Moh Ilham
Prodi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebijakan Kementerian Agama RI Terkait Impelementasi Program Kewirausahaan di Pesantren Indonesia Moh Ilham; Novie Andriani Zakariya
Idarotuna: Jurnal Kajian Manajemen Dakwah Vol 4, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idarotuna.v4i1.16847

Abstract

 Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Melihat potensi besar tersebut, menarik apabila menelaah, adakah nilai kewirausahaan di lembaga pesantren di Indonesia yang jumlahnya tidak sedikit, di tahun 2022 terdapat potensi jumlah pesantren yang mencapai 36 ribu dengan 17 juta santri. Pesantren akan kokoh jika ditopang dengan ekonomi yang kuat, sumber daya manusia berkualitas, dan kolaborasi yang bagus. Dalam dunia bisnis di era modern ini, etika masih sangat diperlukan dalam berwirausaha. Baik dalam berdagang maupun membuat produk untuk mengelola dan menjalankan sebuah bisnis. Dengan etika yang baik, bisnis akan lebih mudah berkembang. Akan tetapi, fenomena saat ini banyak produk yang dijual bebas (amorale) yang sebenarnya tidak layak diperjualbelikan secara bebas. Produk tersebut keberadaannya di lingkungan masyarakat tanpa adanya pengawasan dan dapat dijangkau oleh siapa saja. Teori dan konsep dalam sistem ekonomi Islam yaitu kewirausahaan Islam perlu beroperasi dalam domain sistem ekonomi Islam dan bertindak sebagai kendaraan menuju penerimaan global sistem ekonomi Islam dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip pedoman kewirausahaan Islami yang sesuai dengan Al-Qur'an dan hadis. Dengan penelitian ini, mengacu kepada kolaborasi atau analisis kebijakan Kemenag RI apakah sudah ada keberpihakan kepada kemandirian pesantren, sudah ada juga kah upaya mengimplementasikan kewirausahaan di pesantren. Metode penelitian ini, dengan menggunakan teknik studi literatur yang mendalam, menelaah referensi terkait, jurnal terkini, artikel, buku, dan pendalaman fakta. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat banyak kebijakan Kemenag RI mendukung berkembangnya kemandirian pesantren dan ada penguatan kewirausahaan. Meski belum menyeluruh, proses menuju itu semua sudah terlihat untuk terus berkembang. Terlihat, terdapat roadmap Kemenag mulai dari tahun 2021 sampai tahun 2024 tentang kemandirian pesantren.
Muslim Entrepreneurs with Disabilities in Digital Era: A Study of Islamic Management Practices and Social Empowerment Muhajir Sulthonul Aziz; Moh Ilham
Indonesian Journal of Da'wah Management Scholars Vol. 1 No. 01 (2025): April - September
Publisher : Perkumpulan Ahli Manajemen Dakwah Indonesia (PAMDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64991/indo-jdms.v1i01.13

Abstract

Purpose – This trend of inclusive digital entrepreneurship among people with disability adhering to Islam represents a significant change in the way that marginalized communities are interacting with economic and religious spheres. The purpose is to examine how the presence of disabled Muslim entrepreneurs in social media is a space of managing Islamically business, empowerment and spiritual expressions. Design/methodology/approach – In this study a qualitative collective case study was carried out with five disabled Muslim entrepreneurs. Data were also collected by semi-structure interview, digital content observation and document followed by research method using code and category in analysing to interpret the managerial, spiritual, and empowerment in their practices of digital entrepreneurship. Findings – The paper concludes that social media is more than merely a marketing space, but is also an encompassing managerial space and spiritual space. Through the stories of the participants, they reveal how Islamic values of barakah, amanah and ihsan are interwoven into their business narrative. And they construct robust self-identities themselves and nurturing digital communities despite limitations in physicality and society. Research implications – The findings serve to demonstrate the power of social media to contribute towards more inclusive forms of Islamic entrepreneurship, particularly when experiences of lived spirituality are foregrounded. It also demonstrates the necessary option of policies for digital accessibility and faith-based business development among disabled people. Originality/value – The paper is amongst the first to provide a comprehensive analysis of Islamic management, disability inclusion and digital entrepreneurship through an empirically grounded synthesis at an analytical level. Keywords - Inclusive entrepreneurship, Islamic management, Disability, Social media. Paper type - Research paper