Agus Prihanto
Universitas Negeri Surabaya

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Bandwidth Dual Limitation Pada Simulasi Infrastruktur ISP Menggunakan Protokol PPPoE Pada Jaringan Skala Menengah Sebastian Oddy Putra Setiawan; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol. 7 No. 03 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan internet yang andal, pengelolaan bandwidth menjadi tantangan penting bagi Internet Service Provider (ISP), khususnya pada jaringan skala menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Dual Limitation dalam mengatur distribusi bandwidth menggunakan protokol PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet). Metode ini menggabungkan dua parameter utama, yaitu Committed Information Rate (CIR) sebagai batas minimum dan Maximum Information Rate (MIR) sebagai batas maksimum bandwidth yang dapat dicapai. Simulasi dilakukan dengan membangun topologi jaringan terdiri dari satu server PPPoE dan tiga klien yang diuji dalam berbagai skenario penggunaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan Dual Limitation mampu menjamin alokasi bandwidth secara adil, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya jaringan, serta menjaga stabilitas layanan, baik saat kondisi jaringan rendah maupun padat. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi solusi efektif dalam manajemen bandwidth untuk ISP skala kecil hingga menengah. Kata Kunci— Bandwidth, Dual Limitation, PPPoE, ISP, CIR, MIR
Analisis Keamanan dan Performa Owncloud Server Dengan OWASP ZAP Penetration Test Mohammad Bima Jalaluddin Akbar; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol. 7 No. 03 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan layanan penyimpanan data yang aman, efisien, dan fleksibel, solusi cloud storage mandiri seperti OwnCloud menjadi alternatif yang menjanjikan dibandingkan layanan cloud publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan dan performa OwnCloud Server dengan pendekatan penetration testing menggunakan OWASP ZAP serta uji performa menggunakan Apache JMeter. Metode penelitian yang digunakan adalah PPDIOO, yang terdiri dari tahapan Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, dan Optimize, guna memastikan proses berjalan secara sistematis dan terstruktur. Hasil pengujian keamanan menunjukkan terdapat 23 jenis kerentanan, termasuk satu risiko tinggi berupa SQL Injection, dengan skor risiko total sebesar 19,3 yang termasuk dalam kategori risiko sedang. OwnCloud juga berhasil menerapkan fitur keamanan seperti autentikasi dua faktor (2FA) dan kebijakan kata sandi (password policy), yang terbukti mampu mencegah akses tidak sah. Sementara itu, pengujian performa menunjukkan bahwa OwnCloud mampu menangani beban hingga 100 pengguna simultan dengan tingkat kesalahan dan waktu respons dalam batas toleransi. Berdasarkan hasil tersebut, OwnCloud dinilai layak digunakan sebagai alternatif cloud on-premise, khususnya bagi instansi yang memprioritaskan kendali terhadap data dan aspek keamanan informasi. Meskipun demikian, disarankan untuk melakukan mitigasi terhadap kerentanan yang ditemukan sebelum sistem diterapkan di Lingkungan produksi secara penuh. Kata kunci : OwnCloud, penetration testing, OWASP ZAP, Apache JMeter, keamanan informasi, cloud on-premise
Integrasi Sensor R307 Dan ESP8266 Untuk Membangun Sistem Absensi Siswa Di SDN Tanjungsari 2 Nanggala Jalasena Pramana Putra; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol. 7 No. 03 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta mengimplementasikan sistem absensi siswa berbasis biometrik melalui integrasi sensor sidik jari R307 dengan mikrokontroler ESP8266 sebagai alternatif solusi terhadap kelemahan sistem absensi manual di SDN Tanjungsari 2. Sistem ini dirancang dengan memanfaatkan konsep Internet of Things (IoT) sehingga proses pencatatan kehadiran dapat berlangsung secara otomatis, waktu nyata (real-time), serta terhubung dengan sistem informasi berbasis web. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem baik perangkat keras maupun perangkat lunak, implementasi, serta pengujian kinerja sistem. Proses pengujian dilakukan selama tujuh hari kerja dengan melibatkan sepuluh siswa sebagai subjek uji, di mana setiap siswa melakukan 20 kali percobaan, sehingga total pengujian mencapai 400 kali. Pengujian dilaksanakan menggunakan dua jenis koneksi jaringan, yaitu Wi-Fi dan hotspot, untuk mengevaluasi pengaruh kualitas jaringan terhadap performa sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akurasi sistem mencapai 95,5% pada penggunaan jaringan Wi-Fi dan 91,5% pada jaringan hotspot, dengan nilai False Positive Rate sebesar 0%. Selain itu, rata-rata waktu respons sistem tercatat sebesar 1,6 detik pada jaringan Wi-Fi dan 1,82 detik pada jaringan hotspot. Pengujian fungsional menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan bahwa semua fitur pada sistem beroperasi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, sistem absensi yang dikembangkan dinilai efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan ketepatan, efisiensi, serta transparansi dalam proses pencatatan kehadiran siswa di tingkat sekolah dasar. Kata Kunci— absensi biometrik, ESP8266, R307, Internet of Things, sistem absensi.
