = 1,04.10-4 l/dt Tanah lolos ayakan ASTM No. 50. Kepadatan 95,10% k=8,6.10-4 1/dt, 90,38%, k= 8,26 10-41/dt ,85,19%, k = 7,8.10-4 1/dt, Tanah lolos ayakan ASTM No. 70. Kepadatan 95,06% angka (k) = 7,84.10-4 1/dt. Berat Jenis tanah rata-rata (Gs) = 2,345 dan angka kestabilan yang terjadi SF= 5,679 > 1,25 (angka keamanan standart). Persamaan Garis Aliran Rembesan air (GAR) dengan kedalaman H=800, 700, 600, 400, dan 260 cm GAR Empiris, dan GAR teori Matematica-Laplace dengan kedalaman air tampungan yang sama, tidak terdapat perbedaan (H0 ditolak), kecuali untuk H=260 cm terdapat perbedaan (H0 ditrima), berarti kedua persamaan membentuk persamaan garis non linier. Debit rembesan kedua GAR ditubuh timbunan bendung/tanggul dengan variasi kepadatan, tinggi muka air tampungan air yang sama di bagian hilir (a). Teori Matematika-Laplace Q0= 1,7459-3 1/dt; 1,30121-3 1/dt; 3,92662-31/dt; 1,60178-31/dt. Dan (b) Uji model Fisik (empiris) Qo=1,47-31/dt; 1,43-31/dt; 1,53-31/dt; 1,87-31/dt; 1,53-31/dt, keduanya menunjukan < debit tampungan air bendungan/waduk (Qtotal) yaitu 2%. 1488291,2 l atau 0,0574 1/dt.
BOEZEM WONOREJO RUNGKUT DI GUNUNG ANYAR SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALI BANJIR DI WILAYAH SURABAYA SELATAN Kusnan Kusnan
WAKTU Vol 10 No 1 (2012): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v10i1.797

Abstract

Surabaya as the Capital of East Java Province is a settlement area and also as the centers of Industry, Trade, Service, Education. Due to the development of all activities lines grow rapidly, including the supplying of housing, industrial plants, thus automatically they change the land functions (land use), and the river functions formerly as the irrigation but now changed to be the drainage, causing the increasingly large of flow coefficient, also increasingly large the surface overflow discharge. With the changes, they change irrigation canal functions become the drainage, that bring the river constriction impact, that the river no longer able to hold and channeling flood discharge both come from the upper course, and due to the local rainfall occurred continually in the dry season, water will overflow to flood the areas with the low elevation under sea level, causing the prolonged water backup, as a result, disturb the economy wheel circulation, causing the big losses. To overcome backup water many things we can perform, such as waterworks widening, sediment dredging, and the making of dike heightening, waterway diversion. By the consideration that costing is expensive and the difficult of area (land) deliverance at the settlement area in order to overcome the water backup/flood, then the solution as alternative can be taken is revitalization of Wonorejo Boezem in Gunung Anyar of Rungkut area, where its land is not productive (non productive fishpond area) with the shallow condition. Instead of revitalization, it is also developed the new construction or enlargement of reservoir capacity in the Boezem. From the results of this research consistent with the work items result in as follows: Sum the design flow discharge as much as 51.4863 m3/s(C.I.A)+0,446 (gross water discharge people) + 0.3327 m3s (gross water discharge Industry) = 52.165 m3/s with the repeated period scale of 10 years, while the reservoir discharge capacity of Wonorejo Boezem as much as less than 570,874 m3 need th design flow discharge as much as 586.000 m³s and the drainage flowing water to the Boezem, the drainage dike height is 1.50 m with water level of 1.25 meters and wide 28 meters, then in order to suppress the budget costing for flood control in Southern Surabaya Area, as the alternative is by function maximally on the Wonorejo Boezem reservoir, still sufficiently can overcome flood.
MENANGGULANGI GENANGAN AIR HUJAN YANG TERJADI DI JALAN RAYA WIYUNG PADA DRAINASE PERKOTAAN GUNUNGSARI SURABAYA BARAT Kusnan Kusnan
WAKTU Vol 8 No 1 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i1.866

