Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PEMAHAMAN REMAJA PUTRI Widya Anggraeni; Titiek Idayanti; Kurnia Indriyanti Purnama Sari
Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan, Volume X, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.406 KB)

Abstract

Setiap manusia memiliki pemahaman tentang sesuatu yang berbeda antara satu dan yang lain. Pemahaman merupakan pemahaman individu untuk mengerti suatu bahan ajaran, menafsirkan, menjelaskan atau meringkas suatu pengertian, pemahaman lebih tinggi dari pada pengetahuan. Tolak ukur pemahaman yaitu daya serap terhadap bahan ajaran, tujuan pengajaran, perilaku peserta didik. Untuk mengatasi pemahaman yang rendah perlu dilakukan kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dengan melalui edukasi yaitu melalui kegiatan yang disebut pendidikan kesehatan. Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post test design. Metode sampling yang digunakan adalah Proportionate stratified random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 31 responden yaitu remaja putri usia 10 – 24 tahun di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner. Setelah di uji data dan di analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan nilai rata-rata 55.80 yang berarti responden mempunyai pemahaman kurang. Sedangkan nilai rata-rata responden sesudah dilakukan pendidikan kesehatan adalah 85.16 yang berarti pemahaman responden baik sekali. Pada pengujian statistik di peroleh hasil efektifitas pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi terhadap pemahaman remaja putri tentang cara merawat organ kewanitaan dengan nilai signifikansi sebesar ρ = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi yaitu ɑ = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi efektif terhadap peningkatan pemahaman remaja putri tentang cara merawat organ kewanitaan. Pemberian pendidikan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang cara merawat organ kewanitaan agar terhindar dari penyakit yang menyerang organ kewanitaan
DETERMINAN FAKTOR PEMICU TERJADINYA PERNIKAHAN DINI PADA USIA REMAJA Novi Kurniawati; Kurnia Indriyanti Purnama Sari
Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan, Volume XIII, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.671 KB)

Abstract

Pendahuluan : Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum seorang individu berusia 20 tahun. Pernikahan dini merupakan masalah klasik yang masih sering ditemukan di wilayah Indonesia baik pada masyarakat pedesaan (rural community) maupun masyarakat perkotaan (urban community). Masalah pernikahan dini juga terjadi di wilayah Kota Mojokerto. Selama kurun wkatu tahun 2019, terjadi sebanyak 102 pernikahan dini. Pernikahan dini yang terjadi berpotensi untuk menimbulkan resiko baik bagi remaja yang menikah dini, anak yang akan dilahirkan dan memiliki resiko terjadinya perceraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab pernikahan dini pada remaja di Kota Mojokerto. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 102 wanita usia subur yang melakukan pernikahan dini di wilayah Kota Mojokerto selama kurun waktu tahun 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara probability sampling dengan teknik pengambilan simple random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 81 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah faktor penyebab pernikahan dini pada remaja. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Hasil : Hasil penelitian mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya pernikahan dini diantaranya adalah pengetahuan tentang pernikahan dini, ekonomi, pendidikan, dan media massa. Kesimpulan : Pernikahan dini merupakan salah satu ancaman bagi pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengupayakan pencegahan peningkatan angka kejadian pernikahan dini sebagai upaya preventif untuk menurunkan gangguan dan resiko yang dapat terjadi akibat pernikahan dini
PERAN ORANG TUA DALAM MENGHADAPI SCHOOL PHOBIA DENGAN PRESENSI PADA ANAK PRASEKOLAH Titiek Idayanti; Kurnia Indriyanti Purnama Sari
Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan, Volume XII, Nomor 2, Juli 2019
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.993 KB)

Abstract

Banyak orangtua yang bingung melihat perubahan sikap anak-anaknya yang tiba-tiba tidak mau sekolah padahal sebelumnya anak-anak mereka tidak demikian. Mereka sangat antusias untuk pergi bersekolah. Orangtua biasanya tidak hanya bingung dengan sikapnya saja melainkan juga dengan alasan yang dikemukakan anak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran orangtua dalam menghadapi school phobia dengan presensi kehadiran pada anak prasekolah di RA & KB Tarbiyatus Shibyan Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar. Penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 responden secara total sampling yaitu seluruh orangtua walimurid dari siswa kelas A RA & KB Tarbiyatus Shibyan Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar. Variabel independen adalah peran orangtua dan variabel dependen presensi siswa. Instrumen penelitian ini adalah checklist. Cara pengolahan data dengan editing, coding, tabulating kemudian di analisis dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden sebagian besar yang memiliki peran cukup 16(53,3%). Rata-rata kehadiran siswa selama 3 bulan sebanyak 50 hari. Hasil dari uji analisis statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji statistik Product Moment dengan derajat signifikan 5% (0,05) di dapatkan hasil r hitung > r tabel dengan hasil 0,728 > 0,361. Maka Ho ditolak, H1 diterima berarti ada hubungan antara peran orangtua dengan presensi kehadiran. Salah satu yang menjadi pemicu perbedaan peran orangtua adalah pekerjaan hal itu diperkuat dengan prosentase orangtua yang bekerja aktif lebih besar daripada yang tidak bekerja. Berdasarkan hasil analisis peran orangtua dalam menghadapi school phobia dengan presensi kehadiran pada anak prasekolah, hal ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekolah, orangtua, individual. Simpulan dari penelitian diatas adalah bahwa ada hubungan peran orangtua dalam menghadapi school phobia dengan presensi kehadiran pada anak prasekolah. Saran untuk pengajar yaitu memberikan proteksi saat proses belajar mengajar dan memberikan dukungan khusus pada siswa yang bermasalah dengan fobia