Manajemen Bandwidth Koneksi Starlink Menggunakan Mikrotik RouterOS Versi 7 dengan Metode PCQ di Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya Herman Wordaun Rainhart Rumy; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol. 7 No. 03 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Kabupaten Jayawijaya sebagai wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) memiliki keterbatasan infrastruktur jaringan konvensional. Starlink mampu menyediakan akses internet berbasis satelit orbit rendah, namun tanpa manajemen bandwidth yang tepat, distribusi koneksi menjadi timpang dan mengganggu layanan pemerintahan digital. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas metode Per Connection Queue (PCQ) pada Mikrotik RouterOS Versi 7 dalam mengelola bandwidth Starlink di Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan desain pretest-posttest pada 20 perangkat aktif dari empat divisi. Instrumen berupa Mikrotik hAP ac3 RouterOS v7.14.3 dengan konfigurasi PCQ pada empat VLAN batas 10 Mbps. Data dikumpulkan melalui observasi teknis, monitoring WinBox, dan Speedtest CLI, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: kecepatan download meningkat dari 8,2 Mbps menjadi 12,6 Mbps (+53,7%), upload dari 1,3 Mbps menjadi 9,8 Mbps (+653%), latensi menurun dari 289 ms menjadi 96 ms (-66,8%), dan packet loss dari 4,2% menjadi 0%. Distribusi bandwidth antar divisi menjadi merata (24-26%), dibandingkan kondisi sebelumnya di mana satu divisi mendominasi hingga 70%. Kesimpulan: PCQ pada Mikrotik RouterOS Versi 7 efektif mendistribusikan bandwidth secara adil, stabil, dan adaptif untuk jaringan pemerintahan di wilayah 3T.   Kata Kunci— Manajemen Bandwidth, PCQ, Mikrotik Routeros V7, Starlink, Wilayah 3T, Jayawijaya
Implementasi Xendit Payment Link dan Webhook untuk Otomatisasi Penagihan Langganan pada Bot Telegram Renaldy Permana Sundawa; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol. 7 No. 04 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Layanan Rafess, yaitu layanan automenfess  yang menerapkan sistem berlangganan berbasis bot Telegram, menghadapi permasalahan pada proses penagihan yang masih dilakukan secara manual sehingga rawan kesalahan dan bergantung pada ketersediaan admin. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan solusi melalui implementasi sistem otomatisasi penagihan langganan dengan integrasi Xendit Payment Link dan webhook yang memungkinkan pembuatan tautan pembayaran otomatis, pembaruan status langganan secara real-time, serta pengiriman pengingat kepada pelanggan menjelang masa berakhir langganan. Hasil pengujian fungsional menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem berjalan sesuai spesifikasi kebutuhan yang telah ditetapkan. Pengujian waktu respon terhadap 30 sampel transaksi menghasilkan rata-rata durasi end-to-end sebesar 1,963 detik (SD = 0,146 detik), menunjukkan sistem merespons secara konsisten di seluruh sampel pengujian. Komponen pemrosesan webhook internal mencatatkan rata-rata 0,535 detik dengan standar deviasi 0,012 detik, menunjukkan arsitektur FastAPI dan MongoDB mampu menangani pemrosesan secara stabil meskipun sistem berjalan pada infrastruktur terbatas. Sistem juga terbukti andal dalam menangani skenario gangguan melalui mekanisme retry webhook otomatis, sinkronisasi manual, serta idempotency untuk mencegah duplikasi data transaksi. Kata Kunci— Xendit Payment Link, Webhook, Bot Telegram, Otomatisasi Penagihan, FastAPI, MongoDB.
