Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENTINGNYA MENINGKATKAN HOTS DAN AQ SISWA GUNA MEMPERSIAPKAN SISWA MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 BAGI GURU SMKs AL-AKHYAR WONOKUSUMO BONDOWOSO Fitriana Eka Chandra; Fury Styo Siskawati; Hikmatul Lutfiah
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1440

Abstract

Mitra dalam kegiatan PKM ini adalah SMKs Al-Akhyar Wonokusumo Bondowoso. Permasalahan mitra diantaranya adalah 1) pembelajaran mata pelajaran teoristik yang kurang bermakna, 2) pembelajaran mata pelajaran teoristik yang hanya menekankan pada penyampaian kemampuan procedural, seperti penyampaian informasi, definisi, dan contoh soal beserta penyelesaiannya, 3) banyaknya siswa yang kurang perhatian dalam pembelajaran di kelas, 4)minimnya pengetahuan guru tentang pentingnya meningkatkan HOTS dan AQ siswa dalam menghadapi era REVOLUSI INDUSTRI 4.0, 5) rendahnya HOTS dan AQ siswa 6) kurangkan kemampuan guru dalam membuat soal kontekstual berbasis HOTS yan g menantang siswa. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan PKM ini adalah pelatihan pentingnya meningkatkan HOTS dan AQ siswa dalam menghadapi REVOLUSI INDUSTRI 4.0 bagi guru-guru SMKs Al-Akhyar Wonokusumo.Pelaksanaan kegiatan           pelatihan ini berjalan lancar dan tampak bahwa para peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Semua guru SMKs Al-Akhyar yang berjumlah 25 orang hadir dalam acara ini, dan banyak melakukan tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Hasil yang diperoleh adalah tambahan wawasan dan motivasi bagi para guru untuk dapat menaruh perhatian lebih pada HOTS dan AQ siswa dalam melaksanaan pembelajaran di kelas serta meningkatnya keterampilan guru dalam membuat soal kontekstual berbasis HOTS yang menantang siswa.
Analisis Model Bisnis Industri Tempe Menggunakan Business Model Canvas (BMC) Pada UMKM Tempe di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember Anisa Nur Aidia; Hikmatul Lutfiah; Ari Septianingtyas Purwandhini
KUBIS Vol 6 No 01 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v6i01.6283

Abstract

Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa dalam jumlah besar dengan menggunakan kegiatan mulai dari pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi, distribusi produk, hingga pemasaran. Industri tempe di Desa Karangharjo Kecamatan Silo Kabupaten Jember terdapat dua industri. Industri yang pertama sudah berdiri cukup lama dan memiliki beberapa karyawan tetap sedangkan industri yang kedua baru berdiri dan belum memiliki karyawan hanya dikerjakan oleh pasangan suami istri. Namun belum tentu industri yang pertama bisa menguasai pasar dari pada industri yang kedua. Metode analisis menggunakan BMC (Business Model Canvas), kemudian untuk mengetahui kelayakan pada industri tempe tersebut adalah menggunakan perhitungan HPP, TC (Total Cost), Investasi, RC/Ratio, PP (Payback Period), BEP (Break Event Point). Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri tempe yang pertama lebih unggul dari pada industri kedua, maka industri tersebut adalah layak untuk dikembangkan.
Strategic Management of Zakat, Infaq, and Shodaqoh (ZIS) in Improving the Economy of Rice Farmers in Tanggul Wetan Village Ach. Faqih Supandi; Hikmatul Lutfiah; Khusnul Khotimah; Vidian Anggraeni; Imam Rosidi; Muhammad Mashur Arifin
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 6, No 2 (2026): Issue in Press
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v6i2.4529

Abstract

This study aims to analyse the practice of zakat, infaq and shodaqoh (ZIS) among rice farmers in Tanggul Wetan Village, Tanggul Sub-district, Jember Regency, and to formulate a ZIS management strategy for improving their economy. The study used a descriptive approach. Primary data were obtained through observation and interviews with 30 Muslim rice farmers who pay zakat, selected by purposive sampling. The findings show that farmers continue to pay agricultural zakat after the harvest, generally in the form of unhusked rice, and still give infaq and sadaqah when their harvest has not reached the nisab. ZIS is collected and distributed mainly through mosque committees or given directly to neighbours in need, although these committees do not yet qualify as amil under Law No. 23 of 2011. ZIS assistance helps beneficiaries meet household food needs, frees part of their income for education, health care and production costs, and strengthens social ties within the community. The study concludes that ZIS can serve not only as social assistance but also as an instrument of economic empowerment for rice farmers if it is managed in a planned, targeted, productive and sustainable manner through planning, organising, actuating (collection and distribution) and controlling (monitoring and evaluation).