Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Campur Kode dalam Bahasa Melayu Dialek Sambas di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Djarot, Muchammad
Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.338 KB) | DOI: 10.26418/ekha.v3i2.42252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang campur kode dalam Bahasa Melayu Dialek Sambas (BMDS) di kalangan pelajar Kubu Raya Kalimantan Barat yang digunakan siswa di lingkungan SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian lapangan (field reseach) menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini berupa tuturan siswa secara lisan dalam proses pembelajaran di kelas, serta tuturan siswa di luar kelas. Subjek dalam penelitian ini bersifat purpose sampling, data dikumpulkan dengan menggunakan observasi secara langsung dan wawancara mendalam, selanjutnya dianalisis menggunakan metode padan. Hasil penelitian menyatakan bahwa terjadinya campur kode dalam BMDS disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya settings, participants, ends, act sequences, keys, instrumentalities, norms, dan genre. Hasil analisis menunjukkan terjadinya campur kode berbentuk kata, frasa, klausa, kata ulang, bentuk campur kode ke dalam (intern), dan bentuk campur kode keluar (ekstern). 
Kajian Kata Khusus dan Islamisasi Melalui Mantra Makan dalam Kelambu Masyarakat Bugis Dendreng Segedong Mempawah Muchammad Djarot
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v9i2.2015

Abstract

Salah satu suku yang mendiami wilayah Kecamatan Segedong ialah suku Bugis Dendreng. Mantra Makan dalam Kelambu sudah lama dipertahankan menjadi kepercayaannya.. Tradisi tersebut harus dilakukan karena menurut kepercayaan masyarakat tersebut upacara ritual kehidupan sakral dan merupakan bentuk kepercayaan yang masih dipercayai hingga kini. Secara metodologis, penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan bentuk penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta alat pengumpulan data yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, perekam suara  dan kamera. Kata khusus dalam sastra lisan mantra Makan dalam Kelambu memainkan peranan penting dalam masyarakat Bugis Dendreng dan merupakan bentuk ungkapan masyarakat Bugis Dendreng agar dalam setiap pelaksanaan pesta perkawinan dapat berjalan dengan lancar. Mantra menjadi pilihan para pendakwah karena masyarakat praIslam sangat percaya dengan hal-hal yang bersifat mistik dan kekuatan gaib.
KESANTUNAN IMPERATIF DALAM INTERAKSI ANTARMAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN IAIN PONTIANAK: Kajian Pragmatik dan Etis Pendidikan Islam Muchammad Djarot; Marsih Muhammad
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.336 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i1.1234

Abstract

Imperative politeness is one of focus in character building education. This is because language politeness or in spoken language is part of main pilars in character education. Based on the research, students of teacher training and education faculty in State Islamic Institute Pontianak showed the students tend less polite in spoken. This reveals from their imperative spoken in interaction among them. Meanwhile their spoken language that they used represents their characteristics and become problematic because they are studying at teacher training and education faculty in State Islamic Institute Pontianak in which is place for graduating candidate of teachers. In methodology, this research is qualitative with pragmatic approach. In the research, method of collecting data used method of listening and capability. Object of the research is students who study at teacher training and education faculty in State Islamic Institute Pontianak.
MANTRA MAKAN DALAM KELAMBU MASYARAKAT BUGIS DENDRENG DESA GEDUNG INTAN MEMPAWAH Kajian Kata Khusus dan Islamisasi melalui Mantra Muchammad Djarot
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.631 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1450

