Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achivement Division) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP NEGERI 3 MATARAM Yuliana Ndode; Baiq Azmi Sukroyanti; Baiq Rina Amalia
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.057 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achivement Division lebih berpengaruh daripada pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar fisika siswa pada kegiatan pembelajaran di kelas. Jenis penelitian ini eksperimen. Teknik pengambilan sampel secara cluster random sampling, sehingga didapatkan kelas VIII C sebagai kelas kontrol yang diberikan perlakuan pengajaran dengan metode ceramah dan kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan pengajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi bunyi, dengan masing-masing kelas berjumlah 37 siswa. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah tes hasil belajar. Data hasil belajar dianalisis dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Dari hasil analisis diperoleh thitung = 3,14 dan ttabel = 1,67 pada taraf signifikan 5%. Karena thitung > t tabel  atau 3,14> 1,67 maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD(Student Teams Achivement Division) lebih berpengaruh daripada pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Mataram
Pengembangan Media Animasi Dengan Aplikasi Makromedia Flash Pada Materi Momentum Dan Impuls Wirawan Putrayadi; Baiq Azmi sukroyanti
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.56 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.446

Abstract

Pengembangan media pembelajaran sangatlah  penting guna mendukung proses belajar mengajar dikelas supaya konsep konsep abstrak di bidang fisika dapat dimengerti dan difahami dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan  Media Animasi Dengan  Aplikasi Makromedia Flash Pada Materi momentum dan impuls, (2) Mengetahui peningkatkan keterampilan berpikir kritis Mahasiswa dengan  media animasi yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan model  4-D, yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk (1974). Model ini terdiri dari empat tahap pengembangan yaitu Define, Design, Develop, dan Desseminate.. Dalam  penelitian  ini data dikumpulkan dengan angket  Angket digunakan untuk mengukur indikator program yang berkenaan dengan, isi program media pembelajaran, tampilan program dan kualitas teknis program.  Angket menggunakan format respon empat point dari skala likert, dimana alternatif  responnya adalah sangat valid (4 point), valid (3 point), kurang valid (2 point) dan tidak valid (1 point). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa Telah dibuat program media animasi pembelajaran fisika dengan pokok bahasan momentum dan impuls menggunakan aplikasi komputer Macromeida Flash 8 yang telah divalidasi oleh dua orang ahli media dan materi dengan nilai rata-rata keseluruhan aspek penilaian adalah 3,16 dengan kategori valid.Dengan demikian media pembelajaran yang dikembangkan layak dijadikan sebagai media pembelajaran fisika pokok bahasan momentum dan impuls
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BAGI GURU-GURU DI SDN 1 UBUNG DENGAN MEMANFAATKAN BANDICAM Lovy Herayanti; Baiq Rina Safitri; Baiq Azmi Sukroyanti; Wirawan Putrayadi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2019): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.227 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i4.1552

Abstract

Di SDN 1 Ubung memiliki banyaknya fasilitas seperti komputer, LCD dll, namun pembelajaran masih dilakukan dengan cara konvensional dan pembelajaran yang hanya dilakukan monoton terus-menerus dari tahun ke tahun yang bertempat di dalam kelas saja tanpa pernah menggunakan media pembelajaran. Metode pelaksanaan pengabdian, antara lain: (1) Persiapan kegiatan; 1) Mekanisme pelaksanaan kegiatan, sebelum terjun ke lapangan, maka perlu dilakukan beberapa hal sebagai bentuk persiapan, antara lain: (a) Melakukan pendataan dan verifikasi guru atau survey lokai di SDN 1 Ubung. (b) Sosialisasi program kepada guru di Lingkungan SDN 1 Ubung terkait rencana program pengabdian dan karakteristik guru setempat yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan program kerja. 2) Materi pengabdian, materi yang akan disampaikan kepada guru dalam pelatihan pembuatan video pembelajaran antara lain: (a) Menyiapkan materi untuk pembuatan video pembelajaran. (b) Menyiapkan aplikasi bandicam. (2) Pelaksanaan pelatihan; pelatihan dilakanakan terhadap guru-guru kelas yang ada di SDN 1 Ubung, menggunakan metode Direct Instruction. Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan atau prgram Pengabdian ini adalah sebesar-besarnya untuk kepentingan guru setempat sebagai berikut: (1) Video pembelajaran dengan memanfaatkan bandicam. (2) Publikasi artikel dalam jurnal.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X Listriorini Lali Pora; Habibi; Baiq Azmi Sukroyanti
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 4 No. 4 (2023): April
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v4i4.1268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang di treatment dengan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan sampel sebanyak 48 orang siswa kelas X IPA 1 SMAN 1 Batulayar. Data penelitian ini diambil dari hasil tes awal dan tes akhir siswa. Instrumen tes menggunakan soal tes pilihan ganda yang telah di uji validitas, reabilitas, daya pembeda dan indeks kesukarannya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata nilai tes awal kelas eksprimen sebesar 44,58 dan kelas kontrol 44,37 dengan kategori sudah homogen dan terdistribusi normal. Hasil tes akhir menunjukan rata-rata nilai kelas eksprimen sebesar 73,54 dan kelas kontrol 64,37. Data nilai tes akhir siswa kelas sampel dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji-t diperoleh thitung sebesar 3,05 dan ttabel sebesar 2,02. Didapatkan thitung lebih besar dari ttabel pada taraf kesalahan 5%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh model Discovery Learning terbukti signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.