Jusfarida Jusfarida
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral dan Kelautan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GEOLOGI DAN STUDI KESTABILAN LERENG PADA KUARI BATUGAMPING BLOK Z-19 PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) UNIT TUBAN – JAWA TIMUR Ade Elian Andana; Jusfarida Jusfarida
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokasi  penelitian  dilakukan  di  PT.  Semen  Indonesia  (Persero)  Tbk.  di  Desa Sumber Arum, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dan lokasi penambangan batugamping  terletak  di  Desa  Pongpongan,  Kecamatan  Kerek,  Kabupaten  Tuban. Kawasan terletak pada koordinat X = 602720 – 602860   UTM dan Y = 9238080 – 9238200 UTM dengan peta topografi berskala 1 : 900. Luasan daerah penelitian 100 m x 100 m.   Lokasi penambangannya berada di sebelah Timur pabrik PT. Semen Indonesia(Persero). Metode   penelitian   yang   digunakan    adalah   surface   mapping   dan   analisa laboratorium.   Surface   mapping   berupa   pengambilan   titik   koordinat,   pengamatan morfologi, pengamatan batuan, pengambilan sample batuan, pengamatan struktur dan pengukuran geometri lereng. Analisa laboratorium berupa analisa petrografi, mikropaleontologi dan geologi teknik. Berdasarkan aspek geomorfologi daerah penelitian masuk kedalam bentukan asal antropogenik (A) dengan sub satuan perbukitan menggelombang. Stratigrafi daerah penelitian yaitu dengan litologi batugamping berumur miosen tengah yang diendapkan pada lingkungan neritik tengah – neritik luar. Berdasarkan hasil data geologi teknik di daerah penelitian pada lereng tunggal LP 1 (FK = 2,127), pada lereng tunggal LP 2 (FK =2,221), pada lereng tunggal LP 3 (FK = 2,099), pada lereng tunggal LP 4 (FK = 3,256), pada lereng tunggal LP 5 (FK = 2,621) dan pada lereng keseluruhan (FK = 2,829). Faktor keamanan  dengan  kriteria  aman  (  Untuk  FK    1,75)  dengan    Gerakan  tanah  yang mungkin terjadi Debris Slide dan bentuk longsoran busur. Zona kerentanan gerakan tanah di daerah penelitian termasuk ke dalam zona kerentanan gerakan tanah rendah atau minim untuk terjadi.
INTERPRETASI SEISMIK DI PERAIRAN ARAFURA, PAPUA BARAT Efifania Pinto; Jusfarida Jusfarida
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laut Arafura merupakan perairan yang meliputi landas kontinen Arafura-Sahul dan terletak di wilayah Papua bagian Selatan sampai perbatasan Benua Australia. Batas bagian Utara perairan tersebut merupakan Laut Seram dan Pulau Irian Jaya (Papua), sedangkan Pantai Utara Australia dari Semenanjung York sampai Semenanjung Don merupakan batas di bagian Selatan. Dalam analisa data dilakukan dengan menggunakan sistem interpretasi seimik pada seimik. interpretasi data seismik secara geologi merupakan tujuan dan produk akhir dari  pengolahan seismik dan Interpretasi yang dimaksud adalah menentukan atau memperkirakan proses sedimentasi melalui garis refleksi yang nampak pada data seismik, serta menyimpulakan keadaan geologi yang terjadi pada daerah pennelitian. Berdasarkan analisa atau interpretasi seismik pada lintasan seikmik line 18, line 25 dan line B terdapat pembentukan struktur geologi meliputi sesar naik, sesar turun atau sesar normal, sinklin, antiklin, dan pola wavy parallel. Hal ini memungkingkan terjadi karena akibat aktivitas tektonik yang bekerja hingga mengalami pergerakan dan perubahan sehingga membentuk struktur geologi pada daerah penelitian.
INTERPRETASI SEISMIK & IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI DI PERAIRAN ARU BARAT DAYA Ramadhan Surohadi; Jusfarida Jusfarida
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interpretasi seismik merupakan salah satu tahapan yang penting dalam eksplorasi dimana dilakukan pengkajian, evaluasi, pembahasan data seismik hasil pemrosesan ke dalam kondisi geologi yang mendekati kondisi geologi bawah permukaan sebenarnya agar lebih mudah dipahami.Struktur geologi pada kondisi geologi bawah permukaan merupakan bagian yang sangat menarik untuk diamati serta direkonstruksi proses keterjadiannya. Struktur geologi merupakan hal yang perlu dianalisis secara objektif dalam berbagai kegiatan yang erat kaitannya dengan pertambangan mulai dari eksplorasi hingga ekploitasi. Lokasi pengambilan data seismik ini terletak di wilayah perairan Aru Barat Daya, Provinsi Maluku Utara pada lintasan 8, lintasan 12, dan lintasan 14. Lintasan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan survey Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik, yaitu menjelaskan data-data yang digunakan kemudian dilakukan analisa terhadap data-data tersebut. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Proses analisa yang dilakukan adalah interpretasi penampang seismik meliputi interpretasi horison pada pola refleksi, struktur geologi yang nampak, serta fenomena-fenomena geologi pada daerah penelitian. Analisa juga dilakukan pada peta bathymetri yang didapat selama proses penelitian di lapangan. Pada hasil interpretasi menunjukan bahwa arah strike sesar normal cenderung timur laut barat daya, ini membenarkan hasil penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa pada bagian barat kepulauan Aru terdapat cekungan Aru yang merupakan hasil tektonik termuda yang runtuh pada batas barat paparan Arafuru yang berdekatan dengan busur banda. Daerah penelitian merupakan zona tektonik yang komplek dengan ditunjukan dengan fenomena struktur yang ada, serta kenampakan suatu lapisan yang menerus tetapi kemudian mengalami deformasi sehingga mengakibatkan susunan perlapisan menjadi rusak. Berdasarkan data hasil rekam seismik penelitian ini, menunjukan pada kedalaman tersebut memiliki potensi cadangan migas yang kurang, karena struktur yang komplek serta lokasi penelitian merupakan daerah yang telah mengalami deformasi, sehingga menyebabkan lapisan batuan penutup memiliki banyak celah sebagai jalur migrasi migas untuk lolos. Namun dari hasil data pada penelitian ini masih perlu dilakukan penelitian kembali untuk menentukan potensi cadangan migas pada kedalaman di bawahnya. Dilihat dari struktur yang ada pada daerah penelitian ini menunjukan bahwa gaya tektonik mengakibatkan adanya gaya kompresi serta diikuti dengan gaya ekstensi.