This Author published in this journals
All Journal JURNAL SELULOSA
Darono Wikanaji
PT Kertas Leces (Persero), Probolinggo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN SERAT DAN EFISIENSI ENERGI PADA KOMBINASI REFINING KONSISTENSI TINGGI DAN RENDAH Darono Wikanaji; Trismawati Trismawati
JURNAL SELULOSA Vol 1, No 01 (2011): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.102 KB) | DOI: 10.25269/jsel.v1i01.15

Abstract

Refiner di unit persiapan bahan merupakan mesin penting dan sangat menentukan kelancaran mesin kertas dan kualitas kertas yang dihasilkan Di sisi lain mesin refiner merupakan mesin yang mengkonsumsi energi paling besar. Operator refiner sering hanya mengacu ke freeness dan kekuatan serat yang dapat dicapai tetapi kurang memperhatikan jumlah energi per ton pulp yang digunakan serta kapasitas optimal mesin refiner, sehingga refiner sering menjadi bottle neck dan mesin kertas terpaksa menurunkan kecepatan karena ada gangguan di salah satu mesin refiner. Perpindahan massa dan perpindahan energi refiner tidak diketahui secara pasti, akan tetapi terjadi dampak yang signifikan terhadap kelancaran mesin dan kualitas produk. Penelitian ini mengamati kombinasi pemakaian energi dual refining (proses refining pada refiner konsistensi tinggi dan refiner konsistensi rendah) dalam proses pembuatan sack kraft. Specific Refining Energy (SRE) yang digunakan pada refiner konsistensi tinggi (HC Refiner konsistensi 32%) adalah 100 kWh/t, 150kWh/t, 200 kWh/t, dan 250 kWh/t sementara SRE yang digunakan pada refiner konsistensi rendah (LC Refiner konsistensi 5%) adalah 20 kWh/t, 35 kWh/t, 50 kWh/t dan 75 kWh/t. Perkembangan serat, effisiensi energi dan efisiensi jumlah pemakaian refiner diamati. Hasil terbaik adalah pada kombinasi pemakaian 2 buah HC Refiner SRE 200 kWh/t - 2 buah LC Refiner SRE 35 kWh/t - 2 buah LC Refiner dalam keadaan standby, dengan total pemakaian energi 404,4 kWh/t yang dapat memberikan penghematan energi 0,5% per ton pulp dibandingkan dengan standar operasional kombinasi pemakaian 2 buah HC Refiner SRE 150 kWh/t - 4 buah LC Refiner SRE 35 kWh/t dengan total pemakaian energi 406,5 kWh/t.Kata kunci : energi; refiner; segmen; perkembangan serat; kualitas dan kelancaran produksi Fiber development and energy efficiency at combination of high and low consistency of refiningAbstractRefiner in the stock preparation unit of paper machine is the most determining factor of paper machine runnability and product quality. On the other hand, the refiner is the highest energy consuming machine. The operator only refers to freeness and strength properties achieved. The energy consumed and refiner capacity are lack of attention, so that refiner will mostly be the bottle neck and papermachine speed has to be decreased when one of the refiner faced any operational problem. The mass and energy tranfered is not known well but the effect of refining on papermachine runnability and product quality is significant. Combination of dual refining energy consumption for the process of refining at high consistency refiner and low consistency refiner in the process of sack kraft making is examined. Specific Refining Energy (SRE) used at a high consistency refiner (HC refiner consistency 32%) is 100 kWh/t, 150 kWh/t, 200 kWh/t, and 250 kWh/t while SRE used at low consistency refiner (LC refiner consistency of 5%) is 20 kWh/t, 35 kWh/t, 50 kWh/t and 75 kWh/t. In this research the fiber development, the energy efficiency, and the efficiency of the number of refiner used are also examined. The best result achived is in 2 HC Refiner SRE 200 kWh/t - 2 LC Refiner SRE 35 kWh/t - 2 LC refiner in standby position combination with total energy consumed 404,4 kWh/t, mean 0,5 % energy saving based on operational standard 2 HC Refiner SRE 150 kWh/t and 4 LC Refiner SRE 50 kWh/t combination that consumed 406,5 kWh/t.Key words : energy; refiner; segment; fiber development; product quality; runnability