Sukarnen Sukarnen
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Pusat Riset Tanaman Obat Di Surabaya Dengan Pendekatan Hemat Energi Dicky Sugik Eka Putra; Siti Azizah; Sukarnen Sukarnen
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

e-width: 0px; " Indonesia merupakan negara yang kaya akan tumbuhan rempah-rempahnya. Tumbuhan tersebut dapat diolahsebagai ramuan herbal yang sekarang disebut dengan jamu. Terdiri dari berbagai jenis tumbuhan dan rempahrempah yang diolah dan memiliki khasiat mengobati. Maka dari itu perlu adanya fasilitas yang mewadahiuntuk pengolahan tanaman obat tersebut, tempat riset atau penelitian tanaman merupakan tempat konservasi,pengembangan, dan penelitian tanaman obat, dirancang di Surabaya karena belum tersedianya fasilitas khususpenelitian tanaman obat di Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Temarancangan yang di pakai adalah arsitektur hijau, dengan makro konsep “Hemat Energi” yaitu denganmenggunakan material ramah lingkungan, memiliki banyak bukaan untuk pencahayaan dan penghawaanalami sehingga meminimalkan beban listrik pada bangunan. Konsep mikro “Terarah” pada tatanan lahanmemudahkan pengguna bangunan menuju fasilitas publik atau privat dengan melihat warna material jalandan desain jalan sedikit percabangan. Konsep mikro “Modern” pada bentuk bangunan dirancang denganbentuk mengikuti fungsi, sedikit ornamen, dan bentuk statis seperti kubus. Konsep mikro “Terbuka” padaruang diaplikasikan dengan menciptakan banyak bukaan yang mengarah ke taman yang berada di luar
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL BANDARA UDARA INTERNASIONAL SOFIFI, MALUKU UTARA TEMA: ARSITEKTUR SIMBOLISME Sahril Mahmud; Sukarnen Sukarnen
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah sebuah Negara besar dengan umur yang bisa dibilang sangat muda jika dibandingkan dengan negara – negara maju lainya. Indonesia dikenal sebagai negara dengan luas laut yang lebih besar dibandingkan dengan daratan. Kota – kota besar dipisahkan oleh pulau – pulau yang dibatasi dengan lautan. Sehingga Negara Indonesia dijuluki dengan negara maritim. Ketika berbicara tentang kepulauan maka terlintas dipikiran kita tentang transportasi. Berbeda dengan Negara kecil yang utuh tanpa adanya lautan dengan fokus transportasi darat. Indonesia cukup unik sehingga transportasi utama adalah transportasi udara dan laut. Infrastruktur ini sangat perlu diperbaiki sebagai tingkat investasi dan fasilitas bagi masyarakat yang ada di Indonesia. Sofifi dikenal memiliki intensitas angin yang cukup tinggi, hal ini tentu membuat laju pesawat akan terganggu, disisi lain aksesibilitas dari lokasi eksisting menuju pusat kota tidak terakomodir, sehingga dalam perancangan ini dituntut untuk berfikir dan menyelesaikan masalah dengan sekala kota dan Kawasan yang lebih luas, dengan tujuan agar seluruh elemen masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini dengan nyaman dan terjangkau, di lain sisi masyarakat juga bias menerima dan merasakan ke dalam ruang dengan suasana yang khas dengan simbolis. Dengan tingkat perancangan bandara yang cukup kompleks maka pendekatan desain adalah dengan menggunakan metode observasi dan literatur di beberapa bandara yang ada di indonesia maupun luar negeri untuk mengetahui standart-standart tentang perancangan bandara internasional. Sehingga didalam Tugas akhir ini bias memberikan sebuah perancangan bandara yang berstandart internasional sesuai dengan konsep yang di terapkan yaitu ‘’Arsitektur Simbolisme’’, sehingga masyarakat akan bangga dan merasakan budaya yang dulu pernah ada dan sekarang hadir kembali denga wujud yang berbeda.