This Author published in this journals
All Journal JURNAL SELULOSA
Taufan Hidayat
Balai Besar Pulp dan Kertas, Jl. Raya Dayeuhkolot No. 132 Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMASI BIOPROSES MODIFIKASI PERMUKAAN SERAT UNTUK PENINGKATAN KEKUATAN KERTAS Taufan Hidayat; Nina Elyani; Chandra Apriana Purwita
JURNAL SELULOSA Vol 4, No 01 (2014): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.876 KB) | DOI: 10.25269/jsel.v4i01.56

Abstract

Fiber surface modification is a main process to improve paper quality. It is usually done mechanically through refining process. In this research the modification was done microbiologically by using Acetobacter xylinum. In principle, this process is carried out by growing bacterial cellulose on the fiber surface, which is similar to fibrillation by mechanical action. The modification was done at the short fibers at 5 duration reaction times and 4 level agitation speeds. The experiments were conducted in a 75 liter active volume bioreactor filled with a liquid inorganic media, 0.75% pulp consistency, at 30°C temperature, and pH 5.5. The washed pulp was then turned into sheets for testing purposes. The experiments show that at 37.5 Hz agitation speed and 1-3 hours reaction time, the paper strength and structure improve effectively. In addition, this optimized process also shows a potential energy saving up to 17.24% at agitation speed of 25,0 Hz.Keywords: fiber surface modification, Acetobacter xylinum, paper strength, short fibers  ABSTRAK Modifikasi permukaan serat adalah proses inti pembuatan kertas untuk meningkatkan kualitas kertas. Pada umumnya modifikasi permukaan serat dilakukan secara mekanis melalui proses penggilingan. Pada penelitian ini modifikasi permukaan serat dilakukan secara mikrobiologis menggunakan Acetobacter xylinum. Proses ini berlangsung dengan cara menumbuhkan bakteri pembentuk selulosa pada permukaan serat sehingga serat terfibrilasi. Penelitian dilakukan pada serat pendek dengan variasi 5 durasi waktu reaksi dan 4 tingkat kecepatan agitasi. Proses modifikasi dilakukan dalam bioreaktor dengan volume aktif 75 liter menggunakan media anorganik cair, pada konsistensi pulp 0,75%, suhu 30°C, dan pH 5,5. Pulp hasil reaksi dicuci kemudian dibuat lembaran untuk diuji karakteristik fisiknya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada kondisi kecepatan agitasi 37,5 Hz dan waktu inkubasi 1-3 jam, bioproses modifikasi serat efektif untuk meningkatkan kekuatan kertas, memperbaiki struktur lembaran kertas, dan berpeluang menghemat energi sebesar 17,24% pada kecepatan agitasi 25,0 Hz.Kata kunci: modifikasi permukaan serat, Acetobacter xylinum, kekuatan kertas, serat pendek 
PENGOLAHAN GONDORUKEM MENJADI BAHAN PENDARIHAN SEBAGAI ADITIF PADA PEMBUATAN KERTAS Mahammad Khadafi; Ike Rostika; Taufan Hidayat
JURNAL SELULOSA Vol 4, No 01 (2014): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.631 KB) | DOI: 10.25269/jsel.v4i01.53

Abstract

Gondorukem (Resina colophium) is produced by steam distillation of pine resin (oleoresin). It is yellow-brown solid containing mainly tricyclic alkyl organic acids (abietat acid and pimarate acid). The two acids have ampliphilic characteristics due to their hydrophobic carboxyl tail and hydrophilic tricyclic molecules. The purpose of this research was to prepare emulsion rosin as a sizing agent. Two types of gondorukem (WW and X grades) were saponified by adding a sodium hydroxide solution at a temperature below 100oC. For improving the quality of saponified rosins, the rosins were fortified by adding some maleic anhydride. Some tests were conducted to measure saponified and acidic numbers of a known rosin grade. The tests show that the acidic and saponified numbers of an X grade rosin were 179.92 and 199.74, respectively. Those of a WW grade were 176.58 and 195.84 for acidic and saponified numbers, respectively. Therefore, it can be concluded that the X grade gondorukem has a better quality as a rosin sizing agent than the WW grade.Keywords: gondorukem, saponification, sizing agent, fortified rosin  ABSTRAK Gondorukem (Resina colophium) adalah hasil olahan destilasi uap dari getah sadapan pada batang pinus (oleoresin). Gondorukem berbentuk padatan berwarna kuning kecoklatan dengan komponen kimia utamanya terdiri dari asam organik alkyl tricyclic tak jenuh yaitu asam abietat dan asam pimarat. Kedua molekul asam ini memiliki sifat amfipatik yaitu mempunyai gugus karboksil yang bersifat hidrofilik dan molekul tricyclic yang hidrofobik. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan darih rosin emulsi dari gondorukem serbuk sebagai aditif pada pembuatan kertas. Gondorukem dengan kualitas WW dan X dilakukan reaksi saponifikasi menggunakan soda pada suhu di bawah 100oC. Peningkatan kualitas dari rosin tersabunkan yang terbentuk dilakukan dengan reaksi fortifikasi menjadi rosin terfortifikasi dengan penambahan senyawa anhidrida maleat. Parameter uji berupa bilangan penyabunan dan bilangan asam dilakukan untuk mengetahui kualitas darih rosin yang terbentuk. Dari penelitian ini didapatkan bilangan asam dan penyabunan kualitas X adalah 179,92 dan 199,74 sedangkan untuk kualitas WW 176,58 dan 195,84. Dengan hasil pengujian kualitas bahan baku gondorukem X mempunyai kualitas yang lebih baik untuk dijadikan darih rosin pada kertas dibandingkan dengan WW.Kata kunci: gondorukem, saponifikasi, bahan pendarihan, rosin terfortifikasi