Abstract

Masyarakat Bugis Dendreng merupakan salah satu masyarakat Bugis yang tinggal di Desa Gedung Intan kecamatan Segedong kabupaten Mempawah. Pada dasarnya masyarakat Bugis Dendreng ini bukanlah penduduk asli di desa tersebut melainkan pendatang yang telah lama menetap, namun masyarakat tersebut tetap menjaga kebudayaan dan tradisi berupa sastra lisan yang berbentuk mantra yaitu mantra Makan dalam Kelambu. Bagi masyarakat Bugis Dendreng, mantra Makan dalam Kelambu sudah menjadi tradisi yang harus dilakukan karena menurut kepercayaan masyarakat tersebut upacara ritual kehidupan sangat sakral dan merupakan salah satu bentuk kepercayaan yang masih dipercayai sampai sekarang. Secara metodologis, penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Kata khusus dalam sastra lisan mantra Makan dalam Kelambu memainkan peranan penting dalam masyarakat Bugis Dendreng dan merupakan bentuk ungkapan masyarakat Bugis Dendreng agar dalam setiap pelaksanaan pesta perkawinan dapat berjalan dengan lancar. Mantra menjadi pilihan para pendakwah karena masyarakat praIslam sangat percaya dengan hal-hal yang bersifat mistik dan kekuatan gaib. Mantra tertentu dianggap dapat memberi perlindungan, pengasihan, dan pengobatan serta kemenangan dalam sebuah pertandingan dan/atau peperangan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif, pengumpulan data yang digunakan adalah metode melalui metode observasi dan dokumentasi. Kata Kunci: Kata Khusus, Islamisasi, Mantra
Campur Kode dalam Bahasa Tionghoa Dialek Khek di Kalangan Pelajar Kabupaten Kubu Raya Muchammad Djarot
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): VOLUME 5 NUMBER 2 SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i2.1868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang campur kode dalam Bahasa Tionghoa Dialek Khek (BTDK) di kalangan pelajar Kubu Raya Kalimantan Barat yang digunakan siswa di lingkungan SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian lapangan (field reseach) menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini berupa tuturan siswa secara lisan dalam proses pembelajaran di kelas, serta tuturan siswa di luar kelas. Subjek dalam penelitian ini bersifat purpose sampling, data dikumpulkan dengan menggunakan observasi secara langsung dan wawancara mendalam, selanjutnya dianalisis menggunakan metode padan. Hasil penelitian menyatakan bahwa terjadinya campur kode dalam Bahasa Tionghoa Dialek Khek disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya settings, participants, ends, act sequences, keys, instrumentalities, norms, dan genre. Hasil analisis menunjukkan terjadinya campur kode berbentuk kata, frasa, klausa, kata ulang, bentuk campur kode ke dalam (intern), dan bentuk campur kode keluar (ekstern).
Alih Kode Pada Siswa SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kabupaten Kubu Raya Muchammad Djarot
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Number 2 December 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i2.1752

Abstract

Artikel ini mempunyai tujuan untuk memperoleh gambaran terkait fenomena alih kode dalam penggunaan bahasa di kalangan siswa SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan bentuk penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta alat pengumpulan data yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, perekam suara  dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alih kode dapat dibedakan menjadi empat kode utama yaitu bentuk alih kode dengan kode dasar BI beralih ke kode BMDS, kode BTDK. Alih kode dengan kode dasar BMDS beralih ke kode BTDK. Sedangkan alih kode dengan kode dasar BTDK beralih ke kode BI dan BMDS. Alih kode dengan kode dasar BI beralih ke kode BMDKH. Terjadinya alih kode disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya penutur, lawan tutur, hadirnya penutur ketiga, perubahan situasi, dan topik pembicaraan sehingga penutur melakukan alih kode. Hasil analisis juga menunjukkan terjadinya alih kode metaforis dan alih kode situasional.
Wujud Kesantunan dan Makna Dasar Pragmatik Imperatif dalam Tuturan antar Mahasiswa Melayu Sambas di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak Muchammad Djarot
Philosophica: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 2, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Faculty of Economics, Law, and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.236 KB) | DOI: 10.35473/po.v2i1.236

Abstract

Imperative politeness is one of the concerns in character education. This is becausepoliteness in speaking is part of pillars in character education. Based on the results of study,students from the Tarbiyah and Teacher Training Faculty, Institute Agama Islam Neger(IAIN) Pontianak showed a tendency to be less polite in speaking, this is evident fromthe imperative speeches they convey in their interactions between them. Meanwhile, thespeech language they use represents their personality, and becomes problematic becausethey are studying at the Tarbiyah Faculty and Teacher Training of IAIN Pontianak adnthey are prepared to be prospective teachers. Methodologically, this research is classifedas qualitative research with a pragmatic approach. In research, the data collection methodused is the referring method and the profcient method. The objects of the study wasSambas Malay students who study at the Teacher Training Faculty, Institute Agama IslamNeger (IAIN) Pontianak .
MENGGALI MAKNA DALAM PERIBAHASA MELAYU SAMBAS: TINJAUAN ETNOLINGUISTIK DAN SEMANTIK Djarot, Muchammad
Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/ekha.v7i1.75152

