Signifikannya pengaruh Produk Domestik Regional Bruto terhadap Distribusi Pendapatan yaitu melalui pemberian dorongan pertumbuhan unit-unit usaha masyarakat. Apalagi jika yang mengalami pertumbuhan adalah unit-unit usaha yang dimiliki oleh sebagian masyarakat pribumi. Sejak awal sektor pertanian telah menjadi sector primadona di Kabupaten Bolaang Mongondow di samping sektor-sektor lainnya seperti pertambangan dan jasa. Permasalahan sekarang di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yaitu sebahagian besar sawah masih dalam kondisi tadah hujan, sehingga belum lama ini dua Kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yaitu Kecamatan Bintauna dan Kecamatan Sangkup mengalami gagal panen karena kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimanakah Program Unggulan dan Kontribusi Program Unggulan dalam PDRB Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Data sekunder berasal dari dokumen. Sampel ditentukan secara purposive sampling berjumlah 30 orang diambil dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara serta masyarakat di 6 kecamatan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 9 sektor Program Unggulan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, pada tahun 2006 semua sektor ekonomi tersebut mengalami pertumbuhan yang positif pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), khususnya sektor pertanian. Apa bila diurutkan mulai dari sektor perdagangan, dan hotel, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor pertambangan dan penggalian, bangunan, dan kelima sektor jasa-jasa tersebut hanya tumbuh 3,9 persen. Kontribusi diketahui bahwa besarnya sumbangan masing-masing sektor ekonomi terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor yang terbesar kontribusinya ialah sektor pertanian sebesar 36,13 persen. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kontribusi program unggulan dalam Produk Domestic Regional Bruto di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang paling tinggi yaitu sektor pertanian. Disarankan agar pemerintah mengantisipasi apabila ada permasalahan yang menyebabkan gagal panen karena kekeringan sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Bintauna dan Sangkup.