Sistem Irigasi Vertical Garden Berbasis IoT dengan Penjadwalan Adaptif Faizah; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Tanaman pada lingkungan hunian perkotaan sering mengalami penyiraman yang tidak konsisten akibat aktivitas pengguna yang padat serta perubahan kondisi lingkungan. Penelitian ini mengembangkan sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk vertical garden skala kecil menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai perangkat edge. Sistem bekerja berdasarkan jadwal penyiraman yang diperbarui secara adaptif menggunakan data historis kelembaban media tanam tanpa bergantung pada layanan cloud. Data kelembaban tanah direkam setiap 15 menit dan disimpan secara lokal untuk dianalisis menggunakan algoritma berbasis aturan if–then. Algoritma menghitung perubahan kelembaban tanah sebelum dan sesudah penyiraman (delta), kemudian mengklasifikasikan kondisi media tanam menjadi KERING, CUKUP, atau KEBANYAKAN sebagai dasar penyesuaian durasi dan jadwal penyiraman pada siklus berikutnya. Verifikasi dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan otomatis pada ESP32 dan perhitungan manual menggunakan dataset yang sama, termasuk pengujian tambahan menggunakan data sintesis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan keputusan klasifikasi, perubahan durasi, dan pembaruan jadwal yang sesuai dengan hasil perhitungan manual, sehingga algoritma adaptif yang diterapkan dapat mendukung mekanisme penjadwalan penyiraman berbasis data historis pada sistem irigasi vertical garden.   Kata Kunci— Internet of Things (IoT), vertical garden, penjadwalan adaptif, soil moisture, data historis, irigasi otomatis.
Pengembangan Aplikasi Utilitas Berbasis GUI PowerShell Untuk Otomatisasi Administrasi Sistem Windows Bagas Alam Saputra; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penelitian Penggunaan Command Line Interface (CLI) pada PowerShell untuk otomatisasi dan perbaikan sistem operasi Windows memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Kesulitan dalam menghafal sintaks perintah secara manual sering menjadi kendala teknis bagi teknisi IT maupun pengguna awam, sehingga menciptakan kesenjangan antara kapabilitas sistem backend dengan ketersediaan antarmuka yang ramah pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi utilitas terpusat berbasis Graphical User Interface (GUI) menggunakan skrip PowerShell guna mempermudah administrator sistem dalam melakukan tugas pemeliharaan pada lingkungan Windows 10 dan Windows 11. Evaluasi sistem dilakukan melalui dua tahapan pengujian utama. Hasil pengujian fungsional menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi operasional sistem dapat berjalan dengan sangat baik dan stabil. Lebih lanjut, hasil Uji Penerimaan Pengguna (User Acceptance Test) yang melibatkan praktisi IT di PT Tiga Berlian Mandiri menunjukkan persentase kelayakan rata-rata sebesar 94,2%. Perolehan skor tersebut menempatkan aplikasi utilitas yang dikembangkan ke dalam kategori "Sangat Diterima".   Kata Kunci— PowerShell, GUI, Otomatisasi, Utilitas Windows, Administrasi Sistem Windows.
Implementasi Progressive Web App (PWA) untuk Aplikasi Manajemen Keuangan Pribadi dengan Kemampuan Offline-First Gheri Maulana Tri Istidar; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Ketergantungan aplikasi manajemen keuangan pada koneksi internet dapat menunda pencatatan transaksi dan memengaruhi ketelitian data ketika jaringan tidak stabil. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan BudgetBonsai, aplikasi manajemen keuangan pribadi berbasis Progressive Web App (PWA) dengan arsitektur offline-first. Pengembangan menerapkan Rapid Application Development (RAD) yang mencakup pemodelan bisnis dan data, pemodelan proses, pembangkitan aplikasi, serta pengujian. Antarmuka dibangun menggunakan React dan Vite, Service Worker mengelola cache aset, dan IndexedDB melalui Dexie.js menjadi penyimpanan utama untuk operasi lokal. Firebase Authentication dan Cloud Firestore digunakan untuk autentikasi serta sinkronisasi data manual saat koneksi tersedia. Pengujian Black Box mencakup 17 skenario pada modul autentikasi, transaksi, kategori, anggaran, tujuan keuangan, ekspor laporan, dan sinkronisasi; seluruh skenario dinyatakan berhasil. Pengujian teknis memperlihatkan aplikasi memenuhi kriteria instalasi PWA pada perangkat seluler dan desktop, Service Worker aktif, serta pemuatan ulang pada kondisi luring mengembalikan HTTP 200. Data yang dibuat saat luring berhasil dikirim ke Firestore tanpa kehilangan data. Hasil menunjukkan kombinasi PWA, cache, dan IndexedDB memungkinkan fungsi utama aplikasi tetap tersedia tanpa ketergantungan jaringan. Kata Kunci— Progressive Web App, offline-first, manajemen keuangan, IndexedDB, Firebase, Rapid Application Development.
