Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS NILAI-NILAI TEORI GATEKEEPING DALAM SURAT AL-HUJURAT AYAT 6 Oknita Oknita; Yuliana Restiviani
Jurnal Network Media Vol 5, No 1 (2022): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v5i1.1827

Abstract

PROSES PEMBENTUKAN SALING PENGERTIAN PADA JIWA KOMUNIKATOR DALAM KOMUNIKASI ISLAM Yuliana Restiviani
ENLEKTURER: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Enlecturer: Journal of Islamic Studies
Publisher : Enlightenment Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21266/ejis.v1i1.124

Abstract

Komunikasi yang efektif dan saling pengertian memegang peranan penting dalam konteks komunikasi Islam. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembentukan saling pengertian pada jiwa komunikator dalam komunikasi Islam.Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur dan penelitian terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan yang melibatkan komunikator dalam pembentukan saling pengertian dalam konteks komunikasi Islam.Tahap pertama adalah kesadaran diri dan refleksi. Komunikator perlu memiliki kesadaran diri tentang keyakinan, nilai, dan sikapnya terkait dengan Islam. Refleksi pribadi membantu komunikator memahami bagaimana pengaruh-pengaruh pribadi tersebut dapat mempengaruhi komunikasi dengan individu atau kelompok lain.Tahap kedua adalah pengetahuan agama yang kuat. Komunikator perlu memahami ajaran Islam dengan baik dan memperdalam pengetahuannya tentang prinsip-prinsip, nilai-nilai, dan praktik-praktik dalam Islam. Pengetahuan agama yang kuat memberikan landasan yang kokoh dalam komunikasi Islam yang lebih efektif.Tahap berikutnya adalah empati dan pemahaman terhadap pendengar. Komunikator harus mampu melihat dunia dari perspektif pendengar dan memahami kebutuhan, nilai-nilai, dan tantangan yang dihadapi oleh mereka. Kemampuan untuk berempati membantu komunikator menciptakan lingkungan yang mendukung dalam membangun saling pengertian.Tahap terakhir adalah penggunaan bahasa yang tepat dan komunikasi yang jelas. Komunikator harus mampu mengomunikasikan pesan-pesan Islam dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pendengar. Gaya komunikasi yang jelas dan terbuka membantu menghindari kebingungan dan kesalahpahaman dalam proses komunikasi. Dalam kesimpulan, proses pembentukan saling pengertian pada jiwa komunikator dalam komunikasi Islam melibatkan tahapan kesadaran diri dan refleksi, pengetahuan agama yang kuat, empati dan pemahaman terhadap pendengar, serta penggunaan bahasa yang tepat. Memahami dan mengimplementasikan tahapan-tahapan ini dapat meningkatkan efektivitas komunikasi dalam konteks Islam, mempromosikan pemahaman yang lebih baik, dan memperkuat hubungan harmonis antara individu dalam masyarakat Muslim.