Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MATERIAL PRODUK MYTEA UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA PERSEDIAAN Agustien Rahmawati Tyas Pramita Christi; Evi Yuliawati
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dan pengendalian persediaan material merupakan hal penting yang harus diperhatikan perusahaan dalam rangka mendukung aktivitas proses produksi.  Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya penelitian ini adalah menentukan strategi perencanaan dan pengendalian material yang tepat untuk produk Mytea 450 ml dengan pertimbangan minimasi biaya persediaan. Langkah awal penelitian adalah meramalkan material produk tersebut dengan menggunakan metode Moving Average (MA) dan Exponential Smoothing. Kemudian dilanjutkan dengan menghitung jumlah kebutuhan material, frekuensi pengiriman dan total biaya persediaan menggunakan metode Heuristik Silver Meal dan Least Unit Cost. Hasil perbandingan metode peramalan memperlihatkan bahwa metode Moving Average (2MA) menghasilkan nilai error bias paling kecil yaitu -11,05. Selanjutnya, total biaya persediaan minimal diperoleh dari perhitungan metode Heuristik Silver Meal yaitu sebesar Rp 32.496.798.816.  Berdasarkan perhitungan tersebut perusahaan dapat menghemat sebesar 8,03%.
ANALISIS PERFORMANSI SUPPLY CHAIN DENGAN PENDEKATAN GREEN SCOR DAN ANP Arie Dwi Prasetyo; Evi Yuliawati
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi meningkatkan tingkat konsumsi energi dan material, yang berkontribusi pada masalah lingkungan dan masalah penipisan sumber daya. Ini telah menjadi semakin signifikan bagi organisasi menghadapi tekanan kompetitif, peraturan, dan komunitas untuk menyeimbangkan Performansi ekonomi dan lingkungan. Selanjutnya, pemerintah telah mengeluarkan kampanye untuk memajukan masalah ini dengan membuat program PROPER. PT. X merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kertas untuk skala industri yang mendapatkan peringkat merah dalam program tersebut. Oleh karena itu, prinsip – prinsip “green” perlu diperluas ke semua departemen tak terkecuali dalam kegiatan rantai pasokannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Performansi green supply chain management di PT. X. Proses pengukuran Performansi dilakukan melalui dua proses utama, yaitu desain model pengukuran Performansi dan pembobotan dan penilian Performansi. Dalam merancang model pengukuran, penelitian ini menggunakan metode Green SCOR dan Analytical Network Process (ANP) untuk menentukan bobotnya. Terdapat 13 KPI yang diidentifikasi untuk digunakan dalam pengukuran Performansi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai masing – masing perspektif yaitu: Plan sebesar 8.79, Source  20.23, Make 2.07, Deliver 5.46 dan Return dengan nilai 4.88. Total nilai Performansi green SCOR yang didapatkan perusahaan berada pada kategori marginal dengan nilai 41.43.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PRODUK MELALUI ANALISIS JENIS CACAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA PADA PT XYZ Farid Juliyanto; Evi Yuliawati
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur perhiasan emas terbesar di Indonesia.  Sebagai perusahaan besar, PT XYZ sangat berkomitmen dalam menerapkan jaminan kualitas produknya.  Berbagai metode produksi dan teknologi yang digunakan dalam produksi semata-mata untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, dengan begitu loyalitas pelanggan dapat terjaga.  Pada penelitian ini menggunakan metode FMEA untuk melakukan analisis jenic cacat pada proses patri mesin untuk produk kalung polos.  Kemudian dengan diagram pareto akan ditentukan jenis cacat yang dominan.  Selanjutnya fishbone diagram digunakan untuk mencari penyebab dari jenis cacat yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RPN tertinggi dengan nilai 441 adalah untuk  jenis cacat klem nyunyut.   Penyebab utama terjadinya jenis cacat ini lebih pada factor manusia. Yaitu disebabkan oleh operator kurang memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Rekomendasi yang diberikan dengan memberikanedukasi pada operator akan pentingnya SOP yang berlaku.
Penentuan Lokasi Gudang Ekspedisi Penyalur Logistik Pelabuhan Menggunakan Metode AHP dan Topsis Ardan Maulana Ishaq; Muhammad Fauzi; Muhammad Idrus; Evi Yuliawati
ARIKA Vol 20 No 1 (2026): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2026.20.1.26

Abstract

Pemilihan lokasi gudang logistik pelabuhan merupakan keputusan strategis yang berdampak langsung terhadap efisiensi distribusi dan operasional logistik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal gudang ekspedisi penyalur logistik pelabuhan di wilayah Surabaya dengan pendekatan Metode AHP digunakan untuk menetapkan bobot kriteria dan subkriteria, sedangkan TOPSIS digunakan untuk pemilihan alternatif terbaik seperti biaya, kondisi transportasi, aksesibilitas, dan karakteristik lokasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kriteria biaya memiliki bobot tertinggi, khususnya pada subkriteria biaya tanah. Kemudian, Metode TOPSIS diterapkan untuk menentukan peringkat dari lima pilihan lokasi yang tersedia: Surabaya Utara, Surabaya Selatan, Surabaya Timur, Surabaya Barat, dan Surabaya Pusat. Hasil akhir menunjukkan bahwa Surabaya Utara merupakan lokasi paling ideal karena memiliki biaya rendah serta nilai tinggi pada kondisi transportasi dan aksesibilitas. Penelitian ini memberikan pendekatan sistematis dalam mendukung pengambilan keputusan lokasi strategis gudang logistik pelabuhan. Batasan dalam penelitian ini mencakup jumlah responden yang tidak luas dan ruang lingkup geografis yang terbatas, sehingga direkomendasikan pengembangan studi lebih lanjut dengan melibatkan lebih banyak data lapangan.