Maula Sari
UIN Sunan Kalijaga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENAFSIRAN BISRI MUSTHOFA TERHADAP SURAH AL-IKHLAS DALAM KITAB AL-IBRIZ Maula Sari; Dwi Elok Fardah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v6i1.564

Abstract

Indonesia sebagai negara penganut agama Islam terbanyak juga banyak melahirkan para penafsir al-Qur’an. terhitung ada puluhan penafsir al-Qur’an yang karyanya sudah ditemukan, bahkan sudah lama dipelajari di bumi Nusantara. Keistimewaan dari tafsir karya ulama Nusantara adalah salah satunya ditulis dengan bahasa di mana mufasir itu hidup. Salah satu ulama Nusantara yang ikut andil dalam menafsirkan al-Qur’an adalah KH. Bisri Musthofa dengan karyanya Tafsir Al-Ibriz. Tulisan ini akan mengambil surah Al-Ikhlas dalam kitab Al-Ibriz. Kitab tafsir ini tidak mempunyai kecenderungan dalam corak adab ijtima’i, ilmi dan mistis. Meskipun kemungkinan besar corak-corak lain juga terdapat dalam tafsir ini, namun ketiga corak ini yang mempunyai keunikan tersendiri dalam menggambarkan kitab tafsir tersebut. Dalam menafsirkan surah al-Ikhlas, Bisri Musthofa tidak mencantumkan sumber rujukan, bisa disimpulkan bahwasanya dalam menjelaskan surah al-Ikhlas Bisri Musthofa berpendapat dengan pemikirannya atau mungkin penjelasannya dari gurunya.
Analisis Sintagmatik dan Paradigmatik Ferdinand Dessausure Pada Qs. Al-Duha Maula Sari
MAGHZA Vol 5 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.442 KB) | DOI: 10.24090/maghza.v5i1.3991

Abstract

Humans will always find and find good signs in the form of language, symbols, human behavior, and so on. All visible signs do not appear even without cause. It's just that it has some hidden purpose. Exploration of the study of the Koran is gradually increasing. Which is focused on Signifier and Signifie in Qs. Al-Ḍuhā, Syntagmatics, and Paradigmatics in Qs. Ad Dhuha This study is of a qualitative type that will trace the meaning in the verses in Qs. Al-Ḍuhā which has been mentioned in the Koran in the context of its meaning and mention. Every verse in Qs. Al-Ḍuhā gathered and began to look for the sign elements contained in the verse, and look for Significant and Sinifie in Qs. Al-Ḍuhā then looked for Synagmatics and Paradigmatics in Qs. Ad Dhuha The results of the research in this article indicate if the semiotic approach in Qs. Al-Ḍuhā has meaning as an effort in studying and interpreting the Koran by looking at the signs contained in this surah. Existing signs in Qs. Al-Ḍuhā is not only clearly seen, but explicitly contained in each of his words. The purpose of this study, is expected for mankind, especially in the field of academics, who is always eager to study the Koran. Ferdinand de Saussure's linguistic semiotics found that the meaning of the verses in Qs. Al-Ḍuhā can be examined with Signifier and Signifie and syntagmatic and paradigmatic.
PENAFSIRAN BISRI MUSTHOFA TERHADAP SURAH AL-IKHLAS DALAM KITAB AL-IBRIZ Maula Sari; Dwi Elok Fardah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v6i1.564

Abstract

Indonesia sebagai negara penganut agama Islam terbanyak juga banyak melahirkan para penafsir al-Qur’an. terhitung ada puluhan penafsir al-Qur’an yang karyanya sudah ditemukan, bahkan sudah lama dipelajari di bumi Nusantara. Keistimewaan dari tafsir karya ulama Nusantara adalah salah satunya ditulis dengan bahasa di mana mufasir itu hidup. Salah satu ulama Nusantara yang ikut andil dalam menafsirkan al-Qur’an adalah KH. Bisri Musthofa dengan karyanya Tafsir Al-Ibriz. Tulisan ini akan mengambil surah Al-Ikhlas dalam kitab Al-Ibriz. Kitab tafsir ini tidak mempunyai kecenderungan dalam corak adab ijtima’i, ilmi dan mistis. Meskipun kemungkinan besar corak-corak lain juga terdapat dalam tafsir ini, namun ketiga corak ini yang mempunyai keunikan tersendiri dalam menggambarkan kitab tafsir tersebut. Dalam menafsirkan surah al-Ikhlas, Bisri Musthofa tidak mencantumkan sumber rujukan, bisa disimpulkan bahwasanya dalam menjelaskan surah al-Ikhlas Bisri Musthofa berpendapat dengan pemikirannya atau mungkin penjelasannya dari gurunya.