Strategi Isolasi Data dalam Arsitektur Multi-Tenant pada Software as a Service menggunakan Pendekatan Shared Schema Asgarindo Dwiki Ibrahim Adji; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Perkembangan layanan berbasis cloud telah mendorong adopsi model Software as a Service (SaaS) dengan arsitektur multi-tenant, yang memungkinkan banyak tenant menggunakan satu instansi aplikasi secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan strategi isolasi data pada arsitektur multi-tenant menggunakan pendekatan shared schema. Implementasi dilakukan menggunakan Next.js dan Supabase dengan menerapkan lima mekanisme, yaitu Tenant Resolver, Autentikasi dan Role-Based Access Control (RBAC), Tenant Filtering, Row Level Security (RLS), serta Tenant Level Encryption berbasis AES-256-GCM dan RSA-OAEP. Pengujian dilakukan melalui Black Box Testing, White Box Testing, dan pengujian performa menggunakan k6 dengan beban 10, 100, dan 1000 data. Hasil menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai kebutuhan serta seluruh mekanisme berhasil mencegah akses lintas tenant, termasuk manipulasi subdomain, pemalsuan header, penyalahgunaan hak akses, dan dekripsi menggunakan kunci tenant lain. Penerapan Tenant Level Encryption meningkatkan latensi dan menurunkan throughput, namun seluruh pengujian menghasilkan error rate 0%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi mekanisme tersebut mampu menjamin isolasi data secara logis pada pendekatan shared schema dengan konsekuensi trade-off performa sistem akibat penerapan Tenant Level Encryption. Kata Kunci— SaaS, Multi-tenant, Isolasi Data, Shared Schema, Tenant Level Encryption.
Simulasi Infrastructure as Code pada Proxmox VE Menggunakan Terraform dan Ansible Maulana Fiemas Aji Kurnia Safa; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Laboratorium Jaringan Komputer Universitas Negeri Surabaya masih melakukan penyiapan Virtual Machine (VM) secara manual sehingga rentan terhadap human error, membutuhkan waktu yang lebih lama, dan berpotensi menghasilkan konfigurasi yang tidak konsisten seiring meningkatnya kebutuhan peminjaman VM. Penelitian ini mensimulasikan penerapan Infrastructure as Code (IaC) pada Proxmox Virtual Environment (VE) menggunakan Terraform untuk provisioning VM dan Ansible untuk manajemen konfigurasi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui perbandingan kombinasi Terraform–Ansible, skrip Bash, dan metode manual pada skenario single VM dan multi VM. Parameter yang dianalisis meliputi waktu eksekusi penyiapan VM dan konsistensi konfigurasi hasil akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrip Bash memiliki waktu eksekusi lebih cepat pada skenario single VM dan tugas konfigurasi sederhana, sedangkan kombinasi Terraform–Ansible memberikan kinerja terbaik pada skenario multi VM dan konfigurasi yang lebih kompleks. Selain itu, penerapan IaC menghasilkan konfigurasi yang konsisten pada seluruh VM sesuai kebutuhan pengujian. Dengan demikian, kombinasi Terraform dan Ansible efektif digunakan untuk mengotomatisasi proses provisioning dan manajemen konfigurasi VM pada lingkungan Proxmox VE, terutama ketika jumlah VM dan kompleksitas konfigurasi meningkat. Kata Kunci - Infrastructure as Code, Terraform, Ansible, Proxmox VE, Virtual Machine