Anhari Achadi
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Systematic Review: Telemedicine dalam Manajemen Pasien Gagal Jantung semasa Pandemi Sidhi Laksono; Anhari Achadi; Reynaldo Halomoan
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62300

Abstract

Latar Belakang: Pandemi global COVID-19 menjadi hambatan bagi kunjungan pasien gagal jantung ke rumah sakit. Untuk itu, telemedicine yang memanfaatkan teknologi dan dapat mengurangi kontak fisik antara dokter dengan pasien dapat menjadi solusi bagi manajemen pasien. Telemedicine juga memiliki potensi untuk memberikan keluaran yang baik bagi pasien.Tujuan: Mengevaluasi dampak telemedicine dalam perawatan pasien gagal jantung.Metode: Pencarian komprehensif menggunakan kata kunci dilakukan dari 2 basis data selama tahun 2000-2020 untuk mengidentifikasi studi mengenai penerapan telemedicine pada manajemen pasien gagal jantung. Setelah itu, dilakukan penilaian risiko bias dan ekstraksi data.Hasil: Terdapat 2 uji coba terkontrol secara acak dan 2 studi kohort prospektif yang dikaji. Tiga studi menunjukkan penurunan laju hospitalisasi pada pasien gagal jantung. Untuk mortalitas, 1 studi menunjukkan penurunan yang bermakna pada kelompok pasien gagal jantung yang menjalani telemedicine. Namun, pada 1 studi lain tidak terdapat perbedaan bermakna (semua penyebab kematian). Terdapat 1 studi masing-masing yang membahas mengenai kualitas hidup dan kepatuhan berobat, dan terdapat perbedaan bermakna, sedangkan untuk biaya, 1 studi menunjukkan penurunan biaya yang dikeluarkan dan 1 studi tidak menunjukkan perbedaan bermakna.Kesimpulan: Telemedicine memberikan manfaat terhadap keluaran pasien gagal jantung.
Perilaku Merokok Siswa SMP di Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang Tahun 2015 Rina Khairunnisa Fadli; Anhari Achadi
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.046 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v4i2.3557

Abstract

ABSTRACT Smoking behavior at Junior High School area especially at Panongan Subdistrict has been apprehensive about enough. The study head for analyze the correlation between smoking behavior with used Lawrence Green Theory. The study used Cross Sectional Design that be supported with qualitative approach. There were 230 respondents and 6 informan to indepth interview. The result showed that smoking behavior more on boys students that have negative attitude and simple access to the cigarette, they have bad family and bad friends too. There was a significant correlation are age (p value = 0.044), sex (p value = 0.000), attitude (p value = 0.000), access (p value = 0.000), family interaction (p value = 0.006) and peer group (p value=0.000) to the smoking behavior. Meanwhile there wasn’t correlation in knowledge and school’s regulation. Access was the most important factor that influenced smoking behavior. There wasn’t specific regulation about smoking prohibition at school and there wasn’t socialization about regulation from Tangerang district to the junior high school at Panongan Subdistrict. Keywords: Cigarettes, Students, Cigarette Advertisement, School’s Regulation
Instrumen Penelitian Pada Pengukuran Kesiapan Tenaga Kesehatan di Era Covid-19 Erie Failenggo; Anhari Achadi
An Idea Health Journal Vol 2 No 02 (2022): JULY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v2i02.82

Abstract

Most all the countries in the world haven’t been prepared for COVID - 19 pandemic so there is a need to analyze the strategies to measure our healthcare workers’ preparedness for preventing healthcare workers (HCW) from becoming the victim of covid-19. This systematic literature review is for reviewing the various assessment tools that had been used to measure the preparedness of healthcare workers’ for COVID - 19 in the time of pandemic of COVID-19 (2019 November - 2021 June). Between this range of time, we analyzed how the researchers defined and constructed the assessments tool for measuring the preparedness of healthcare workers for COVID-19. We used databases of Scopus, Proquest, Pubmed, and Willey online library with search themes healthcare workers, Preparedness, Covid-19, assessment. There were 33 studies that measured HCW’s preparedness for COVID-19 from November 2019 to 10 June 2021. Most studies were done in developing Nations (N=22). Almost of studies were Cross-sectional studies with questionnaires as their main instrument. The definition of preparedness was varied among these studies but all of them agreed that the tool for measuring the preparedness of HCW for COVID-19 was constructed with more than one aspect of measurement.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemeriksaan Skrining Kesehatan Rutin : Literature Review: Factors Affecting Routine Medical Check-up : Literature Review Lisye Konny; Anhari Achadi; Hosea Hariono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3498

Abstract

Latar belakang: Penyakit kronis merupakan salah satu penyumbang tertinggi kasus morbiditas dan mortalitas di dunia. Pemeriksaan skirining kesehatan rutin merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi dampak negatifnya karena dapat dideteksi lebih cepat dan terobati lebih awal sebelum menimbulkan komplikasi. Sayangnya perilaku pemeriksaan skrining kesehatan rutin masih kurang popular terutama di daerah berkembang. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan pemeriksaan skrining kesehatan rutin. Metode: Telaah sistematik dilakukan pada situs pencarian EBSCOHost, ProQuest, dan Google Scholar menggunakan kata kunci yang telah ditentukan dengan periode waktu 2017-2023.Terdapat 227 literatur yang ditemukan dengan kata kunci tersebut dan terdapat 62 literatur yang terskrining. Enam belas literature yang sesuai kriterai inklusi dan dilakukan ekstrasi data. Hasil: Enam belas literatur berasal dari jurnal peer reviewed, 9 menggunakan metode potong lintang, 4 regresi logistic multiple, 1 menggunakan metode potong lintang dan regresi, 1 menggunakan metode T Test dan regresi, dan 1 penelitian kualitatif. Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pemeriksaan skrining kesehatan adalah multifaktorial dan dipengaruhi oleh budaya setempat.
Implementasi Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat : Literature Review: The Implementation of Electronic Medical Record in The Emergency Department : Literature Review Sofia Arditya Kustiyanti; Anhari Achadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5093

Abstract

Latar belakang: Implementasi rekam medis elektronik dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, termasuk di unit gawat darurat. Namun penerimaan, efektivitas dan kendala yang dihadapi belum banyak dipublikasikan. Tujuan: Tujuan dari literature review ini untuk mengetahui bagaimana implementasi rekam medis elektronik di unit gawat darurat. Metode: Metode literature review dengan mengumpulkan berbagai artikel serta referensi yang relevan dengan tujuan serta pertanyaan penelitian dan menggunakan database yaitu Proquest dan PubMed. Hasil: Hasil dari pengumpulan dan pengkajian dari berbagai referensi yang didapat menunjukkan manfaat, efektivitas dan hambatan dari implementasi rekam medis elektronik di unit gawat darurat. Kesimpulan: Implementasi rekam medis elektronik di unit gawat darurat dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan penerimaan pengguna, efektivitas dan mengurangi hambatan yang ada sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.