Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS SISTEM PEMBAGIAN BEBAN ANTAR GENERATOR Ramayulis Nasution; Armansyah Armansyah; Yusmartato Yusmartato
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 1 (2020): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mencapai suatu operasi yang optimum dan dapat melayani beban yang berkembang, adakalanya diharuskan memparalelkan satu atau lebih generator dengan maksud memperbesar kapasitas daya yang dibangkitkan, disamping untuk menjaga kontinuitas pelayanan daya terhadap beban. Dengan memparalel generator ini diharapkan beban yang dipikul masing-masing generator seimbang, sehingga generator-generator tersebut tetap beroperasi pada keadaan sinkron. Oleh karena itu kemampuan mesin-mesin untuk menaikkan output secara cepat dari beban nol hingga beban penuh merupakan hal yang sangat penting. Jika keluaran lebih tinggi dari permintaan beban maka kecepatan mesin-mesin pembangkit akan cenderung bertambah dan frekuensi akan naik, demikian juga sebaliknya. Hal ini disebabkan karena permintaan energi listrik dipenuhi dari energi kinetik mesin-mesin. Untuk mencapai operasi yang optimum dan dapat melayani beban yang berkembang, ada kalanya diharuskan memparalelkan dua atau lebih generator dengan maksud memperbesar kapasitas daya yang dibangkitkan disamping untuk menjaga kontinuitas pelayanan daya apabila ada generator yang harus dihentikan, misalnya pada saat perawatan atau perbaikan. Perubahan besar beban yang dipikul oleh masing-masing generator akan diikuti juga oleh perubahan frekuensi dari kedua generator (frekuensi bersama).
Menentukan Parameter Generator Impuls Untuk Gelombang Impuls Petir Yusmartato Yusmartato; Ramayulis Nasution
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 3 (2020): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v5i3.3549

Abstract

Jenis tegangan yang mungkin diuji terhadap suatu peralatan adalah tegangan tinggi searah, tegangan tinggi bolak-balik dan tegangan tinggi impuls. Untuk membangkitkan simulasi tegangan tinggi impuls dibutuhkan rangkaian generator impuls RLC satu tingkat dengan parameter-parameter yang sesuai dengan standar IEC. Tegangan yang dihasilkan rangkaian ini menyerupai tegangan yang dihasilkan oleh petir dan surja hubung. Gelombangnya berekor pendek dan bermuka curam selama gelombang ini berjalan melalui kawat transmisi bentuknya berubah, mukanya menjadi kurang curam, ekornya bertambah panjang dan amplitudonya berkurang. Besarnya tegangan impuls yang harus diterapkan pada alat-alat listrik untuk menguji ketahanan petir dan surja hubung ditetapkan dalam standar IEC. Dahulu pengujian tegangan tinggi impuls hanya berlaku untuk transformator tenaga  yang langsung terkena bahaya petir oleh karena bahaya itu mungkin juga mengancam mesin (terutama surja hubung),  maka pengujian impuls juga perlu dilakukan terhadap alat tersebut. Dalam merencanakan suatu generator impuls terlebih dahulu ditentukan spesifikasi tegangan keluarannya, yaitu: tegangan puncak (Vmaks), waktu muka gelombang (Tf), dan waktu ekor gelombang (Tt). Disamping itu, ditentukan juga kapasitas generator (W) dan efisiensi tegangannya (), dengan diketahuinya semua spesifikasi di atas, maka besarnya nilai komponen R, L, dan C dapat ditentukan, Dengan diketahui semua spesifikasi tegangan keluaran generator, maka besarnya nilai RLC dapat ditentukan dimana dalam penentuan parameter ini didapat nilai untuk RLC adalah : nilai resistansi (R) = 1498 M, Nilai induktansi (L) = 303 MH, dan Nilai kapasitansi (C) = 0,05 µF
Pemanfaatan Kembali Limbah Trafo Yang Sudah Tidak Terpakai Menjadi Trafo Las Andri Putra Hadiyatma; Yusmartato Yusmartato; Armansyah Armansyah; Ramayulis Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 2 (2020): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v5i2.2882

Abstract

Las busur listrik umumnya disebut las listrik adalah salah satu cara menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair, demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai habis. Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian membeku dan tersambunglah kedua logam tersebut. Busur listrik yang terjadi akan menimbulkan energi panas yang cukup tinggi sehingga akan mudah mencairkan logam yang terkena. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan dengan memperhatikan ukuran dan type elektrodanya.Pada las busur, sambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi antara benda kerja dan elektroda. Elektroda atau logam pengisi dipanaskan sampai mencair dan diendapkan pada sambungan sehingga terjadi sambungan las. Mula-mula terjadi kontak antara elektroda dan benda kerja sehingga terjadi aliran arus, kemudian dengan memisahkan penghantar timbullah busur. Energi listrik diubah menjadi energi panas dalam busur dan suhu dapat mencapai 5500°C.