Abstract

Proverbs are a group of sayings that have a fixed structure and usually convey a certain meaning. .Sambas Malay Proverbs research: Ethnolinguistic and Semantic Review is a qualitative descriptive research that analyzes Malay proverbs from an ethnolinguistic and semantic perspective. The data source in this research are proverbs commonly used by the Malay community of Sambas, West Kalimantan. The results of the research from an ethnolinguistic perspective show that the Sambas Malay proverbs have a historical connection as well as a principle of life for the Sambas Malay people. There are many proverbs that convey advice and symbols of the culture of the Sambas Malay people. From a semantic perspective, the message conveyed implies advice that can be implemented by everyone. Keywords: Malay Sambas proverbs, Ethnolinguistics, Semantics  AbstrakPeribahasa merupakan kelompok perkataan yang tetap susunan dan biasanya mengiaskan sesuatu maksud tertentu. Penelitian Peribahasa Melayu Sambas: Tinjauan Etnolinguistik dan Semantik merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menganalisis peribahasa melayu dari sudut tinjauan etnolinguistik dan semantik. Sumber data dalam penelitian ini adalah peribahasa yang biasa digunakan oleh masyarakat Melayu Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian dari segi Etnolinguistik menunjukkan bahwa peribahasa Melayu Sambas memiliki hubungan history sekaligus sebagai prinsip hidup masyarakat Melayu Sambas. Banyak peribahasa yang menyiratkan nasihat maupun simbol budaya pada masyarakat Melayu Sambas. Dari segi Semantik, pesan yang disampaikan menyiratkan nasihat yang dapat diimplementasikan oleh semua orang.Kata Kunci: Peribahasa Melayu Sambas, Etnolinguistik, Semantik  
Tradisi Mandi Safar Pada Masyarakat Melayu Kayong Utara Djarot, Muchammad; Alimin, Al Ashadi
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v3i2.2075

Abstract

Aspek kajian dalam penelitian ini mencakup tujuan dan rangkaian pelaksanaan Mandi Safar dan nilai yang terkandung dalam tradisi Mandi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh agama. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dari analisa yang dilakukan, maka hasil dari penelitian ini menyimpulkan tujuan diadakannya tradisi Mandi Safar yaitu untuk menghindari marabahaya (bencana), menjalin silaturahim dan melestarikan nilai-nilai budaya setempat. Tahap persiapan tradisi Mandi Safar diawali dengan musyawarah membentuk panitia khusus, pembuatan ketupat, penulisan daun Andong (Hanjuang). Tahap pelaksanaan diawali dengan pembacaan Sholawat, penggantungan daun Andong (Hanjuang), di aliran sungai, pembacaan doa dan mandi. Tahap penutupan yaitu terdiri dari acara makan bersama, dan diakhiri dengan doa penutup.
Nilai Sosial dan Makna Pemertahanan Bahasa Melayu Dialek Sambas melalui Lagu Daerah dalam Album Terigas Muchammad Djarot
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i2.380

Abstract

Aktivitas bersastra dalam bahasa ibu memiliki peran strategis dalam pemertahanan, pengembangan, dan pertukaran budaya antargenerasi atau antarkelompok. Aktivitas bersastra merupakan satu fenomena sosial kemasyarakatan. Ianya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas lainnya. Aktivitas bersastra dapat merupakan bagian dari rangkaian upacara perkawinan, upacara kematian, upacara pengobatan, dan penanaman padi. Beberapa aktivitas bersastra juga tergambar dalam lagu-lagu daerah. Album Terigas merupakan kumpulan lagu daerah berbahasa Melayu yang sanggup merepresentasikan aktivitas-aktivitas tersebut. Dengan aransemen yang tepat, lagu-lagu daerah dalam Album Terigas tidak sekadar dinyanyikan dalam upacara adat, melainkan juga dalam kegiatan sehari-hari. Tulisan ini mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terkandung dalam lagu daerah dan identifikasi makna pemertahanan bahasa yang dimilikinya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan penekanan pada penguraian kondisi objek penelitian yang berupa lirik lagu. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa dalam lirik lagu daerah Sambas dalam Album Terigas terdapat nilai religius, nilai etos kerja dan kerjasama, serta nilai sejarah dan budaya. Selain nilai sosial, terdapat juga makna pemertahanan bahasa melalui lagu daerah di antaranya penyadaran identitas kesukuan, pelestarian BMDS sebagai bahasa daerah, pembentuk sikap dan perilaku hidup bermasyarakat.