Trisna Wati
Teknik Elektro, FTETI, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Economic Emission Dispatch Mempertimbangkan Valve-Point Effect Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO) Merynda Putri Maydilasari; Efrita Arfah Zuliari; Trisna Wati
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economic Dispatch adalah meminimalkan biaya pembangkitan khususnya bahan bakar, namun juga meminimalkan emisi gas buang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biaya pembangkitan yang paling minimum dengan mempertimbangkan Valve-point effect pada suatu kondisi pembebanan tertentu pada sistem tenaga dengan metode Particle Swarm Optimization (PSO). Untuk melihat tingkat keakuratan PSO akan dibandingkan dengan metode konvensional yaitu metode Lagrange. Kedua metode tersebut diaplikasikan pada sistem IEEE 30 bus. Hasil Simulasi metode PSO menunjukkan pada beban sebesar 980 MW, metode PSO menghasilkan biaya pembangkitan minimum sebesar 49354.28 $/h dan biaya pembangkitan mempertimbangkan VPE sebesar 49354.26 $/h dengan total emission 9.39 ton/h. Sedangkan metode Lagrange biaya pembangkitan sebesar 49354.28 $/h dan biaya pembangkitan mempertimbangkan VPE sebesar 49354.27 $/h dengan total emission 9.40 ton/hr. Dari semua studi kasus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode Particle Swarm Optimization (PSO) dapat meminimalkan biaya pembangkitan dan mengoptimalkan emisi dibandingkan dengan metode Lagrange.
Analisa Perencanaan Pemasangan Differential Relay Pada PT.Bramindo Niaga Pratama Dobby Eko Rofianto; Efrita Arfah Zuliari; Trisna Wati
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu sistem kelistrikan seharusnya memiliki keandalan dan keamanan sistem, hal ini sangat diperlukan pada sistem tenaga listrik untuk melindungi peralatan–peralatan yang ada pada saluran, seperti generator, trafo, beban, dan lain-lain. PT. Bramindo Niaga Pratama selaku pihak kontraktor akan melakukan pemasangan differential relay untuk pertama kalinya pada sistem generator yang terletak di Panel Sub Station E Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali. Dari analisa didapatkan nilai Arus hubung singkat terkecil dari arus hubung singkat dua fasa yaitu sebesar 50,837 A maka diambil 30% yang didapat dari perhitungan setting relay. 50,837A × 30% = 15.251A , dikarenakan setting differential relay yang didapat dari hasil perhitungan arus setting sebesar 0,0039 A maka, arus sebesar 15,251 A lebih dari cukup untuk membuat differential relay bekerja (trip), Nilai ini menjadi acuan untuk setting differential relay generator pada Panel Sub Station E. Dari hasil simulasi pada saat gangguan didalam zona proteksi Differential Relay,CT 1 menunjukkan bahwa short circuit pada If1 = 0,076 kA dan pada CT 2 If2 = 0,026 kA, maka relay akan bekerja.