Amir Hamza
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jihad Dalam Perspektif Al-Qur'an Amir Hamza
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v3i2.219

Abstract

Makna jihad dalam al-Quran terjadi pemahaman yang bertingkat sesuai dengan karakter budaya dan kedalam ilmu yang dipahami dalam al-Quran. Pemaparan ayat dapat dipahami bawha makna Jihad dalam al-Quran pada umunya tidak ada yang mengarah pada Jihad fisik seperti difahami oleh sebagian Islam jalur keras, tetapi boleh dilakukan dalam kondisi tertentu jika meneggakan kehormatan dan katahuidan. Perlu paradigma baru pemahaman makna Jihad yang relevan dengan kondisi dewasa ini, khususnya bangsa Indonesia untuk mmberikan pilihan-pilihan model jihad yang lebih besar pengaruhnya terhadap perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia seperti berjihad melawan berbagai macam ketidakadilan, jihad melawan korupsi, dan kebodohan. Jihad harus memiliki strategi yang jitu tidak boleh hanya mengandalkan semangat dalam melakukan aktifitas kemaslahatan umat. Inilah Jihad yang menurut penulis lebih besar pengaruhnya terhadap ekosistem kehidupan manusia, dibanding Jihad yang sifat fisikli merusak pola hidup masayarakat dan berbahaya terhadap ekosistem kemanusiaan.
Jihad Dalam Perspektif Al-Qur'an Amir Hamza
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v3i2.219

Abstract

Makna jihad dalam al-Quran terjadi pemahaman yang bertingkat sesuai dengan karakter budaya dan kedalam ilmu yang dipahami dalam al-Quran. Pemaparan ayat dapat dipahami bawha makna Jihad dalam al-Quran pada umunya tidak ada yang mengarah pada Jihad fisik seperti difahami oleh sebagian Islam jalur keras, tetapi boleh dilakukan dalam kondisi tertentu jika meneggakan kehormatan dan katahuidan. Perlu paradigma baru pemahaman makna Jihad yang relevan dengan kondisi dewasa ini, khususnya bangsa Indonesia untuk mmberikan pilihan-pilihan model jihad yang lebih besar pengaruhnya terhadap perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia seperti berjihad melawan berbagai macam ketidakadilan, jihad melawan korupsi, dan kebodohan. Jihad harus memiliki strategi yang jitu tidak boleh hanya mengandalkan semangat dalam melakukan aktifitas kemaslahatan umat. Inilah Jihad yang menurut penulis lebih besar pengaruhnya terhadap ekosistem kehidupan manusia, dibanding Jihad yang sifat fisikli merusak pola hidup masayarakat dan berbahaya terhadap ekosistem kemanusiaan.