Abstract

Peran dan fungsi Kota Surabaya telah berkembang dengan pesatnya terutama dalamindustri, perdagangan, maritim dan pendidikan, sehingga menarik bagi penduduk daerah kota lainuntuk mengadu nasibnya di Kota Surabaya. Hal ini menyebabkan pesatnya arus urbanisasi,akibatnya jumlah penduduk meningkat sampai mendekati kurang lebih 3,5 juta jiwa. Pertambahanpenduduk dengan segala aktivitasnya menuntut tambahan penyediaan sarana dan prasarana fisikseperti Perumahan, Perkantoran, Hotel, Fasilitas-fasilitas Perdagangan, Pendidikan danPeribadatan serta fasilitas umum lainnya termasuk Jalan-jalan penghubungnya, sehingga denganpenambahan yang sangat pesat itu, mengakibatkan lahan untuk penyediaan jalan-jalan sangatmenyempit, termasuk untuk kepentingan lahan Drainase (Saluran). Maka pada musim hujan akantimbul genangan-genangn air yang menggangu sirkulasi perekonomian, untuk mengatasi haltersebut di Jalan Raya Wiyung dibuat Box Culvert 2 (dua) buah dengan ukuran tinggi 3 m, tebal25 cm dan lebar 3,5 m dari konstruksi beton (beton pracetak) diletakan dibawah Jalan aspal RayaWiyung, sehingga air genangan yang terjadi akan segera habis (kering). Sehubungan hal iniapakah dimensi box culvert dapat mengatasi genangan air yang terjadi pada musim hujan,ternyata Box Culvert yang terbangun telah terpenuhi mengatasi Genangan air, dengan luaspenampang aliran basah tampungan 21 m² > luas aliran basah tampungan dari hasil penelitiandi lapangan yaitu 2,40m², berarti mempunyai kemampuan mengatasi genangan ± 8,75 kali darihasil penelitian dan untuk kecepatan aliran air genangan ke Sungai Gunungsari/Bozem dibantuadanya pemasangan pompa.
STUDI PENGGUNAAN MEDIA MAKET INSTALASI LISTRIK PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI DAN UTILITAS GEDUNG DI SMK TEKNIK BANGUNAN Aprilia Elma Rusita Dewi; Kusnan Kusnan
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v6i1.36129

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan adalah jenjang pendidikan yang diharuskan tidak hanya mengutamakan kemampuan dibidang akademis namun sekaligus keahlian khusus yang disesuaikan dengan jurusan masing-masing. Dalam proses pembelajaran khususnya di SMK Teknik Bangunan, guru menjelaskan materi menggunakan power point dengan keterbatasan ringkasan materi yang kurang lengkap membuat partisipasi siswa menjadi pasif didalam kelas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) Kelayakan media, (2) Respon siswa, dan (3) Hasil belajar siswa dari penggunaan media maket instalasi listrik pada mata pelajaran Konstruksi dan Utilitas Gedung berdasarkan dari literature review. Penelitian ini merupakan relevansi dari beberapa penelitian sebelumnya dengan menggunakan metode studi literatur. Teknik analasis untuk menguraikan hasil kajian dari literatur review menggunakan deskripsi kualitatif yang berdasarkan dari tujuan penelitian. Hasil penelitian ini adalah (1) Kelayakan media dari jurnal literatur menunjukkan rata-rata persentase >85% yang berarti media maket sangat layak dan bisa diuji cobakan. (2) Respon siswa dari jurnal literatur mengenai penggunaan media maket dalam pembelajaran rata-rata mendapatkan persentase sebesar >80% masuk kategori baik dan siswa merespon positif. (3) Perkembangan hasil belajar siswa dari jurnal literatur mengalami peningkatan terbukti >90% siswa tuntas melebihi nilai KKM yang telah ditetapkan pihak sekolah. Penggunaan media maket dengan berbagai model pembelajaran dan berbagai mata pelajaran dari jurnal literatur dinilai sangat berperan dalam berlangsungnya proses belajar mengajar, kelebihan dari maket itu sendiri dapat membantu menjelaskan tentang suatu objek atau benda yang terkesan rumit dan abstrak menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan dapat menyajikan pembelajaran yang berkesan, menarik, dan inovatif membuat siswa merasa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran hingga dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar dan respon siswa. Kata Kunci : Media maket, Studi literatur, Deskripsi kualitatif.