Agus Riyanto
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kadar Filler Fly Ash dalam Campuran AC-WC dengan Pasir Pantai Takisung sebagai Agregat Halus Ditinjau dari Aspek Ketidakrataan dan Properties Marshall Agus Riyanto; Ramdhani Deva Prasetya
Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil Vol. 13/No.2/Desember 2020
Publisher : Departement of Civil Engineering, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.02 KB) | DOI: 10.23917/dts.v13i2.13053

Abstract

Penggunaan fly ash sebagai filler dan pasir pantai sebagai agregat halus dinilai dapat mengurangi kerusakan perkerasan jalan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Kandungan silika pada fly ash memiliki daya ikat kuat, sehingga dapat memperbaiki Properties Marshall pada campuran. Gradasi pasir pantai yang seragam dapat memperbaiki nilai ketidakrataan. Berdasarkan ulasan di atas penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kadar filler Fly Ash dengan pasir Pantai Takisung sebagai agregat halus dalam campuran terhadap aspek ketidakrataan dan Properties Marshall, sekaligus menganalisis kadar filler optimum ditinjau dari aspek Properties Marshall. Langkah awal penelitian yaitu pengumpulan data (primer dan sekunder). Berdasarkan data, ditentukan proporsi setiap fraksi dalam campuran sesuai dengan variasi kadar filler. Selanjutnya pencarian KAO dengan agregat halus menggunakan Pasir Pantai Takisung dan dilanjutkan dengan membuat campuran dengan variasi kadar filler fly ash 0%, 3%, 4%, dan 5%. Sebelum sample direndam dan diuji Marshall maupun Volumetrik, sample diuji nilai ketidakrataan dengan menggunakan metode Sand Patch dan pendekatan berat.  Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pasir pantai sebagai agregat halus dengan filler fly ash dapat memperbaiki nilai ketidakrataan pada permukaan. Penambahan filler fly ash dapat memperbaiki nilai Properties Marshall campuran pasir pantai terutama aspek stabilitas dan MQ. Nilai ketidakrataan yang didapat sebagai berikut; sample pasir sungai = 3,82 m/km, sample pasir pantai = 3,49 m/km, sample kadar filler 3% = 2,63 m/km, kadar filler 4% = 2,54 m/km, kadar filler 5% = 2,59 m/km. Kadar filler optimum yang didapat yaitu 3,3%. Pada kadar filler tersebut didapat nilai Properties Marshall; Stabilitas = 1197,62 kg, flow = 2,32 mm, VFWA = 66,74 %, VMA = 15,01 %, VIM = 4,99 %, dan MQ = 517,02 kg/mm, yang kesemuanya masuk spesifikasi yang telah ditentukan.
KOMPARASI PENGARUH PENGGUNAAN PASIR PANTAI DAN PASIR SUNGAI SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN AC-BC TERHADAP MARSHALL PROPERTIES, WORKABILITY, DAN ASPEK EKONOMIS Agus Riyanto; Salim Rosyidi
HEXAGON Vol 6, No 1 (2021): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v6i1.5374

Abstract

Pasir pantai merupakan material halus yang ketersediaannya secara kuantitas sangat besar, namun secara kualitas masih perlu diteliti lebih lanjut peruntukannya sebagai bahan perkerasan jalan, khususnya pada campuran AC-BC. Penambahan pasir pantai sebagai substitusi atas pasir sungai perlu dikaji berbagai parameter, seperti : karakteristik Marshall, aspek workabilitas dan ekonomis. Penelitian berbasis pada pengumpulan data primer dan sekunder, Pada data primer dilakukan pengujian pasir pantai, mencakup : Marshall Properties dan Workability, sedangkan untuk data sekunder, seperti : Kadar Aspal Optimum (KAO), data agregat halus dan agregat kasar. Berdasarkan data data yang ada selanjutnya dibuat sampel AC-BC dengan mencampurkan pasir pantai pada proporsi : 0 %, 15 %, 30 %, dan 45 % dari berat total agregat halus dengan KAO 5,42%. Setelah sampel selesai, dilakukan pengujian Marshall Test untuk mengetahui nilai stabilitas, Flow, dan propertis Marshall yang lain serta pengujian Workability untuk mengetahui tingkat kemudahan pekerjaan dan aspek ekonomisnya. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemnfaatan pasir pantai terhadap campuran AC-BC dengan (KAO 5,42%) berpengaruh terhadap nilai Marshall Properties, Workability dan Aspek Ekonomis, seiring bertambahnya proporsi pasir pantai kecenderungan secara umum menunjukkan penurunan Marshall Properties (stabilitas, flow dan VFWA), sedangkan pada VIM, VMA dan MQ mengalami kenaikan, secara umum gradasi pasir pantai bergradasi seragam, bentuk butirnya non kubikal, Interlocking antar agregat rendah dan butirannya tidak mampu mengisi rongga secara menyeluruh. Pada data Marshall Properties didapatkan hasil, Stabilitas = 1698,81 kg, flow = 3,26 mm, VFWA = 73,88 %, VIM = 3,98%, VMA = 15,228 %, dan MQ = 532 kg/mm, dengan Proporsi Pasir Pantai Optimum (PPPO) sebesar 15%, tinjauan untuk nilai Workability mengalami penurunan seiring penambahan proporsi pasir pantai sampai batas maksimum, yaitu : pada proporsi pasir pantai 45% dan pasir sungai 55 % dengan rata-rata nilai workabilitas 106,40%, sedang pada Aspek Ekonomis untuk menentukan analisa harga satuan pasir (AHPS) didapatkan Proporsi Pasir Pantai Optimum (PPPO) = 15%, pada AHSP kondisi PPPO didapatkan harga Rp. 967.188.64 sedang dengan pasir sungai harganya Rp. 1.048.762.78, maka substitusi pasir pantai dapat mereduksi harga 7, 77%.
Pemanfaatan Limbah Plastik dengan Teknologi Daur Ulang pada Hot Rolled Asphalt Ditinjau dari Aspek Properties Marshall, Nilai Ketidakrataan, dan Durabilitas Agus Riyanto; Yan Pramesti
Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil Vol. 15/No.1/Juli 2022
Publisher : Departement of Civil Engineering, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.369 KB) | DOI: 10.23917/dts.v1i1.18088

Abstract

Hot Rolled Asphalt (HRA) merupakan campuran aspal – agregat bergradasi senjang yang memiliki workablitas tinggi sehingga mudah dalam pengerjaannya. Penelitian ini menggunakan aditif limbah plastik jenis PET (Polietilena Tereftalat) sebagai aditif. Tujuan penelitian ini untuk mencari nilai KPO (Kadar Plastik Optimal), Properties Marshall, Nilai Ketidakrataan, dan Durabilitas campuran. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan hasil dari pengujian ekstraksi, aspal, dan agregat oleh peneliti, sedangkan data sekunder didapatkan dari BPPJN VII, 2020. Membuat benda uji dengan kadar aspal 7%, 8%, dan 9% masing-masing 2 sampel untuk mendapatkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO). Dilanjutkan membuat benda uji dengan penambahan limbah plastik dengan kadar 0%, 2%, 4%, dan 6% terhadap nilai KAO masing-masing 2 sampel untuk mencari nilai Kadar Plastik Optimum (KPO). Dilakukan pengujian volumetric, uji Marshall test untuk mendapatkan nilai KPO, dilanjutkan membuat benda uji untuk mencari nilai ketidakrataan dan durabilitas campuran. Hasil penelitian dengan penambahan limbah plastik pada campuran didapatkan KPO sebesar 4,7% dengan Stabilitas 2133,67 kg, flow 3,67 mm, VFWA 83,48 %, VMA 21,13 %, VIM 3,49 %, dan MQ 499,76 kg/mm. Didapatkan nilai ketidakrataan sebesar 1,692 m/km sehingga menurut indikator kondisi perkerasan jalan benda uji termasuk dalam kondisi baik. Penambahan limbah plastik meningkatkan nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) sebesar 91,60% dengan spesifikasi IKS yaitu 80% dari nilai stabilitas normal sehingga campuran dinyatakan durabel. Hasil penelitian ini, campuran HRA dengan penambahan limbah plastik dapat meningkatkan kekuatan dan mengurangi nilai ketidakrataan pada lapis perkerasan, serta mengurangi jumlah limbah plastik yang ada di Indonesia.