Nugroho Susanto
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Kasus Covid-19 pada Masa Lockdown dan New Normal di Indonesia Nugroho Susanto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62889

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 berdampak pada peningkatan angka kesakitan dan kematian di sejumlah negara. Kasus terkonfirmasi COVID-19 yang tercatat 414.179 dengan 18.440 angka kematian (CFR 4,4%) dilaporkan di 192 negara. Adanya penerapan kebijakan lockdown pada Maret-Mei 2020 dan new normal di Juni 2020 berdampak pada perbedaan kasus di kedua periode tersebut.Tujuan: Mengetahui perbedaan kasus terkonfirmasi, angka kematian, dan case fatality rate (CFR) COVID-19 antara masa lockdown dan new normal di Indonesia.Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan cross-sectional disertai telaah dokumen online. Penelitian ini mengidentifikasi kasus COVID-19 selama 156 hari yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan RI melalui laman https://covid19.kemkes.go.id/. Pengumpulan data dilakukan dari Maret−Agustus 2020. Analisis data menggunakan uji independent t test dengan confidence interval 95% (α = 0,05)Hasil: Rerata kasus terkonfirmasi dan kematian akibat COVID-19 lebih tinggi pada saat new normal dibanding saat lockdown, yaitu 338,6±213,1; 1483,7±485,7 dan 20,7±14,1; 58,9±21,9, sedangkan case fatalty rate lebih rendah pada new normal dibanding lockdown (0,04±0,01; 0,08±0,07). Terdapat perbedaan yang signifikan pada kasus terkonfirmasi (p = 0,000), angka kematian (p = 0,000), dan case fatalty rate COVID-19 (p = 0,000) antara masa pemberlakuan lockdown dan new normal.Kesimpulan: Meskipun rerata kasus terkonfirmasi dan kematian lebih tinggi di masa new normal, rerata fatalitas kematiannya lebih rendah.