Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analyzing Science Test Items and Higher Order Thinking Skills of Fifth Graders Mardi .
BIOEDUKASI Vol 16 No 1 (2018)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v16i1.7715

Abstract

Indonesian students got low achievement in many international studies of evaluation, such as in Trend in International Mathematics and Science Study (TIMSS). It is because they unfamiliar with higher order thinking skill questions. Generally, assessment in Indonesia contains less of higher order thinking questions and do not fit with the international standard of evaluation. The purposes of this study were to identify the test items of Test of Standarisasi Hasil Belajar (SHB) and to examine the capability of students of fifth grade to answer higher order thinking skills (HOTS) questions. The method uses was mix method (qualitative and quantitative). Test Standarisasi Hasil Belajar (SHB) Year 2017/2018 of Banyuwangi Regency for fifth grade was used. Twenty-seven fifth graders were participated in paper test. The result showed that the test contains of cognitive domain of knowing, applying, and reasoning of 48.9%, 40% and 11.1%, respectively. The test of capability of students to answer HOTS questions revealed low achievement of 80% and high achievement of 5%. In summary, the reasoning domain of the test should be more developed to encourage students’ capability in answering HOTS questions. Keywords: science test items, TIMSS, HOTS, fifth grade.
PENGARUH KEMUDAHAN E-WALLET DAN QRIS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Khalisa Bunga Maheswari; Annisa Kobaiyasi; Habil Buchori Arsyat; Maharani Amelia Putri Sejati; Putri Anggun; Windi Sri Dwi Agustini; Mardi .
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan teknologi keuangan secara signifikan telah mengubah sistem pembayaran non-tunai, dengan dampak yang signifikan pada mahasiswa. Dompet digital dan penerapan QRIS sebagai sistem pembayaran digital yang seragam membawa kenyamanan, kecepatan, dan efisiensi pada transaksi harian. Ini tidak hanya memengaruhi cara mahasiswa mengelola transaksi mereka tetapi juga berpotensi membentuk kebiasaan konsumen yang cenderung lebih boros. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana transaksi dompet digital dan kemudahan penggunaan QRIS memengaruhi perilaku pengeluaran mahasiswa Pendidikan Akuntansi di Universitas Negeri Jakarta. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, menggunakan metode survei. Data dikumpulkan dari kuesioner tertutup yang diberikan kepada 189 mahasiswa aktif dari tahun akademik 2023–2025, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan mengungkapkan bahwa kemudahan penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengeluaran mahasiswa. Namun, transaksi dompet digital tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap perilaku pengeluaran. Namun, ketika diperiksa secara bersamaan, baik transaksi dompet digital maupun kemudahan penggunaan QRIS memiliki dampak signifikan terhadap kebiasaan pengeluaran mahasiswa. Hasil ini menunjukkan bahwa kenyamanan sistem pembayaran digital merupakan faktor utama yang mendorong kecenderungan pengeluaran di kalangan mahasiswa, sementara dampak penggunaan dompet digital membutuhkan faktor pendukung tambahan untuk memiliki pengaruh langsung. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada penelitian perilaku konsumen teoretis dan menjadi sumber bagi institusi pendidikan tinggi dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa.