This Author published in this journals
All Journal Jurnal Triton
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH JUMLAH BOBOT BENIH PADA MEDIA TANAM TRAY TERHADAP PERFORMANSI MESIN TANAM RICE TRANSPLANTER Latarus Fanghoi; Dwi Purnomo
JURNAL TRITON Vol 8 No 1 (2017): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mewujudkan target peningkatan produksi padi dengan menggunakan Rice Transplanter, serta teknik persemaian pada Media tanam Tray terhadap performansi mesin tanam Rice Transplanter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan dan performansi alat Rice Transplanter serta pengaruh bobot benih pada Media tanam Tray dalam persemaian. Penelitian ini berlokasi di STPP Malang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam sistem persemaian, dengan perlakuan perbandingan berat bobot benih 60 gram, 70 gram dan 80 gram per tray yang di ulang 3 kali dengan masing-masing perlakuan 12 tray. Ukuran media tanam Tray 58 cm x 18 cm , Penanaman benih dengan Rice Transplanter dengan jarak 20 meter terdapat 80 lubang tanam. Parameter yang di amati adalah jumlah lubang tanam yang ditanami dan jumlah bibit yang tertanam perlubang tanam. Penanaman menggunakan alat Rice Transplanter merek Indo Jarwo Transplanter. Dari ketiga perlakuan tersebut, dengan berat bobot benih 60 gram dapat diketahui bahwa jumlah bibit yang terbanyak adalah 1 -2 bibit per lubang tanam dan masih banyak lubang tanam yang tidak tertanamkan ke sawah. Perlakuan 70 gram dapat diketahui bahwa jumlah bibit yang tertanam yang terbanyak adalah 3-4 bibit bibit per lubang tanam ini menunjukan kerapatan yang dimiliki pada perlakuan 70 gram memberikan ruang (kerapatan) yang ideal untuk alat transplanter mengambil bibit untuk memasukan kedalam lubang tanam. Sedangkan berat benih 80 gram sesuai dengan Grafik Hasil Tabulasi Data yang di ukur diketahui bahwa jumlah bibit yang ditanam terbanyak adalah lebih besar dari 6 bibit per lubang tanam ini menunjukan terjadi kerapatan yang sangat rapat sehingga alat transplater mengambil bibit dalam bentuk rumpun yang sedang dimana dalam rumpun bibit padi sebanyak 5-6 bibit bahkan lebih dari 6 bibit sekali tanam dalam lubang tanam.
PENGUJIAN BEBERAPA VARIETAS KEDELAI PADA SISTEM TUMPANG SARI KEDELAI DAN TEBU TERHADAP PRODUKSI KEDELAI Achmad Nizar; Dwi Purnomo
JURNAL TRITON Vol 8 No 1 (2017): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan menentukan varietas kedelai yang paling tinggi produksinya pada pola tanam tumpangsari tebu dan kedelai. Penelitian ini dilakukan di lahan praktek kampus II Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang. Penelitian menggunakan rancangan kelompok. Benih kedelai yang diuji yaitu (1) Mutiara 2, (2) Gepak kuning, (3) Mutiara 3, (4) Detam, (5) Anjasmoro, (6) Gema, (7) Senggawa, (8) Wilis, (9) Kaba dan (10) Argomulyo. Semua varietas kedelai ditanam setelah tebu dipanen. Ukuran petak percobaan adalah 60 x 500 cm. Jarak tanam kedelai adalah 40 x 10 cm. Semua perlakuan diulang 4 kali. Populasi kedelai adalah 100 tanaman per petak percobaan. Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah biji per 100 g, berat biji dan potensi produksi dalam 1 hektar. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas Gepak Kuning memiliki tingkat produksi kedelai yang tertinggi (1260 g/perlakuan atau 1,2 ton/ha), diikuti oleh varietas Senggawa (1154,17 g/perlakuan atau 1,1 ton/ha) dan varietas Wilis (1149,23 g/perlakuan atau 1,1 ton/ha).Verietas Senggawa memiliki jumlah biji per 100 g paling sedikit, namun ukuran bijinya paling besar dibandingkan yang lainnya dan produksinya tidak beda nyata dengan Gepak Kuning dan Wilis.